Sun, 14 April 2024
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh, Wujud Kebersamaan dalam Akulturasi Budaya Budaya

blokbojonegoro.com | Sunday, 25 February 2024 07:00

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh, Wujud Kebersamaan dalam Akulturasi Budaya Budaya

Reporter: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Perayaan tahun baru Imlek dan Cap Go Meh 2024 di Kabupaten Bojonegoro berlangsung semarak. Perayaan yang dikemas dalam acara Gemerlap Thamrin, yang diselenggaran di Jalan MH. Thamrin Bojonegoro Sabtu (24/02/2024) malam, menambah suasana makin meriah.

Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto menyampaikan bahwa banyak budaya yang mengalami akulturasi dengan budaya lain, di antaranya budaya dari Tiongkok. Di Kabupaten Bojonegoro, banyak budaya yang harus dijaga bersama-sama.

"Contohnya dengan menjaga bangunan-bangunan bersejarah peninggalan zaman dulu," ujar Pj Bupati Bojonegoro.

Tak lupa, Pj Bupati juga menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat yang merayakan Hari Imlek dan Cap Go Meh tahun 2024. "Berharap dengan adanya event malam ini, kekayaan budaya di Bojonegoro semakin bertambah dan semakin aktif dan muncul gerakan ekonomi lainnya," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro Budiyanto mengatakan bahwa tujuan Gemerlap Thamrin tahun 2024 untuk memfasilitasi masyarakat yang merayakan Imlek dan Cap Go Meh. Untuk itu, pemerintah hadir dalam perayaan tersebut untuk dapat dinikmati setiap orang.

Gemerlap Thamrin juga bertujuan untuk memperkuat spirit kebangsaan dan ikut serta melestarikan tradisi dan budaya akulturasi Tionghoa Jawa khususnya, dan Tionghoa Nusantara pada umumnya. "Kita ketahui banyak budaya hasil akulturasi, di antaranya Barongsai dan leang leong hingga kuliner yakni lontong Cap Go Meh," sambung Budiyanto.

Selain itu, Budiyanto menambahkan Gemerlap Thamrin ini menjadikan event seni budaya sebagai penggerak ekonomi berbasis kerakyatan. Yakni dengan digelarnya pameran ekonomi kreatif, bazar produk UMKM, dan kuliner. 

"Juga ada pagelaran barongsai dan leang leong, parade payung dan lampion. Juga parade reog dan jaranan," imbuhnya.[liz/lis]

 

 

Tag : budaya, seni, tionghoa



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.