Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Menjaga hubungan dengan almamater dan berbagi keberhasilan kepada generasi berikutnya menjadi pesan penting bagi para lulusan Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro. Kampus tersebut berharap para alumni tidak hanya sukses membangun karier, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat hingga menembus kancah internasional.
Pesan itu mengemuka dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana UNUGIRI Bojonegoro Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (13–15 Oktober 2026). Sebanyak 948 wisudawan dari jenjang sarjana (S1) dan magister (S2) mengikuti prosesi kelulusan yang terbagi dalam beberapa sesi.
Pada hari pertama, Selasa (13/10/2026), sebanyak 180 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) diwisuda. Dalam prosesi tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Keagamaan UNUGIRI Bojonegoro, Nurul Huda, membacakan Surat Keputusan Rektor tentang kelulusan sekaligus daftar lulusan terbaik program sarjana dan pascasarjana.
Program studi yang diwisuda meliputi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI), Magister Hukum Ekonomi Syariah (MHES), serta program sarjana dari Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah dan Adab, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Salah satu lulusan terbaik Prodi PAI, Baharudin, mencatatkan prestasi dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97 dan predikat cumlaude.
Jaga Hubungan dengan Almamater
Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUGIRI Bojonegoro, Saifuddin Idris, menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah menuntaskan pendidikan tinggi. Ia juga menyoroti keberhasilan Fakultas Tarbiyah, khususnya Prodi PAI, yang telah meraih akreditasi Unggul.

Menurut Saifuddin, capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus nilai tambah bagi mahasiswa. Masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya kini memiliki akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas tanpa harus pergi ke luar daerah.
"Selamat kepada anak-anakku yang telah lulus dari prodi berakreditasi Unggul. Ini membanggakan, apalagi lulus dengan predikat Unggul dan IPK yang bagus," ungkap Saifuddin Idris dalam sambutannya.
Ia mengingatkan para lulusan agar tidak menganggap wisuda sebagai akhir perjalanan, melainkan sebagai awal untuk menghadapi tantangan kehidupan yang lebih luas.
Saifuddin juga berpesan agar alumni tetap menjaga hubungan dengan almamater dan bersedia membantu mahasiswa yang masih menempuh pendidikan.
Menurutnya, pengalaman dan jaringan yang dimiliki alumni dapat menjadi bekal berharga bagi generasi berikutnya.
"Setelah kalian dari sini, lima atau sepuluh tahun ke depan, baliklah ke UNUGIRI Bojonegoro, datang ke sini. Ada dua hal, kalau Anda berhasil, tularkan keberhasilan Anda kepada adik-adik Anda. Kalau Anda belum berhasil, datang ke alumni, akan dibantu dengan jaringan-jaringan," pesannya.
Ia berharap para alumni mampu mengembangkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah, membangun jejaring profesional, serta berkiprah di berbagai daerah di Indonesia hingga tingkat internasional.
Empat Sifat Nabi Jadi Pedoman
Selain mendorong alumni membangun karier dan jejaring, Saifuddin mengingatkan pentingnya menjaga karakter dalam menghadapi dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Ia meminta para wisudawan menjadikan empat sifat Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman, yakni shiddiq yang berarti jujur, amanah atau dapat dipercaya, tabligh yakni mampu menyampaikan pesan dan berkomunikasi dengan baik, serta fathanah yang berarti cerdas.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan pendidikan karakter yang diberikan UNUGIRI Bojonegoro selama mahasiswa menjalani proses perkuliahan.
Saifuddin berharap para lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga menjunjung tinggi akhlakul karimah berdasarkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.
"Sudah diajarkan oleh para dosen, yaitu karakter-karakter yang ada di UNUGIRI Bojonegoro, yakni akhlakul karimah berdasarkan Ahlussunnah wal Jamaah," tandasnya.
Wisuda Menjadi Awal Pengabdian
Sementara itu, perwakilan wisudawan S1 Prodi PAI, Putri Dharma Yanti, menyampaikan kesan dan pesannya setelah menjalani perjalanan akademik sejak 2022 hingga akhirnya diwisuda pada 2026.
Putri mengungkapkan bahwa setiap mahasiswa memiliki perjuangan yang berbeda dalam menyelesaikan pendidikan. Sebagian harus merantau dan meninggalkan keluarga, membagi waktu antara kuliah dan bekerja, aktif dalam organisasi, hingga menjalani tanggung jawab merawat orang tua yang sedang sakit.
Beragam pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam perjalanan mahasiswa untuk meraih gelar akademik.
Putri mengajak seluruh wisudawan membawa semangat UNUGIRI ke mana pun mereka melangkah. Ia menegaskan bahwa ilmu pengetahuan harus diamalkan, sedangkan gelar akademik hendaknya menjadi landasan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Selamat kepada Bapak dan Ibu yang telah senantiasa bersabar menunggu momen ini, dan selamat kepada UNUGIRI yang telah melahirkan lulusan yang siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan sesama," tutur Putri.
Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana UNUGIRI Bojonegoro Tahun 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh dan undangan. Di antaranya Wakil Rois Syuriyah NU KH. Syaifurrohmah Dimyati, Sekretaris PCNU Zainudin Azhari, Ketua Ikatan Alumni Sutikno, Kepala Kantor Kementerian Agama, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta perwakilan badan otonom Nahdlatul Ulama.
Hadir pula perwakilan IPNU dan IPPNU, PERGUNU, LP Ma'arif NU, serta sejumlah perguruan tinggi dari Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan.
Melalui wisuda tahun ini, UNUGIRI Bojonegoro berharap dapat terus melahirkan lulusan yang unggul dalam bidang keilmuan, memiliki karakter religius, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pesan bagi para wisudawan pun jelas: keberhasilan tidak berhenti pada pencapaian pribadi. Alumni diharapkan tetap terhubung dengan almamater, berbagi pengalaman, dan membuka jalan bagi generasi berikutnya untuk meraih masa depan yang lebih baik. [feb/mad]