Wisuda STIKes Muhammadiyah Bojonegoro, Lulusan Diminta Terus Asah Kompetensi di Era AI
Mewakili Pemkab Bojonegoro, Dr. Kusnandaka Tjatur P., M.Si., selaku Pembina Utama Muda, saat menghadiri prosesi wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Bojonegoro (Foto: Istimewa)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Lulusan STIKes Muhammadiyah Bojonegoro diminta tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), tenaga kesehatan dituntut terus mengasah kompetensi agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan perwakilan Bupati Bojonegoro, Dr. Kusnandaka Tjatur P., M.Si., selaku Pembina Utama Muda, saat menghadiri prosesi wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Bojonegoro.

Kusnandaka menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan di bidang kesehatan. Ia berharap para lulusan tidak hanya membawa bekal akademik, tetapi juga mampu terus mengembangkan kemampuan sesuai dengan perubahan zaman.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan AI mulai mengubah berbagai bidang pekerjaan. Sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia kini dapat dikerjakan melalui sistem otomatisasi.

Meski demikian, ia menilai bidang kesehatan tetap membutuhkan peran tenaga kesehatan secara langsung. Analisis, pelayanan, pendampingan, serta interaksi dengan masyarakat membutuhkan kompetensi dan keterlibatan manusia.

Karena itu, ia mendorong para lulusan STIKes Muhammadiyah Bojonegoro untuk terus meningkatkan kemampuan dan tidak berhenti belajar setelah lulus.

"Para lulusan ini diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung berbagai program kesehatan pemerintah," ungkapnya.

Kusnandaka juga menyampaikan capaian pembangunan Kabupaten Bojonegoro. Saat ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bojonegoro telah mencapai 72,59 persen. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat menjadi salah satu faktor yang turut mendukung capaian tersebut, termasuk melalui indikator Angka Harapan Hidup.

Ia berharap kehadiran tenaga kesehatan baru dapat semakin memperkuat pelayanan kesehatan di tengah masyarakat. Para lulusan dapat mengambil peran dalam berbagai program pemerintah, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pendampingan balita, penanganan tengkes (stunting), hingga edukasi kesehatan di tingkat desa.

Keterlibatan tenaga kesehatan di tingkat masyarakat dinilai penting untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

“Harapannya, para lulusan dapat ikut berkontribusi dalam berbagai program kesehatan dan bersama-sama mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” lanjutnya.

Selain kepada para lulusan, Kusnandaka juga menyampaikan pesan kepada pimpinan dan civitas akademika STIKes Muhammadiyah Bojonegoro. Ia mengimbau agar kurikulum dan metode pembelajaran terus disesuaikan dengan perkembangan teknologi serta tantangan yang dihadapi dunia kerja.

Menurutnya, perguruan tinggi perlu membekali mahasiswa tidak hanya dengan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan pemecahan masalah (*problem solving*) yang adaptif.

Dengan pembelajaran yang terus berkembang, lulusan diharapkan mampu menghadapi perubahan teknologi sekaligus tetap memberikan pelayanan kesehatan yang humanis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Wisuda tersebut menjadi momentum bagi para lulusan untuk memasuki dunia profesional sekaligus mengambil peran dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Bojonegoro. [feb/mad]