Mahasiswa Belanda dan Polandia Ikut Ramaikan Bootcamp Smart Farming di Bojonegoro

Reporter: M. Anang Febri 

blokBojonegoro.com – Greenhouse P4S Djoyo Tani di Desa Bendo, Kecamatan Kapas, menjadi saksi semangat kolaborasi lintas negara dalam Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda dan Kompetisi Wiramuda Bojonegoro 2025. 

Dalam kegiatan yang berfokus pada smart farming melon dan sayuran hidroponik ini, para peserta tidak hanya belajar dari mentor lokal, tetapi juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan mahasiswa pertukaran pelajar asal Belanda dan Polandia.

Kehadiran mahasiswa asing tersebut menambah suasana belajar menjadi lebih hidup. Mereka bersama peserta bootcamp mencoba teknik budidaya hidroponik, berdiskusi tentang sistem pertanian modern, hingga berbagi pengalaman tentang inovasi pertanian di negara masing-masing. Momen lintas budaya ini membuka wawasan baru bagi pemuda Bojonegoro tentang peluang pertanian global.

Peserta bootcamp mendapat pengalaman langsung mengelola greenhouse, mulai dari menata instalasi hidroponik, mengatur nutrisi tanaman, hingga merawat melon dan sayuran.

Mahasiswa pertukaran pelajar pun antusias mengikuti setiap paparan dari Fatkul Ilma selaku pemateri bootcamp sekaligus owner P4S Djoyo Tani, bahkan terlibat aktif dalam praktik lapangan. Kehadiran mereka memberi motivasi tersendiri bahwa pertanian bisa menjadi sektor masa depan yang menarik untuk generasi muda.

"Bootcamp ini memberi kesempatan emas bagi pemuda untuk belajar sekaligus membangun jejaring internasional. Semangat kolaborasi seperti ini bisa mendorong munculnya wirausaha muda yang kreatif dan berdaya saing," ungkap Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto ketika dikonfirmasi perihal agenda kolaborasi serta kunjungan mahasiswa Belanda dan Polandia ke bootcamp tersebut, Sabtu (27/9/2025).

Melalui kegiatan ini, Pemkab Bojonegoro berharap lahir generasi muda yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga mampu menatap dunia dengan percaya diri. Kehadiran mahasiswa Belanda dan Polandia menjadi pengingat bahwa pertanian modern adalah bahasa universal yang bisa menyatukan semangat pemuda dari berbagai negara. [feb/mad]