Mpok Damira Sukses Kelola Sampah Rumahan di Desa Ngumpakdalem Dander Bojonegoro

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Mayoritas orang memilih menjauh dari tumpukan sampah karena bau dan kotor, namun sekelompok orang di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Bojonegoro yang tergabung dalam Kelompok Dalem Mandiri Sejahtera (Mpok Damira) justru melakukan hal sebaliknya. Mereka berhasil mengubah timbunan sampah yang semula menjadi beban lingkungan menjadi produk bermanfaat dan tabungan bernilai ekonomi.

Berdasarkan data terbaru, Mpok Damira kini mampu mengelola hingga 945 kg sampah setiap harinya. Volume ini terdiri dari 825 kg sampah rumah tangga serta 120 kg sampah yang berasal dari toko dan perkantoran. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata pengurangan drastis beban sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Eni Suhartini, salah satu pengurus inti Mpok Damira, mengungkapkan bahwa gerakan ini lahir dari kesadaran pribadi dan keinginan tulus untuk membantu Pemerintah Desa (Pemdes) dalam menangani masalah lingkungan.

"Saya tergerak karena kesadaran diri sendiri terhadap lingkungan. Saya ingin membantu desa agar lebih bersih, meskipun awalnya tidak mudah karena banyak yang menjauhi urusan sampah," ujar Eni.

Perjalanan Eni dan tim Mpok Damira tidak selalu mulus. Tantangan terbesar justru datang dari perilaku masyarakat. Banyak warga yang awalnya enggan memilah sampah dari rumah dengan alasan klasik: kotor dan tidak punya waktu (sibuk).

Namun, melalui edukasi yang konsisten, Mpok Damira berhasil mengubah pola pikir tersebut. Kini, warga justru bersemangat memilah sampah untuk "menabung". Sampah organik diolah menjadi pupuk organik yang berkualitas, sementara sampah non-organik dikelola sedemikian rupa agar memiliki nilai ekonomi kembali.

Kehadiran Mpok Damira membawa perubahan signifikan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat desa. Diantaranya desa menjadi lebih bersih dan bebas dari tumpukan sampah liar dan ekonomi kerakyatan meningkat.

Eni Suhartini berharap gerakan ini tidak berhenti di kelompoknya saja. Ia mengajak seluruh masyarakat Bojonegoro untuk lebih peduli dan mengikuti program dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terutama dalam hal pemilahan sampah organik dan non-organik sejak dari dapur masing-masing.

"Harapan saya, kita semua bisa konsisten memilah sampah. Semakin banyak yang memilah di rumah, semakin sedikit sampah yang terbuang sia-sia ke TPA. Mari kita wariskan lingkungan yang bersih untuk anak cucu," pungkasnya. [feb/mad]