22:00 . Geger! Warga Bojonegoro Temukan Mayat Wanita di Persawahan   |   18:00 . Lebaran 2024, BI Siapkan Rp 197,6 Triliun Uang Tunai   |   17:00 . Dokter Muda di Bojonegoro Meninggal Usai Kecelakaan dengan Pikap   |   15:00 . BUMDes Mekar Bimo Ngunut Suplai Air Bersih Bagi Ratusan KK   |   13:00 . Kurang Konsentrasi, Tiga Truk Terlibat Laka Beruntun di Bojonegoro   |   19:00 . Kolaborasi Antar Prodi, HMP BSA dan HMP PBI Adakan Kemah Bahasa   |   18:00 . Puluhan Santri Studi di ICW dan Kunjungi D'Konco Cafe Bojonegoro   |   17:00 . Polisi Lakukan Rekonstruksi Ulang Meninggalnya Pelajar di Bojonegoro   |   16:00 . 316 Madrasah Ditargetkan Akreditasi, Paling Banyak RA   |   15:00 . Ribuan Warga Bojonegoro Serbu Beras Murah SPHP   |   14:00 . Denny Caknan Batal Konser di Bojonegoro, Gegara Kasus Pengeroyokan?   |   13:00 . Mahasiswi PAI UNUGIRI Bojonegoro Juara Nyanyi Bahasa Jawa   |   11:00 . Bhakti Masyarakat Mahasiswa FKMB UIN Sunan Ampel Surabaya   |   09:00 . Ada Polisi, Balap Liar Ngumpet di Kuburan   |   19:00 . Akademi Bisnis Praktis Bongkar Rahasia Tambah Pemasukan Bulan Ramadan   |  
Wed, 28 February 2024
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Toxic Relationship, Bagaimana Cara Menganalisa dan Mengatasinya?

blokbojonegoro.com | Sunday, 16 January 2022 07:00

Toxic Relationship, Bagaimana Cara Menganalisa dan Mengatasinya?

 

Reporter: --

blokBojonegoro.com - Membangun hubungan harmonis dengan orang lain membutuhkan kerja sama yang baik antara kedua belah pihak.

Lumrah apabila suatu hubungan sesekali menemui batu sandungan berupa perkelahian atau tidak sepakat pada suatu hal.

Namun, ada kalanya hubungan bermasalah membuat salah satu pihak merasa tertekan dan terancam. Kondisi tersebut bisa jadi tanda hubungan beracun atau toxic relationship.

Toxic relationship adalah hubungan yang membuat salah satu pihak merasa tidak didukung, direndahkan, atau diserang. Bentuk tindakan negatif yang bisa memengaruhi kesehatan mental seseorang ini bisa serangan secara fisik, psikologis, atau emosional.

Hubungan toksik bisa dialami pasangan, antarteman, rekan kerja, sampai keluarga. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai apa itu toxic relationship dan ciri-cirinya.

Arti toxic relationship

Dilansir dari Time, ahli komunikasi dan psikologi yang berbasis di California AS, Dr Lillian Glass, kali pertama memperkenalkan istilah "toxic" lewat bukunya bertajuk Toxic People pada 1995.

Ia menyebut toxic relationship artinya hubungan yang bersifat merusak karena konflik, tidak saling mendukung, muncul persaingan, sampai hilangnya rasa hormat dan kekompakan.

Glass tidak memungkiri bahwa setiap hubungan niscaya mengalami pasang surut. Namun, pasang surutnya hubungan tersebut berbeda dari toxic relationship.

Hubungan dikatakan toksik apabila sisi negatifnya berkepanjangan sampai menguras energi. Menurut Glass, penyebab toxic relationship bisa beragam, tergantung latar belakang dan kondisi seseorang.

Perilaku toksik bisa dilatari masalah kesehatan mental yang tidak terdiagnosis, seperti depresi, gangguan kecemasan, atau trauma.

Hubungan beracun juga bisa timbul karena ketimpangan kepribadian pasangan. Misal, orang yang berwatak keras dan suka mengontrol berhadapan dengan orang tipe suka mengalah.

Dilansir dari Verywell Mind, toxic relationship juga bisa muncul secara bertahap apabila salah satu pihak terus-menerus egois, tidak sopan, menuntut, dan bersikap negatif lainnya.

Ciri-ciri toxic relationship

Hubungan toksik terkadang tidak hanya ditandai dengan perilaku dan omongan kasar semata.

Isyaratnya terkadang bisa samar lewat kata atau tindakan sehari-hari yang kerap tidak disadari. Berikut beberapa cciri toxic relationship yang dirasakan seseorang dan perlu diwaspadai:

-Merasa sudah berjuang sampai energi terkuras, tetapi tidak dihargai

-Harga diri lambat laun menurun

Merasa tidak didukung, kerap direndahkan, diserang, atau salah paham

-Komunikasi sering berakhir dengan cekcok, lelah akut, atau meninggalkan rasa tertekan

-Muncul keinginan untuk balas dendam karena tindakan tidak menyenangkan

 -Saat khawatir karena tidak ingin diserang jadi harus ekstrahati-hati

-Kerap perlu usaha mati-matian sampai mencurahkan banyak waktu dan tenaga untuk menghibur salah satu pihak

Apabila Anda mengalami ciri-ciri toxic relationship di atas, segera keluar dan cari solusinya.

Dapatkan bantuan orang terdekat atau orang yang tepercaya, apalagi jika hubungan toksik sampai mengancam fisik dan keselamatan.

Toxic relationship yang tidak segera ditangani lambat laun merusak kesehatan mental dan fisik seseorang. [lis]

Sumber: kompas.com

Tag : Toxic, relationship, penyakit



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 19 February 2024 20:00

    PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG

    PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG Perwakilan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina mengunjungi kantor redaksi blokBojonegoro.com (Blok Media Group/BMG), di BMG CoWorking Space, Jalan Semanding-Sambiroto, Desa Sambiroto, Kecamatan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat