Terkena Patek, Cabai Petani Dibuang
Cabai milik petani di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro sebagian harus dibuang begitu saja, karena terjangkit penyakit patek.
Cabai milik petani di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro sebagian harus dibuang begitu saja, karena terjangkit penyakit patek.
Mahalnya harga cabai saat ini menjadi berkah bagi petani yang ada di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, lantaran cabai yang ditanam masuk masa panen.
Cara tradisonal yang dilakukan oleh sebagian warga Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, untuk mengeringkan cabai tidaklah sia-sia pada kurun waktu dua bulan yang lalu. Cara tersebut dilakukan warga untuk mensiasati jika harga cabai sewaktu-waktu melonjak tinggi.
Harga cabai memang tidak bisa diprediksi, terkadang harganya naik bahkan bisa juga turun. Meski harganya fluktuatif, tetap saja sebagian petani memilih menanam cabai.
Wajah salah seorang petani di Kecamatan Dander ini terlihat sumringah. Sebab, cabai yang ia tanam beberapa hari lagi siap dipanen.
Menurunnya harga bawang merah di Bojonegoro bagian selatan tidak terjadi pada cabai. Harga cabai saat ini mencapai Rp50.000 per kilogramnya.
Menjelang moment Natal yang tinggal beberapa hari, harga kebutuhan bumbu dapur di pasar tradisional mulai naik. Kenaikan saat moment seperti ini memang sudah menjadi hal yang biasa.
Natal dan tahun baru harga sejumlah kebutuhan pokok mulai naik. Cabai dan telur paling banyak mengalami kenaikan pekan ini. Naiknya harga sudah menjadi hal yang lumrah, hal tersebut disebabkan karena tingginya permintaan sedangkan stok di pasar mulai minim.
Sebagian petani cabai di Dusun Dibal, Desa Deling, Kecamatan Sekar harus gigit jari lantaran harga cabai yang digadang-gadang akan mahal ternyata malah anjlok.
Harga cabai di Kabupaten Bojonegoro saat ini terpantau turun. Berdasarkan pantauan blokBojonegoro.com di beberapa pasar tradisonal, Kamis (9/10/2017) harga cabai dijual dengan harga Rp10.000 perkilogram turun dari sebelumnya.