Reporter: Sika Khairunnisa'
blokBojonegoro.com - Rencana pemerintah mengimpor 580 ribu indukan ayam (parent stock) dari Amerika Serikat menuai perhatian dari DPRD Jawa Timur. Kebijakan tersebut dinilai perlu dikawal ketat agar benar-benar bertujuan memperkuat sektor pembibitan, bukan justru membebani peternak lokal.
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Khusnul Khuluk, menyampaikan catatan tegas terkait rencana impor tersebut. Ia menegaskan bahwa kebijakan itu harus tepat sasaran dan tidak merugikan pelaku usaha peternakan dalam negeri.
Menurutnya, impor indukan masih dapat dipahami apabila diperuntukkan bagi kebutuhan breeding atau pembibitan untuk menghasilkan ayam petelur dan pedaging yang lebih produktif.
“Kalau yang diimpor itu indukan untuk breeding, yang akan menetaskan bibit ayam petelur dan pedaging, saya rasa tidak apa-apa. Untuk menambah populasi memang perlu bibit unggul supaya produktivitasnya tinggi,” ujar Khusnul.
Ia menekankan bahwa kualitas parent stock menjadi faktor kunci dalam meningkatkan produksi nasional. Indukan yang tidak berkualitas, kata dia, justru berisiko menurunkan performa hasil ternak di tingkat peternak.
“Jangan sampai indukan yang masuk tidak berkualitas. Kalau ingin produksi meningkat, harus dari bibit yang benar-benar unggul,” tegasnya.
Namun, Khusnul menyatakan kurang sepakat apabila impor dilakukan dalam bentuk daging ayam atau telur konsumsi. Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut secara mandiri.
“Kalau berupa daging atau telurnya yang diimpor, tentu kami kurang setuju. Kita ini negara agraris, potensinya besar. Ke depan harus diberi ruang agar bisa mandiri,” katanya.
Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah untuk memperkuat dukungan anggaran riset bagi peneliti dalam negeri agar mampu mengembangkan indukan ayam unggul secara mandiri dan berkelanjutan.
“Silakan impor kalau memang untuk memperkuat breeding dan menambah populasi. Tapi riset lokal harus diperkuat, supaya kita bisa menghasilkan indukan unggul sendiri,” pungkasnya. [sik/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published