Skip to main content

Category : Tag: Budaya


Pemkab Bojonegoro

Parade Oklik Bojonegoro Tahun 2026, Catat Tanggal 19 Maret dan Cara Daftarnya

Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) akan menggelar Parade Oklik Ramadhan Bojonegoro 2026 pada Kamis (19/3/2026) pukul 19.00 WIB. Kegiatan dipusatkan di sepanjang Jalan P. Mas Tumapel, Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda untuk memeriahkan bulan suci Ramadhan sekaligus melestarikan kesenian tradisional khas Bojonegoro.

Bangunan Sejarah di Bojonegoro

Era Kolonial Belanda, Arsitektur Kantor Polsek Padangan Bojonegoro yang Masih Terawat

Banyak bangunan heritage yang menyimpan sejarah masa lalu di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Seperti di Kecamatan Padangan, banyak bangunan-bangunan kuno yang masih terpelihara. Kebanyakan berada di sekitar terminal Padangan. Salah satunya adalah bangunan tua yang kini berfungsi sebagai kantor Polsek Padangan.

Indonesia - Rusia

Lagu Rusia “Muah Muah” Viral di Indonesia, Katya Lel Terharu

Sebuah lagu lawas asal Rusia mendadak kembali mencuri perhatian publik Indonesia. Lagu berjudul “Moy Marmeladny” yang dipopulerkan penyanyi Katya Lel itu kini lebih akrab di telinga warganet Tanah Air dengan sebutan “lagu muah muah”, merujuk pada bagian chorus-nya yang khas dan mudah diingat.

Kolom

Tradisi yang Menahan Ego

Siang itu, beberapa hari menjelang Ramadan, kampung saya mulai ramai bukan karena pasar murah atau baliho diskon sirup, tetapi karena aroma apem, kolak, dan nasi berkat yang mengepul dari dapur-dapur. Ibu-ibu sibuk menata tampah, bapak-bapak menenteng rantang, anak-anak mondar-mandir sambil mencicipi “jatah bocoran.” Di kalender, hari itu belum puasa. Tetapi di rasa, kami sudah sedang mempersiapkan diri. Orang Jawa menyebutnya ruwahan atau megengan—sebuah tradisi menyambut Ramadan dengan doa, berbagi, dan menata batin.

Penghargaan dari pemkab Bojonegoro

Pemkab Bojonegoro Beri Penghargaan 7 Tokoh Inspiratif, Jaga Eksistensi Kekayaan Bumi dan Budaya

Di momen bersejarah itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono sekaligus memberikan penghargaan pada tujuh (7) tokoh inspiratif di Kabupaten Bojonegoro. Tokoh inspiratif ini dinilai memiliki kontribusi luar biasa dalam menjaga eksistensi kekayaan bumi dan budaya di Bojonegoro. Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam bidang konservasi, edukasi, dan penelitian.