Sambut MPLS Ramah, SMKN Kasiman Libatkan Orang Tua dalam Sosialisasi Peserta Didik Baru
Suasana sosialisasi MPLS Ramah Anak di SMK Negeri Kasiman (Foto: Istimewa)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027, SMK Negeri Kasiman menggelar sosialisasi bagi peserta didik baru kelas X dengan melibatkan orang tua. Kegiatan ini menjadi bagian dari pra-MPLS untuk menyamakan pemahaman mengenai budaya sekolah sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga.

Kepala SMKN Kasiman, Eko Ratimanto, mengatakan keterlibatan orang tua menjadi salah satu langkah penting agar proses adaptasi peserta didik di lingkungan sekolah berjalan lebih baik sejak hari pertama.

"Melalui sosialisasi ini, orang tua dan siswa memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan MPLS Ramah, tata tertib, budaya sekolah, hingga komitmen bersama dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik," ujarnya saat dikonfirmasi.



Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro, Maskun, menjelaskan bahwa pra-MPLS merupakan tahapan persiapan sebelum pelaksanaan MPLS secara resmi. Sekolah diberi ruang untuk mempersiapkan peserta didik baru agar lebih siap mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.

Menurutnya, MPLS Ramah tahun ini tetap mengedepankan pengenalan lingkungan sekolah, namun diperkuat dengan nilai-nilai integritas, pendidikan karakter, dan komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman serta nyaman.

"Harapannya, MPLS tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum membangun komitmen terhadap pendidikan dan membentuk karakter peserta didik sejak awal," kata Maskun.

Ia menambahkan, pada pembukaan MPLS tingkat Jawa Timur, seluruh SMA, SMK, dan SLB akan mengikuti kegiatan secara daring yang dipusatkan di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan tersebut dijadwalkan dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Ketua KPK, serta Gubernur Jawa Timur.

Di sisi lain, Kasi SMK Cabdindik Wilayah Bojonegoro, Unsa Hudiana, menegaskan bahwa substansi MPLS Ramah tetap berfokus pada pengalaman pertama peserta didik di sekolah.

"Yang utama adalah mengenalkan lingkungan sekolah. Selain itu ada penguatan materi tentang sekolah ramah anak, pencegahan penyalahgunaan narkoba, pembentukan karakter, dan berbagai muatan positif lainnya," jelasnya.

Pelaksanaan pra-MPLS seperti yang dilakukan SMKN Kasiman dinilai sejalan dengan kebijakan Kemendikdasmen yang mendorong sekolah menyosialisasikan program MPLS kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, bebas dari perpeloncoan, serta mendukung proses adaptasi peserta didik baru. [feb/mu]