Refleksi tahun baru 2026, Belajar dermawan
Ilustrasi sedekah

Oleh: Kiai Ahmadi Ilyas*

blokBojonegoro.com - Tanpa terasa kita sudah di penghujung tahun 2025, dan tinggal sehari memasuki tahun baru 2026. Menjelang pergantian tahun, sejenak kita introspeksi, muhasabah diri, tentang apa yang sudah kita lakukan dan apa yang belum kita amalkan.

Dengan penuh kejujuran, kita timbang, ibadah dan maksiat kita. Muhasabah diri seberapa banyak kebaikan dan keburukan yang kita kerjakan.
Sebab orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin. 

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

من كان يومه خيرا من امسه فهو رابح. ومن كان يومه مثل امسه فهو مغبون. ومن كان يومه شرا من امسه فهو ملعون.( رواه الحاكم)

Artinya: "Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, (dan) barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan bahkan, barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka." (HR Al Hakim).

Lebih spesifik lagi, tentang sifat kedermawan yang menjadi salah satu pilar dalam ibadah sosial. Rasa empati semakin langka, tergerus arus modernisasi perlu kiranya kita tingkatkan dengan cara belajar dermawan. Kekikiran yang menjadi sifat dasar manusia juga menjadi sebab awal hilangnya empati.

Selanjutnya, sebagai makhluk sosial kita tahu bahwa memberi (sedekah) adalah amal sosial yang sangat mulai, yaitu memberi atau membantu kepada orang lain dengan harta atau finansial yang kita miliki, tanpa melihat besar dan kecilnya.

Untuk itu, coba direnungkan, surat Al-Baqarah ayat 177:

﴿۞ لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ﴾

Artinya: "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." [Baqarah: 177]

Dalam penggalan ayat:

﴿وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ﴾...الاية البقرة ١٧٧

Artinya: "Memberikan harta yang di cintainya."

Hal ini tidak mudah, oleh karena itu di anggap sebuah kebajikan (Al Birr), sebab memberikan harta yang dicintai itu artinya mengorbankan kepentingan pribadi demi orang lain. 

Implementasi ayat tersebut, tidak hanya memberikan harta yang masih dibutuhkan saja, tapi memberikan harta yang dicintainya dengan tulus.

Dari Abu huroiroh r.a , Rasulullah SAW bersabda:

"أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ، تَأْمُلُ الْغِنَى، وَتَخْشَى الْفَقْرَ".

Artinya: "Shodaqoh yang lebih utama yaitu apabila kamu bersedekah sedang kamu dalam keadaan sehat dan eman , masih berharap kaya dan takut miskin."

Inilah salah satu fokus perang kita, melawan penyakit kekerdilan dan kekikiran hati kita. Semoga Tahun baru 2026, menjadi awal momen untuk memberantas penyakit kikir.

Sehingga kita bisa memberi manfaat secara optimal kepada sosial masyarakat, dengan membantu, memberikan harta kepada yang membutuhkan. Pada akhirnya semoga kita akan tergolong orang yang benar dan bertakwa. [mad]

*Dewan Perumus LBM PCNU BOJONEGORO