15:00 . Kerjasama Perhutani dan Kimia Farma Surabaya Gelar Vaksinasi untuk Masyarakat Umum   |   14:00 . PDM Bojonegoro Tetapkan 10 Dzulhijjah Jatuh 9 Juli 2022   |   12:00 . Satpol PP Jatim Beri Pelatihan Satgas Linmas Wilayah Bakorwil Bojonegoro   |   08:00 . PBNU Tetapkan Awal Dzulhijjah 1 Juli 2022   |   07:00 . Stres Selama Kehamilan Pengaruhi Jenis Kelamin Anak, Ini   |   17:00 . Kunjungi Donggala, Mendag Zulkifli Hasan: Pastikan Fokusnya Bukan Hanya Pulau Jawa   |   16:00 . Penentuan Idul Adha, LFNU Bojonegoro Menunggu Hasil Istbat   |   15:00 . Bojonegoro Siap Jika Ditunjuk Sebagai Pemilik Aset Jembatan Glendeng   |   14:00 . Tahun Ajaran Baru Segera Dimulai, Bersiap Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar   |   13:00 . Perpusgatda dan Dunia Imajinasi Ajak Anak-Anak Bermain Sambil Belajar   |   09:00 . Per Juli Beli Pertalite Lewat MyPertamina, Daerah Kamu Salah Satunya?   |   08:00 . Bupati Bojonegoro Bersedia Terima Aset Jembatan Glendeng, Bupati Tuban Absen Rapat   |   07:00 . Alergi pada Anak, Ini Cara Memperkuat Barrier Tubuhnya   |   20:00 . Kontingen Bojonegoro Tambah Tiga Medali   |   19:00 . Mendag Zulhas Bertemu Dubes Amerika Serikat, Sepakat Pererat Hubungan Ekonomi di Kawasan Indo-Pasifik   |  
Thu, 30 June 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi Bantu Turunkan Risiko Gagal Jantung, Ini Sebabnya!

blokbojonegoro.com | Friday, 22 April 2022 07:00

Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi Bantu Turunkan Risiko Gagal Jantung, Ini Sebabnya!

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Sebuah makalah yang diterbitkan dalam European Heart Journal, mengatakan minum air dalam jumlah cukup membantu menjaga kadar natrium yang sehat dalam aliran darah.

Pada gilirannya, minum air untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi ini bisa mengurangi risiko gagal jantung, suatu kondisi kronis di mana jantung mengalami kesulitan memompa darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Lebih dari 6,2 juta orang Amerika menderita gagal jantung, yang merupakan lebih dari 2 persen populasi di Amerika Serikat dan lebih sering terjadi pada mereka yang berusia 65 tahun atau lebih tua.

Sebuah tim dari National Heart, Lung, and Blood Institute menganalisis data dari studi Risiko Aterosklerosis dalam Komunitas, yang telah mengikuti sekitar 16.000 orang dewasa selama 30 tahun guna lebih memahami aterosklerosis dan penyakit jantung.

Mayo Clinic mencatat orang sehat mempertahankan kadar natrium antara 135 dan 145 mmol/L dalam aliran darah.

Tapi saat kadar natrium itu meningkat, kadar cairan tubuh menurun sehingga para peneliti menggunakan natrium sebagai penanda status cairan untuk mengidentifikasi peserta yang memiliki kadar natrium lebih tinggi berisiko mengembangkan gagal jantung.

Studi ini berfokus pada peserta dengan tingkat hidrasi yang berada dalam kisaran normal yang tidak menderita diabetes, obesitas, atau gagal jantung.

Penelitian ini memfilter data ke sekitar 11.814 orang dewasa dalam analisis akhir, yang menemukan 11,56 persen untuk mengembangkan gagal jantung.

"Risiko gagal jantung meningkat sebesar 39 persen jika natrium serum usia paruh baya melebihi 143 mmol/L [milimol per liter], sesuai dengan 1 persen defisit air berat badan," para penulis peneliti dikutip dari Fox News.

Mereka juga menemukan natrium serum 142,5-143 mmol/L pada kelompok usia paruh baya dikaitkan dengan peningkatan 62 persen kemungkinan untuk mengembangkan hipertrofi ventrikel kiri.

Di mana ruang pemompaan utama jantung, ventrikel kiri menebal sehingga menyebabkan pemompaan jantung berpotensi berkurang dan meningkatkan risiko gagal jantung.

Siaran pers mencatat tingkat natrium dalam aliran darah 143 mmol/L berkorelasi dengan peningkatan risiko LVH 102 persen dan peningkatan risiko gagal jantung sebesar 54 persen.

"Berdasarkan data ini, penulis menyimpulkan kadar natrium serum di atas 142 mEq/L pada usia paruh baya dikaitkan dengan peningkatan risiko untuk mengembangkan hipertrofi ventrikel kiri dan gagal jantung di kemudian hari," jelasnya.

Sayangnya, studi ini masih kurang karena tidak bisa membuktikan kadar natrium darah yang lebih tinggi menyebabkan gagal jantung. Penelitian ini juga hanya observasional dan bukan uji klinis terkontrol secara acak.

Meskipun kebanyakan orang sehat yang mengalami dehidrasi akan terpicu untuk minum air, orang tua mungkin tidak memiliki dorongan rasa haus yang sama.

"Orang yang lebih tua tidak merasakan rasa haus seperti ketika mereka masih muda. Sehingga, kondisi ini bisa menjadi masalah ketika mereka sedang menjalani pengobatan yang bisa menyebabkan kehilangan cairan, seperti diuretik," kata r. Julian Seifter, seorang profesor kedokteran di Harvard Medical School.

Sama halnya dengan mengurangi asupan garam, minum air dalam jumlah cukup dan tetap terhidrasi adalah cara untuk mendukung kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit jantung.

*Sumber: suara.com

 

Tag : pendidikan, kesehatan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat