17:00 . Akibat Luapan Kali Pacal, Jembatan Penghubung di Sidobandung Ambruk   |   16:00 . BKC Bersama Pemuda Tlogohaji, dan Babinsa Sinergi Perbaiki Rumah Mbah Urip   |   07:00 . Para Orang Tua Wajib Paham, Ini 4 Tanda Anak Cerdas   |   18:00 . Bupati Anna dan Kajari Imbau Pengelolaan Dana Bos Prioritaskan Integritas   |   17:00 . BMKG: Waspada Cuaca 3 Hari Mendatang   |   15:00 . 5 Organisasi Profesi Kesehatan Tolak RUU Kesehatan   |   13:00 . Putra Asal Bojonegoro, Belasan Tahun Mengabdi di Luar Jawa   |   10:00 . Diduga Pecah Ban, Truk Box Oleng Tabrak Pagar Koramil 0813-06 Bojonegoro   |   07:00 . Psikolog Ungkap Kesalahan Orangtua yang Bisa Hambat Potensi Anak, Pelajari Yuk Bun!   |   19:00 . Inilah Nama-Nama Mutasi Pejabat Pemkab Bojonegoro   |   18:00 . Sinergi Dinas PMD dan Bapenda Dampingi Desa Deteksi Dini Objek Pajak Terkendala   |   16:00 . Ini Spek Lengkap Toyota Rush, Kendaraan Camat se-Kabupaten Bojonegoro   |   15:00 . Stigma Buruk Menjadi Kendala dalam Penanggulangan HIV/AIDS   |   14:00 . Kasus HIV di Bojonegoro Mencapai 217 kasus, 2 Persen di Atarannya Anak-anak   |   13:00 . Kasus Persetubuhan Terhadap Anak di Bawah Umur Meningkat   |  
Sat, 03 December 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Belajar Online Penuh Tantangan, Ini Saran Psikolog Bagi Orangtua Untuk Dampingi Anak

blokbojonegoro.com | Monday, 11 April 2022 07:00

Belajar Online Penuh Tantangan, Ini Saran Psikolog Bagi Orangtua Untuk Dampingi Anak

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Belajar jarak jauh selama dua tahun belakangan hingga saat ini masih kerap menuai pro kontrak. Tapi, tak bisa dipungkiri bahwa belajar daring adalah solusi terbaik di tengah pandemi, meski banyak tantangan tersendiri baik untuk anak maupun orang tua yang mendampingi.

Setidaknya, terdapat tiga tantangan yang dirasakan oleh anak. Pertama, emosi dan motivasi yang menurun. Mungkin pada awalnya, anak merasa senang karena tidak perlu bangun sepagi biasanya dan bebas dari kemacetan yang sebelumnya harus dilalui setiap pagi.

Namun lama-kelamaan, anak mulai merasa jenuh duduk di depan layar selama berjam-jam tanpa interaksi langsung dengan teman dan guru. Terlebih, tantangan kedua yaitu terbatasnya durasi konsentrasi yang dimiliki anak.

Dalam keterangan yang diterima Suara.com, dari Zenius, Rabu, (6/4/2022), menurut Psikolog Anak dan Keluarga Samanta Elsener, M.Psi anak SD kelas 1 hingga kelas 2 biasanya memiliki rentang konsentrasi selama 40 menit saja. Sedangkan, anak kelas 3 ke atas, memiliki rentang waktu konsentrasi 60 menit ke atas, bila dalam lingkungan belajar tatap muka.

Sementara itu, learning loss atau hilangnya pengetahuan dan kemampuan siswa (The Glossary of Education Reform, 2013, seperti yang dikutip pada blog Zenius, 2021), menjadi tantangan ketiga. Pada dasarnya, learning loss dapat terjadi karena berbagai faktor. Misalnya, karena kendala teknis seperti koneksi Internet yang buruk maupun kurangnya pendampingan orang tua.

“Bagi anak yang baru kelas 1 SD di awal pandemi, mungkin tidak menemui masalah ketika belajar baca tulis secara daring di rumah. Ketika mulai naik kelas, materi pelajaran semakin sulit, sehingga rentan membuat anak merasa kesulitan. Anak pun jadi malas belajar karena rasa kompetensi dari anak menurun drastis,” ujar Samanta.

Lantas, bagaimana solusi yang bisa diupayakan orang tua untuk berbagai tantangan tersebut?

Berikan Pengawasan dan Bimbingan Secara Bergantian

Semenjak belajar daring, orang tua juga mengambil peran dalam mengawasi dan mendampingi anak belajar. Menurut Samanta, penting bagi orang tua untuk mewujudkan pembelajaran yang bukan hanya seru, namun juga kontekstual.

Sementara itu, agar lebih mudah, Artika yang memiliki dua anak melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya dalam satu ruangan yang sama. Ia bisa melakukan pekerjaan lain sembari mengawasi anak-anaknya. “Tapi memang harus berjarak ya, jadi adiknya dengan saya di pojok sebelah sini, kakaknya di pojok sebelah sana,” jelas Artika.

Memberikan Kesabaran Lebih

Dalam kondisi belajar daring, anak rentan merasa jenuh sehingga orang tua perlu memberikan dukungan ekstra. Namun, orang tua juga harus tetap bersikap tegas dan membiasakan anak untuk disiplin.

Penting untuk menunjukkan bahwa orang tua mampu memahami perasaan anak. Gunakan kalimat yang sifatnya membangun, serta hindari kritikan yang dapat melukai perasaan anak. “Orang tua harus bisa menahan diri, memarahi anak dapat membuat motivasinya menurun drastis,” pesan Samanta.

Adakan Istirahat dan Aktivitas Menarik

Untuk menghadapi rasa jenuh dan frustasi anak yang harus duduk berjam-jam di depan layar, ada baiknya sesekali orang tua mengajak anak untuk melakukan aktivitas yang menarik ketika sedang istirahat atau hari libur. Tentunya, sesuaikan aktivitas tersebut dengan minat anak agar anak lebih bersemangat.

Sebagai contoh, Artika menggunakan waktu istirahat selama 30 menit untuk mengajak anaknya bergerak, misalnya olahraga ringan seperti lompat tali atau ataupun memetik sayur di kebun untuk dimasak nantinya.

Kira-kira, kegiatan apa yang anak sukai? Ini menjadi PR bagi orang tua untuk mengeksplorasi minat anak agar anak tidak merasa jenuh.

Dengarkan dan Tanggapi Omongan Anak

Dari materi yang disampaikan Samanta, terdapat dua macam motivasi belajar, yaitu motivasi belajar ekstrinsik dan intrinsik di mana semua anak memerlukan keduanya. Motivasi belajar intrinsik merujuk pada motivasi yang berasal dari dalam diri anak. Sedangkan, motivasi belajar ekstrinsik mengacu pada faktor dari luar, seperti peran orang tua.

Lantas, bagaimana peran orang tua dalam meningkatkan motivasi anak? Hal ini tidak sulit. Orang tua bisa bersikap sebagai teman pendengar bagi anak. Setelah anak belajar daring, tanyakanlah apa yang telah mereka pelajari, apa kesulitan yang mereka temui, atau hal apa yang menarik dari pembelajaran hari ini. Cobalah untuk ikut penasaran, dan benar-benar mendengarkan apa yang mereka ceritakan.

Selain itu, coba berikan pertanyaan yang sifatnya reflektif. Misalnya, mereka belajar bahwa air laut itu asin. Maka, Anda bisa coba bertanya, kenapa air laut asin? Hal ini dapat melatih rasa penasaran anak untuk terus berkembang.

Belajar Rasa Bermain

Dengan adanya keterbatasan konsentrasi serta kejenuhan yang dialami anak, penting untuk membuat kondisi belajar yang membuat anak merasa enjoy. Samanta menyarankan, ”Gimana memotivasi belajar anak, ya salah satunya yang bisa kita lakukan dengan memberikan pembelajaran yang fun, seperti bermain.”

Pengalaman belajar selayaknya bermain adalah pendekatan yang dihadirkan oleh ZeniusLand. Bekerja sama dengan Disney, ZeniusLand merupakan layanan terbaru dari Zenius yang menyediakan arena bermain sambil belajar untuk segmen sekolah dasar. Dengan user interface dan user experience memiliki desain yang interaktif sehingga belajar terasa seperti bermain.

*Sumber: suara.com

 

Tag : pendidikan, kesehatan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat