17:00 . Geger! Warga Bojonegoro Temukan Ular Sanca 3,5 Meter Makan Kucing   |   16:00 . ODGJ di Bojonegoro Ngamuk di Jalan Veteran, Sejumlah Orang Dipukul Pakai Kayu   |   14:00 . KPPN Bojonegoro Sebut Realisasi Pendapatan Negara Masih Defisit, Begini Rinciannya   |   12:00 . Total Anak yang Divaksin Polio di Bojonegoro Capai 27,7 Persen   |   11:00 . Dorong Terwujudnya Peningkatan Pelayanan Publik Lewat Orientasi PPPK Angkatan I-IX   |   10:00 . Kapolres Bojonegoro: Sebelum Dikeroyok Korban Sempat Acungkan Gear Motor   |   09:00 . Lengkap! Pengakuan Saksi, Orang Tua, dan Polisi Soal Pengeroyokan Pelajar di Bojonegoro   |   08:00 . Pj Adriyanto Pimpin Apel Peringatan HUT Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran   |   20:00 . PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG   |   19:00 . 5 Desa/Kelurahan di Kecamatan Bojonegoro Rekap Hasil Penghitungan Perolehan Suara   |   18:00 . Enam Pelaku Pengeroyokan Pelajar SMA di Bojonegoro Masih Buronan   |   17:00 . Caleg di Bojonegoro Perebutkan 50 Kursi Legislatif   |   16:00 . UDD PMI Bojonegoro Kuatkan Kapasitas Koordinator Donor Darah   |   15:00 . Ini Peran 9 Tersangka Pengeroyokan Pelajar SMA di Bojonegoro hingga Meninggal   |   13:00 . Tersangka Pengeroyokan Pelajar SMA di Bojonegoro Diancam 12 Tahun Penjara   |  
Wed, 21 February 2024
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kunci Sukses, Belajar Memahami Alam

blokbojonegoro.com | Friday, 21 October 2022 15:00

Kunci Sukses, Belajar Memahami Alam

Bertani sejatinya menggauli bumi. Untuk hasil yang baik, maka manusia dan bumi harus saling memahami.

Reporter: Nur Muharrom

blokBojonegoro.com - Bertani menjadi nafas kehidupan Haji Suwito (67 tahun), warga Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Orangtua, kakek neneknya dan generasi diatasnya juga petani. Suwito pun menggantungkan kehidupan keluarganya dari bertani. Hingga berhasil menunaikan ibadah haji, juga dari usaha taninya itu.

Tapi pencapaian itu bukan tanpa rintangan. Sejak belia, Suwito ikut orangtuanya ke sawah. Disitulah proses pembelajaran dimulai. Mulai menanam padi hingga membajak sawah. Pada usia 14 tahun, Suwito sudah bisa membajak sawah orangtuanya.

Bertani terus dijalankan saat sudah menikah dan punya lahan sendiri. Pola bertani Suwito berkembang seiring intensitas interaksi dengan sesama petani di desanya. Sebagian besar  menggunakan pupuk dan obat kimia.

“Hampir semua petani melakukan cara ini. Kalau ada masalah di tanaman, langsung dikasih obat. Begitu pula pupuk,” ungkap Suwito.

Pola itu ternyata semakin lama tidak menguntungkan. Biaya beli pupuk dan obat jauh lebih tinggi dari pada harga jual gabah. Alhasil, biaya produksi lebih tinggi daripada hasil panennya. Tak ingin usaha taninya terus merugi, Suwito berusaha mencari jawaban. Mulai dari ganti tanaman hingga menggunakan ragam obat kimia. Namun, langkah itu belum membuahkan hasil.

Hingga akhirnya Suwito mendapatkan perspektif baru dalam ilmu tani setelah mengikuti Sekolah Lapangan Pertanian (SLP) yang diprakarsai ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator Lapangan Minyak dan Gas Banyu Urip.

Dalam program itu, EMCL bermitra dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  “Field Indonesia” yang memiliki kompetensi di bidang pertanian. Tenaga ahli dari LSM tersebut mengenalkan sistem pertanian ramah lingkungan. Melawan hama dengan memelihara ekosistem di sawah, menggunakan pupuk organik, dan mengembangkan agen hayati.

Para petani di Desa Sudu, termasuk Suwito, mendapatkan pelatihan dan praktek di sawah secara langsung. Mereka juga terlibat dalam uji coba. Ruang berbagi pengalaman dengan para petani juga difasilitasi.

SLP memfasilitasi aktivitas belajar bersama. Sawah merupakan ruang kelas sekaligus juga perpustakaan. Peserta berkumpul seminggu sekali selama satu musim untuk mengikuti dan menganalisa perkembangan tanaman mereka. SLP menekankan peran aktif petani sebagai pelaku, peneliti, pemandu, dan manajer lahan yang ahli. Peserta juga dilatih dalam kegiatan perencanaan, dinamika kelompok, dan wawasan tentang pengelolaan keuangan.  

Program ini telah dilaksanakan sejak 2020. Hingga kini, lebih dari 600 petani dari 6 desa di Kecamatan Gayam dan Kalitidu telah mengikuti SLP. Para petani yang terlibat aktif di SLP juga telah membantu lebih dari 500 petani lainnya dalam hal pemanfaatan pengendali hayati, pupuk kompos dan pupuk organik cair.

Menurut survei yang dilakukan Field Indonesia, para petani yang telah menerapkan metode SLP berhasil meningkatkan panennya sekitar 20-30 persen. Sedangkan biaya produksi menurun seiring dengan berkurangnya biaya pembelian pupuk dan obat kimia.  “Saya berusaha untuk terus mengurangi penggunaan kimia. Alhamdulillah dua musim ini produktivitas sawah saya meningkat. Keuntungan bertambah sekitar 20 persen,” ucap Suwito.

External Affairs Manager EMCL, Ichwan Arifin mengatakan bahwa SLP merupakan bagian dari Program Pengembangan Masyarakat EMCL-SKK Migas di sektor pertanian. Progran ini didesain secara partisipatif dengan muara akhir adalah peningkatan kesejahteraan petani. “Mempertautkan kearifan lokal dan pengetahuan baru dalam pertanian serta partisipasi aktif petani, merupakan kunci dari kesuksesan program ini,” jelas Ichwan.  

Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabeth menyampaikan bahwa SLP sejalan dengan misi Pemkab Bojonegoro. Khususnya dalam meningkatkan taraf hidup petani. “Kami mendukung upaya dan kontribusi dari berbagai pihak dalam upaya mendorong terwujudnya kesejahteraan petani,” tegas Helmy.

Program ini juga mendorong para petani “kembali ke alam”. Petani yang sukses, seperti Suwito, selalu belajar memahami bumi dan alam tempat berpijak dan mencari kehidupan. [mu]

 

 

Tag : petani, bertani, petani bojonegoro



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 19 February 2024 20:00

    PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG

    PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG Perwakilan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina mengunjungi kantor redaksi blokBojonegoro.com (Blok Media Group/BMG), di BMG CoWorking Space, Jalan Semanding-Sambiroto, Desa Sambiroto, Kecamatan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat