Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – Rasa nyeri hebat yang menjalar dari dada hingga punggung sepulang bekerja menjadi awal dari pengalaman menegangkan bagi Arif Zainuddin (49), warga Kelurahan Ledok Kulon, Kabupaten Bojonegoro.
Arif tak menyangka, rasa sakit yang dialaminya ternyata merupakan tanda serangan jantung. Beruntung, penanganan medis yang cepat dan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang aktif membuatnya bisa mendapatkan tindakan medis hingga pemasangan ring jantung tanpa harus memikirkan biaya pengobatan.
Merasa kondisi tubuhnya tidak kunjung membaik, Arif langsung mendatangi Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Aisyiyah Bojonegoro. Tim medis langsung melakukan sejumlah pemeriksaan, mulai dari pemeriksaan laboratorium, elektrokardiogram (ECG), hingga X-ray dada.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyumbatan pada pembuluh darah utama jantung. Untuk mencegah kondisi yang lebih fatal, dokter kemudian menyarankan Arif menjalani tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) atau pemasangan ring (stent) jantung.
“Saat dokter menjelaskan bahwa saya harus menjalani tindakan pemasangan ring jantung, tentu ada rasa takut dan cemas. Namun di sisi lain saya merasa lebih tenang karena status kepesertaan JKN saya aktif. Saya bisa fokus pada proses pengobatan dan pemulihan tanpa harus memikirkan bagaimana membayar biaya tindakan yang nilainya pasti sangat besar,” ungkap Arif, Rabu (30/9/2026).
Untuk mendapatkan penanganan spesialis yang lebih komprehensif, Arif kemudian dirujuk ke Cath Lab Instalasi Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.
Di bawah penanganan dokter spesialis jantung bersama tim medis, prosedur pemasangan stent berjalan lancar dan berlangsung sekitar 40 menit.
Usai menjalani tindakan, Arif dalam kondisi sadar penuh kemudian dipindahkan ke ruang Intensive Coronary Care Unit (ICCU) untuk mendapatkan pemantauan secara intensif.
Berdasarkan catatan medis, Arif memiliki sejumlah faktor risiko penyakit jantung. Di antaranya tekanan darah 158/100 mmHg, kolesterol total 210 mg/dL, LDL 179 mg/dL, HDL 25 mg/dL, serta kebiasaan merokok.
“Saya bersyukur menjadi peserta JKN. Saya benar-benar terkejut dan sangat bersyukur ketika mengetahui seluruh biaya operasi hingga perawatan intensif ditanggung sepenuhnya 100 persen oleh BPJS Kesehatan tanpa ada biaya tambahan sama sekali," ujar Arif.
Menurut Arif, kemudahan akses layanan kesehatan yang dirasakannya menjadi pengalaman berharga. Mulai dari pemeriksaan awal hingga tindakan medis lanjutan oleh dokter spesialis jantung dapat dijalani sesuai kebutuhan medis.
“Saya merasakan sendiri bagaimana petugas kesehatan bekerja dengan sigap. Tidak ada perbedaan pelayanan antara peserta JKN dengan pasien lainnya,” ulasnya.
Arif juga menyampaikan apresiasi kepada para dokter, tim medis, dan seluruh staf rumah sakit yang telah memberikan pelayanan selama proses pengobatan.
“Pelayanan yang saya terima sangat humanis tanpa ada diskriminasi terhadap peserta JKN. Saya sangat berterima kasih kepada keluarga dan kerabat yang tiada henti memberikan doa serta dukungan moral. Semoga Program JKN dapat terus berkelanjutan,” tuturnya.
Setelah kondisinya berangsur membaik, pengalaman tersebut membuat Arif semakin peduli terhadap kesehatan. Ia mulai berupaya menerapkan pola hidup lebih sehat serta berkomitmen rutin melakukan kontrol sesuai anjuran dokter.
“Sekarang saya lebih menjaga pola makan, mengurangi makanan berlemak, dan berusaha meninggalkan kebiasaan merokok. Saya tidak ingin pengalaman ini terulang kembali. Kesehatan adalah investasi yang sangat berharga, dan JKN telah membantu saya mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup lebih sehat,” jelasnya.
Arif berharap Program JKN dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perlindungan ketika menghadapi kondisi medis yang datang secara tidak terduga.
“Saya ingin mengajak masyarakat untuk memastikan kepesertaan JKN tetap aktif. Kita tidak pernah tahu kapan sakit datang. Ketika kondisi darurat terjadi seperti yang saya alami, kehadiran JKN benar-benar menjadi penolong yang memberikan rasa aman dan harapan,” pungkasnya. [riz/mad]