Sun, 14 April 2024
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tradisi Unik Malam Sanga, Pernikahan Hingga Selamatan Mapak Lailatul Qodar

blokbojonegoro.com | Monday, 17 April 2023 19:00

Tradisi Unik Malam Sanga, Pernikahan Hingga Selamatan Mapak Lailatul Qodar

Reporter : Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Sekilas tradisi Malam Sanga merupakan salah satu bagian dari malam ganjil dari bulan ramadan pada 10 hari terakhir. Yaitu malam selikur, telulikur, selawe, pitulikur dan yang terakhir adalah malam sangalikur.

Malam terakhir inilah yang oleh faham jawa, khususnya di Kabupaten Bojonegoro disebut sebagai Malam Sanga. Jika ditulis dengan angka 29 (dua puluh sembilan atau sangalikur) angka terakhir yaitu 9 (sanga) merupakan angka tertinggi.

"Angka 29 jika dijumlah ialah 11 yaitu angka 1 dengan 1 berjajar, walaupun nilainya puluhan dan satuan. Maka berangkat dari dua pemahaman angka yaitu 9 angka tertinggi dan dinggap nilai keberuntungan,"ungkap Budayawan asal Bojonegoro, Suyanto.

Lanjut Pakde Yanto Munyuk sapaan karibnya, 11 adalah angka sama berjajar dan sekilas tradisi pernikahan malam sanga. Menurutnya bagi calon pengantin maupun oleh keluarga digunakan kesepakatan menikahkan putra dan putrinya.

Dimana hari-hari pantangan/walat tidak berlaku lagi untuk pernikahan malam sanga. Dan inilah uniknya sebuah keyakinan orang jawa di Bojonegoro.
Bahkan ketika tasyakuran atau temu pengantin, hingga resepsi sudah bebas memilih hari.

"Orang jawa di Bojonegoro khususnya, selalu memilih menikahkan anggota keluarganya. Diluar perhitungan hari-hari menikahkan (ijab qobul) yang lazim di luar bulan puasa," ucapnya.

Bahkan malam sanga juga dianggap hari baik dan penuh berkah, atau biasa di istilahkan "Ngebo Bingung" tidak mengunakan hari lain. Dengan alasan mendesak hari terdekat dari kesepakatan kedua calon pengantin.

"Maka sekali lagi tidak menggunakan perhitungan hari-hari lainnya untuk menyepakati hari ijab qobul calon pengantin," imbuh Pakde Yanto Munyuk sapaan karibnya.

Tradisi pernikahan malam sanga juga banyak ditemukan di Bojonegoro, inilah keunikannya. Bahkan data terbaru bisa jadi hampir se-Kabupaten memilih menikah di malam sanga. Juga digunakan untuk selamatan "Mapak Lailatul Qodar" sama dengan hari ganjil lainya.

"Biasanya untuk "Ngowa" selamatan tata cara adat jawa dilaksanakan pada lain waktu. Sekilas tentang tradisi unik malam sanga yang diyakini secara umum warga Bojonegoro," bebernya. [liz/ito]

Tag : tradisi, malam songo, bojonegoro, ramadan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.