Forum TBM Bojonegoro Susun Program 2025–2030, 17 TBM Terima Bantuan Buku

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Bojonegoro masa bakti 2025–2030 menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Jumat (13/2/2026), di TBM Qurrota A’yun, Kompleks TK ABA Percontohan.

Mengusung tema “Literasi untuk Kesejahteraan: Menumbuhkan Kemandirian Masyarakat Bojonegoro Melalui Budaya Baca”, kegiatan tersebut menjadi momentum penyusunan arah program kerja lima tahun ke depan.

Melalui Rakerda ini, Forum TBM Bojonegoro berharap dapat merumuskan program yang mampu menyasar masyarakat luas agar menjadikan literasi sebagai gaya hidup. Tidak hanya mendorong budaya baca, tetapi juga membangun sikap selektif dalam memilih informasi sehingga berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat.

Ketua Forum TBM Kabupaten Bojonegoro, Dwi Anjarwati, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam menjalankan program ke depan.

"Untuk fokus utama program kita ke depannya adalah kita harus berjalan bersama. Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro dapat menjadi salah satu cara," tutur Anjar.

Ia berharap sinergi berkelanjutan antara Forum TBM dan Dinas Pendidikan dapat diperkuat melalui berbagai kegiatan literasi, khususnya di jalur pendidikan nonformal.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Rasmadi, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Ia menekankan pentingnya keberadaan TBM sebagai bagian dari pendidikan nonformal di tengah masyarakat.

"Keberadaan TBM sangat penting. Keberadaannya tidak hanya bermanfaat bagi orang yang sudah mendapatkan pendidikan formal, namun juga bisa dirasakan oleh orang atau anak-anak yang tidak pernah mendapatkan pendidikan formal," ungkap Rasmadi.

Rasmadi juga mengingatkan bahwa secara koordinasi, TBM berada di bawah bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan. Karena itu, ia mendorong penertiban administrasi dan pembaruan profil kelembagaan sebagai upaya menjaga keberlanjutan program.

"TBM adalah salah satu jenis pendidikan nonformal sehingga garis koordinasinya bisa melalui saya. Setelah ini perlu ditertibkan administrasinya," tandasnya.

Selain Rakerda, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bantuan buku cerita anak dari Pusat Perbukuan Kemendikdasmen. Sebanyak 17 anggota TBM menerima bantuan buku yang diserahkan secara simbolis oleh Rasmadi.

Setelah pembukaan dan penyerahan buku, agenda dilanjutkan dengan pembahasan program-program prioritas Forum TBM Bojonegoro untuk periode 2025–2030. [feb/mad]