Mahasiswa PGMI Hadirkan Media KINTARA untuk Penguatan Literasi Siswa di MI Islamiyah Bumiayu

Reporter: Anang Febri

blokbojonegoro.com - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Islam Darul ‘Ulum (UNISDA) Lamongan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi media pembelajaran KINTARA (Kincir Kata Interaktif) di MI Islamiyah Bumiayu, Kabupaten Bojonegoro.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pembelajaran pada Mata Kuliah Pembelajaran Bahasa Indonesia MI/SD yang mengarahkan mahasiswa untuk menghasilkan produk media pembelajaran sebagai bagian dari penilaian Ujian Akhir Semester (UAS) melalui praktik micro teaching. Dari proses tersebut, lahir media KINTARA yang dinilai memiliki nilai inovasi dan potensi pengembangan hingga berhasil diajukan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Di bawah bimbingan dosen pengampu, Diana Zuschaiya, media KINTARA tidak hanya berhenti pada tahap pengembangan, tetapi juga diimplementasikan secara langsung dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dasar melalui program pengabdian dengan tema “Penguatan Literasi Siswa melalui Media KINTARA (Kincir Kata Interaktif)”.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PGMI UNISDA Lamongan berinteraksi langsung dengan siswa kelas 2 MI Islamiyah Bumiayu. Media KINTARA digunakan sebagai sarana pembelajaran interaktif untuk membantu siswa mengenal huruf, memperkaya kosakata, serta menyusun kata dan kalimat secara menyenangkan. Kegiatan berlangsung secara partisipatif dan mendapat respons antusias dari para siswa. Untuk menambah motivasi belajar, mahasiswa juga memberikan reward kepada siswa yang aktif dan berani mencoba, sehingga suasana pembelajaran menjadi semakin semangat dan menyenangkan.

Salah satu perwakilan mahasiswa PGMI UNISDA Lamongan, Della Puspita menjelaskan bahwa media KINTARA dirancang sebagai solusi pembelajaran yang interaktif dan mudah digunakan oleh siswa sekolah dasar. “KINTARA kami kembangkan agar siswa dapat belajar sambil bermain, sehingga mereka lebih mudah mengenal huruf, menyusun kata, hingga membentuk kalimat sederhana. Program ini juga menjadi bentuk implementasi langsung dari pembelajaran di kampus ke dalam praktik nyata di sekolah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami dinamika pembelajaran di kelas. “Awalnya kami sempat ragu apakah siswa akan tertarik, namun ternyata mereka sangat antusias. Suasana kelas menjadi lebih hidup saat kincir diputar dan siswa mulai menyusun kata. Bahkan siswa yang biasanya pasif menjadi lebih berani dan aktif. Dari sini kami belajar bahwa menjadi pendidik tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan,” tambahnya.

Guru kelas 2 MI Islamiyah Bumiayu, Dina Yuli Indrawati, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. “Saya merasa sangat puas dan senang dengan adanya kegiatan pembelajaran bersama Mahasiswa PGMI dari UNISDA Lamongan. Siswa kelas 2 tampak sangat bahagia dengan adanya kegiatan ini. Saya menilai media yang digunakan mampu membangkitkan semangat anak-anak. Selain itu mereka juga memperoleh tambahan kosakata baru sehingga daya literasinya semakin meningkat. Kegiatan seperti ini sebaiknya lebih sering diadakan di sekolah,” ujarnya.

Kepala MI Islamiyah Bumiayu turut memberikan dukungan terhadap inovasi yang dihadirkan. Ia berharap media KINTARA tidak hanya digunakan dalam kegiatan ini, tetapi dapat dilanjutkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh guru kelas dalam proses pembelajaran sehari-hari, sehingga dampaknya terhadap peningkatan literasi siswa dapat lebih optimal.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas literasi siswa di tingkat sekolah dasar, sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kepedulian terhadap dunia pendidikan.

Melalui integrasi antara pembelajaran di kelas, pengembangan produk, dan implementasi di lapangan, mahasiswa PGMI UNISDA Lamongan menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi inovatif bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. [lis]