Pertemuan Keempat, PC LF PCNU Bojonegoro Fokus Hisab Taqribi Awal Bulan Qamariah
Suasana Madrasah Falakiyah pada Minggu kemarin

Kontributor: Ayu Rahma Fadila

blokBojonegoro.com - Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro kembali menggelar kegiatan Madrasah Falakiyah pada Minggu kemarin. Berlangsung di Smart Class Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro, pertemuan keempat ini sukses menarik antusiasme tinggi para peserta.

Acara tersebut diikuti 43 peserta yang datang dari berbagai kalangan. Ada utusan dari berbagai Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), pondok pesantren, Kantor Urusan Agama (KUA), serta para pegiat ilmu falak dari luar kota.

Pada pertemuan keempat, fokus utama materi adalah Perhitungan Hisab Taqribi Awal Bulan Qamariah. Materi esensial tersebut dibawakan langsung Ketua Lembaga FalakiyahPCNU Bojonegoro, KH. Mochammad Charis yang dan Alfan Magfuri selaku Sekretaris Lembaga Falakiyah PCNU Bojonegoro. Materi yang berisi rumus dan tabel perhitungan tersebut merujuk pada kitab klasik Fathur Raufil Manan karya KH. Abdul Jalil.

Dalam pemaparannya, Alfan menekankan pentingnya ketelitian dalam memahami metode hisab taqribi guna menentukan awal bulan qamariah secara mandiri. 

Ia menjelaskan, penguasaan terhadap literatur klasik seperti Fathur Raufil Manan merupakan fondasi penting bagi para santri dan pegiat falak di era modern.

"Memahami hisab taqribi bukan sekadar menghafal hasil akhir, melainkan memahami proses di dalamnya mulai dari awal hingga akhir. Hal ini agar kaidah-kaidah ilmu falak karya ulama nusantara tetap terjaga dan dipahami secara komprehensif," ujar Alfan saat memberikan materi di hadapan peserta.

Sementara itu, Ketua LF PCNU Bojonegoro, KH. Mochammad Charis memberikan dorongan semangat sekaligus arahan penting kepada seluruh peserta yang hadir. 

Kyai Charis berpesan agar para peserta tidak merasa terbebani oleh deretan angka dalam perhitungan, melainkan lebih menitikberatkan pada pemahaman rumus dasarnya.

"Fokuslah pada rumus perhitungannya, bukan pada angkanya. Jika rumus dan logikanya sudah dipahami dengan baik, angka berapa pun yang dihadapi dalam perhitungan hisab akan terasa mudah untuk diselesaikan," tutur Kyai Charis di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, Kyai Charis juga menyampaikan harapan besar agar para peserta senantiasa semangat belajar falak dan istiqomah mengikuti rangkaian Madrasah Falakiyah pada edisi-edisi selanjutnya.

Dengan konsistensi tersebut, pihaknya optimis Bojonegoro ke depan akan mampu melahirkan kader-kader ahli falak yang handal, kredibel, dan siap mengabdi di tengah masyarakat. [ayu/mad]