Harga Cabai di Sekar Stagnan, Petani Hanya Bisa Pasrah
Awal hujan kali ini menjadikan nasib petani cabai kurang beruntung. Sebab, sejak beberapa bulan terakhir harga jual cabai murah dan stagnan.
Awal hujan kali ini menjadikan nasib petani cabai kurang beruntung. Sebab, sejak beberapa bulan terakhir harga jual cabai murah dan stagnan.
Selain harga cabai yang masih murah, sebagian petani cabai di Dusun Dibal, Desa Deling, Kecamatan Sekar, saat musim penghujan mewaspadai hama.
Sebagian tanaman cabai milik petani di Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro masih masuk musim panen. Namun petani merasa tbelum puas lantaran harga cabai tak kunjung membaik.
Harga cabai yang tak kunjung naik dikeluhkan petani, hal itu seperti dikatakan sebagian petani cabai di Dusun Dibal, Desa Deling, Kecamatan Sekar.
Petani cabai di Kabupaten Bojonegoro benar-benar merugi. Di panen pada musim kemarau ini harga terus merosot turun. Penyakit kering yang menyerang hasil panen cabai mempengaruhi turunnya harga.
Petani beraharap harga cabai bisa terjual mahal. Namun kenyataan sampai sekarang, harga cabai turun bebas di kalangan petani. Harga cabai merah besar hanya bisa terjual Rp5.000 per kilogram, padahal di pasar harga sangat tinggi.
Hektaran sawah petani di Desa Kolong, Kecamatan Ngasem yang ditanami cabai jenis cengeh memasuki masa panen. Tanaman cabai hasil panen pun terbilang cukup bagus dan berisi. Namun, meskipun begitu para petani mengeluh harga jual cabai yang perlahan mengalami penurunan.
Menjelang Hari Raya Idul Adha 10 Dzuhijah 1438 H/2017 M harga cabai rawit di Kecamatan Sekar mengalami penurunan.
Masa panen cabai tahun ini di Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, diprediksi bakal berkurang. Sebab, tanaman cabai di wilayah tersebut banyak yang terserang hama mentek.