Inilah Agenda HJB ke-342
Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) yang jatuh setiap tanggal 20 Oktober, selalu diperingati dengan beragam agenda setiap tahunnya.
Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) yang jatuh setiap tanggal 20 Oktober, selalu diperingati dengan beragam agenda setiap tahunnya.
Banyaknya angka pernikahan di Kabupaten Bojonegoro, membutuhkan persedian stok buku nikah begitu banyak, sehingga Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, mengajukan tambahan buku nikah untuk tahun 2020 mendatang.
Persediaan buku nikah di Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Bojonegoro, sempat menipis. Dengan kondisi tersebut, Kemenag meminta tambahan buku nikah ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jatim.
Suasana guyub penuh kebersamaan dan kekompakan ditunjukkan oleh seluruh warga Desa Bakalan, Kecamatan Kapas, saat menggelar Grebek Berkah Sumur Pitoe yang dilaksanakan Minggu (6/10/2019), dengan mengarak belasan gunungan hasil bumi desa setempat.
Menjadi salah satu dari sekian banyak rangkaian Hari Jadi Desa Tejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Karnaval mampu tarik perhatian ribuan masyarakat yang hadir menonton secara langsung di rute jalan yang dilewati.
Tradisi Sedekah Bumi merupakan salah satu bentuk ritual tradisional masyarakat di pulau Jawa yang sudah berlangsung secara turun-temurun. Tradisi tersebut sudah menjadi salah satu bagian dari masyarakat yang sangat lekat dengan budaya Jawa.
- Selain khotmil qur'an bin nadzor, beberapa kegiatan sudah diagendakan panitia haul Kiai Hasannadji ke-30, termasuk ziarah kubur dan tahlil di makbaroh, Rabu (2/10/2019) pagi. Bahkan rencananya malam harinya diisi sholawat bersama Ridlwan Asyfi feat Fatihah Indonesia di halaman Yayasan Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin (YPPRT) Balen, Bojonegoro.
Beberapa kegiatan diadakan dalam rangka Haul Kiai Hasannadji ke-30, pendiri Yayasan Pondok Pesantren Rodlotut Tholibin (YPPRT) Balen, Bojonegoro. Termasuk khotmil qur'an bin nadzor mengawali rangkaian acara Ponpes tertua di Kecamatan Balen itu.
Setelah mengendap hampir empat tahun akhirnya novel berjudul "Kembali ke Desa" terbit. Novel yang ditulis mantan wartawan Bojonegoro ini mulai ditulis sejak tahun 2012 dengan riset di desa-desa yang masuk kawasan terdampak proyek minyak dan gas bumi (Migas).
Peran Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU dalam mencerdaskan anak bangsa, tidak bisa dipandang sebelah mata. Terbukti tokoh intelektual banyak dilahirkan dari Ma'arif.