Skip to main content

Category : Kolom


Pendidikan Desa, Kota dan Dunia

Bicara soal pendidikan, menurut KBBI pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Nah, sebagaimana kita tahu pendidikan itu mempunyai makna sebagai bekal untuk menuju hal-hal yang lebih baik bagi setiap orang. Pendidikan mencakup semua aspek penting dalam diri tiap individu khususnya aspek kepribadian. Aspek-aspek pendidikan yang berpengaruh dalam kehidupan tiap individu yakni kecerdasan, keagamaan, akhlak, bermasyarakat, keterampilan, pengembangan potensi dan juga bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pesantren, Kawah Candradimuka Santri Berkarakter

Penyandang gelar santri tidak hanya ditujukan kepada seseorang yang pernah mondok di pesantren saja, tetapi siapa pun yang berakhlak santri yang memiliki karakter tawadhu’ kepada Gusti Allah dan tawadhu’ kepada para alim ulama’. Saat ini setiap tanggal 22 oktober diperingati hari santri nasional sejak pemerintah menetapkannya pada tahun 2015. Tujuannya adalah mengenang peran santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan NKRI dari penjajahan. Hari Santri merujuk pada keluarnya Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 yang memantik terjadinya peristiwa heroik 10 November 1945.

Revitalisasi Spirit Salawat Badar

Tetapi tak banyak yang tahu bahwa Salawat Badar dikarang oleh seorang Kiai asli Tuban Jawa Timur dari NU, yakni Kiai Haji Ali Manshur, yang semasa hidupnya menjabat sebagai pengurus NU. Beliau wafat pada 26 Muharam dan dimakamkan di Desa Maibit, Rengel, Tuban.

Solusi Anak Malas Belajar

Melihat anak malas belajar seakan membuat miris kita sebagai orang tua. Pengorbanan yang dilakukan berwujud meteriil seakan tidak ada artinya untuk membuat mereka keranjingan belajar. Belum lagi, setelah terpenuhinya fasilitas teknologi berupa gadget, juga tidak serta merta menumbuhkan kemauan belajar. Yang jamak justru, mereka terlelap dalam buaian teknologi sehingga aktifitas belajar ‘seakan-akan tidak perlu dilakukan dengan sungguh-sungguh’.

Pencipta Lagu Darah Juang dan Kenangannya pada Bojonegoro

Nama John Tobing tentu akrab di telinga aktivis mahasiswa. Atau jika tidak mengenal nama itu, setidaknya mengenal lagu Darah Juang. Lagu itu sering dinyanyikan saat turun ke jalan meggelar demonstrasi. Ya, John Tobing adalah pencipta lagu “wajib” bagi aktivis mahasiswa era 1990 an hingga sekarang.

Dinamika Perilaku Peserta Didik, Tinjauan Kurikulum dan Amanat UU Sisdiknas

Membicarakan persoalan dinamika perilaku peserta didik amatlah menarik. Sebab, hal tersebut sifatnya dinamis. Perlu kita sadari bersama, ada beberapa perilaku peserta didik yang perlu dibenahi. Untuk itu sebagai orang tua maupun pendidik haruslah merespon dinamika tersebut. Disini penulis ingin mencoba menguraikan dinamika tersebut dilihat dari sudut pandang amanat kurikulum dan UU Sisdiknas.

Mengonkretkan Profesionalisme Guru

Menjadi guru yang bukan sekadar mengajar tentu akan lebih terhormat, dan kehadirannya di rindukan siswa. Terlebih ada pameo (sindiran) terkenal mengatakan, guru biasa itu memberi tahu, guru baik itu menjelaskan, guru pintar itu menunjukkan dan guru yang luar biasa itu yang mengilhami. Tentu bila para guru tidak ingin disebut sekadar menyelesaikan tanggungjawab mengajarnya, maka profesi dan aktivitas pembelajarannya perlu dijiwai.

Surat Terbuka untuk Kang Yoto, Bu Mit, Kang Hartono, dan Pak Mul

Bulan Juni 2018 tepatnya tanggal 27, insya Allah warga Bojonegoro akan mempunyai gawe besar demokrasi yaitu Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bojonegoro untuk periode 2018 – 2023. Hal ini wajar lantaran masa jabatan Suyoto (Kang Yoto) dan Setyo Hartono (Kang Hartono) yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati akan masuk masa akhir. Seiring dengan hal tersebut kandidat pengganti Kang Yoto mulai banyak muncul di permukaan untuk merebut hati warga Bojonegoro supaya diberi kepercayaan. Mereka berusaha menjadi sosok terbaik untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan Kang Yoto dan Kang Hartono.

Wapres ke-5 RI, Cucu dari Carik Kabalan dan Camat Balen

Kisah orang terkenal memang asyik untuk dibaca. Apalagi kisah itu diceritakan dengan bahasa dan penggambaran yang sederhana. Tidak sok puitis atau over dramatis. Anak-anak akan mudah memahaminya, mengambil manfaatnya, menangkap pesannya.

Menghadirkan Daya Menulis

Menulis punya fungsi merekam sejarah. Ia hadir menjadi bukti atas sesuatu yang terjadi. Hingga bila penulis boleh menggambarkan, kebesaran entitas suku, organisasi, prestasi, keindahan panorama alam, hingga kelebihan magis baik orang atau barang tidak akan terdengar gaungnya oleh orang lain, tanpa hadirnya penulis yang mengulasnya. Justru dari tulisan yang ditulis oleh para penulislah semua itu terdokumentasikan dengan rapi. Walau sang penulis kadang telah tiada, namun karya abadinya bisa dinikmati sepanjang masa.