Reporter: Rizki Nurdiansyah
blokBojonegoro.com - Ratusan kiai dan ustadz dari PCNU Bojonegoro serta perwakilan alumni 30 Pondok Pesantren (Ponpes) se Indonesia yang ada di Bojonegoro, menuntut agar mencabut izin Trans7.
Tuntutan tersebut dibacakan saat doa bersama bela kiai yang dirangkai dengan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang berlangsung di Auditorium UNUGIRI Bojonegoro. Pengurus PCNU Bojonegoro periode 2025-2030 beserta seluruh perwakilan Banom dan MWC NU hadir, Jumat (17/10/2025).
[Baca Juga: https://blokbojonegoro.com/2025/10/17/pcnu-bojonegoro-dan-alumni-30-ponpes-se-indonesia-gelar-doa-bela-kiai/]
Inilah pernyataan sikap PCNU Bojonegoro dan Alumni 30 Ponpes se Indonesia di Kabupaten Bojonegoro:
1. Menyatakan keberatan dan mengecam keras konten tayangan program "Xpose Uncensored" pada 13 Oktober 2025 yang telah mendiskreditkan pesantren dan kyai.
2. Menuntut kepada Produser dan tim redaksi yang terlibat dalam tayangan tersebut harus diberhentikan dan diberi sanksi tegas.
3. Menuntut agar TRANS 7 wajib menayangkan klarifikasi resmi dan program khusus yang memperlihatkan wajah sejati pesantren mulai keilmuan, akhlak, dan pengabdian yang sesungguhnya.
4. Mendesak kepada Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia untuk meninjau kembali dan mempertimbangkan aspek kepatuhan jurnalistik TRANS 7 dan memeriksa adanya pelanggaran termasuk izin penyiarannya serta menjatuhkan sanksi yang seberat-beratnya. Dan bila perlu mencabut izin operasional TRANS 7.
5. Menginstruksikan kepada PC LPBHNU Bojonegoro untuk mengambil langkah-langkah hukum terkait dengan permasalahan dimaksud sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.
6. Menginstruksikan kepada jajaran MWC NU se-Kabupaten Bojonegoro untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi menjaga marwah pesantren dan para kyai di wilayahnya masing-masing.
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published