Konfercab XXIX PMII Bojonegoro Lahirkan Pemimpin Perempuan Pertama Sejak 1986
Simbolis, Bahrul Hikam menyerahkan tongkat estafet PC PMII Bojonegoro kepada Anggun Sofia Ardila (Foto: Istimewa)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Perjalanan panjang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bojonegoro memasuki babak baru. Setelah hampir empat dekade berdiri, organisasi kemahasiswaan Islam tersebut untuk pertama kalinya mempercayakan kursi Ketua Umum Pengurus Cabang kepada seorang perempuan.

Sejarah itu tercipta dalam Konferensi Cabang (Konfercab) XXIX PMII Bojonegoro yang berlangsung pada 23-25 Juni 2026 di Pondok Pesantren Al-Aly, Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu. Forum permusyawaratan tertinggi di tingkat cabang tersebut menetapkan Anggun Sofia Ardila sebagai Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Bojonegoro periode berikutnya.

Konfercab XXIX diikuti enam komisariat, yakni PMII Komisariat IKIP PGRI Bojonegoro, Komisariat At-Tanwir, Komisariat Universitas Bojonegoro (Unigoro), Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI), Komisariat Universitas Terbuka (UT) Bojonegoro, serta Komisariat Putu Santri.

Terpilihnya Anggun, yang merupakan kader PMII Komisariat IKIP PGRI Bojonegoro, menjadi momentum penting dalam sejarah organisasi. Sejak PMII Bojonegoro berdiri pada 1986, belum pernah ada perempuan yang menduduki jabatan Ketua Umum Pengurus Cabang.

Usai terpilih, Anggun menyampaikan rasa syukur atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan seluruh kader PMII Bojonegoro.

"Terima kasih atas seluruh doa, ucapan, dukungan, serta kepercayaan yang diberikan kepada saya pasca Konfercab PMII Bojonegoro ke-29. Setiap pesan baik yang masuk saya terima dengan penuh rasa syukur," tulis Anggun, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, amanah yang kini diemban bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlangsungan gerakan organisasi.

"Amanah ini bukan tentang satu orang, melainkan perjuangan bersama untuk terus merawat pergerakan. Saya percaya, tanpa sahabat-sahabat semua, saya bukan apa-apa," lanjutnya.

Anggun juga mengajak seluruh kader untuk tetap menjaga kebersamaan dan memperkuat soliditas organisasi. Ia menilai kemajuan PMII Bojonegoro hanya dapat diwujudkan melalui kerja kolektif seluruh kader dan pengurus.

Menutup pernyataannya, Anggun meminta doa agar mampu menjalankan amanah kepemimpinan tersebut dengan baik.

"Mohon doa agar saya mampu menjalankan tanggung jawab ini dengan sebaik-baiknya," ungkapnya.

Ucapan selamat turut disampaikan Ketua PC Ikatan Alumni (IKA) PMII Bojonegoro, Drs. H. Abdul Wahid Syamsuri. Ia berharap kepemimpinan baru dapat membawa organisasi semakin berkembang dan memberi manfaat bagi kader maupun masyarakat.

"Selamat dan sukses sahabati Anggun atas terpilihnya jadi Ketua Umum PMII Cabang Bojonegoro Periode 2026–2027. Semoga selalu dalam petunjuk dan lindungan Alloh SWT. Aamiin YRA," ungkap Abdul Wahid Syamsuri.

Lebih dari sekadar pergantian kepemimpinan, Konfercab XXIX menjadi penanda bahwa proses kaderisasi dan demokrasi organisasi terus berjalan di tubuh PMII Bojonegoro. Kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat tradisi intelektual, mengembangkan kaderisasi, serta menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan PMII.

Terpilihnya Anggun Sofia Ardila sekaligus menjadi catatan penting dalam sejarah PMII Bojonegoro. Setelah 40 tahun perjalanan organisasi, estafet kepemimpinan kini berada di tangan perempuan untuk pertama kalinya, membuka lembaran baru bagi perjalanan PMII di Kota Ledre. [feb/mad]