Literasi adalah jantung pendidikan. Ungkapan itu tampak hidup dalam langkah nyata Dharma Wanita Persatuan (DWP) SMKN Sugihwaras yang berkunjung ke Pojok Baca Nareswari DWP Cabang Dinas Pendidikan Bojonegoro, Kamis (16/10/2025).
Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Jawa Timur menggelar talkshow daring bertajuk “Urgensi Nomor Pokok Perpustakaan bagi Taman Bacaan Masyarakat.†Acara melalui Zoom Meeting yang dilakukan pada Rabu (24/9/2025) siang itu bertujuan meningkatkan pemahaman pengelola TBM tentang pentingnya legalitas dan standardisasi melalui kepemilikan Nomor Pokok Perpustakaan (NPP).
Minggu pagi di alun-alun Bojonegoro selalu penuh semangat. Warga asyik jogging, bersepeda, atau berjalan santai. Juga ada yang berkelompok melakukan gerak bersama mengikuti irama senam. Di sudut lain, para pedagang sibuk melayani pembeli yang berburu jajanan hangat atau minuman segar. Lebih asyik lagi, di antara keriuhan Car Free Day (CFD), anak-anak asyik membaca buku yang disediakan oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Bojonegoro.
Pernahkah Anda merasa risih saat di minimarket ada orang yang dengan enteng menyerobot antrean? Atau kesal ketika di jalan ada pengendara yang dengan gagah berani melawan arus, seakan-akan lalu lintas dibuat untuk dirinya seorang? Fenomena ini, meski tampak sederhana, seringkali mencerminkan kualitas budaya kita. Budaya antre adalah satu indikator kecil, tapi jelas, bagaimana masyarakat menghargai aturan dan orang lain.
Ada yang menarik ketika penulis tiba di Satlantas Polres Bojonegoro, Selasa (12/8/25). Tepatnya, saat antri untuk giliran sesi foto perpanjangan SIM A, di ruang tunggu Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas).
Salah satu Lokus Relima 2025 yaitu Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Dari Kabupaten Bojonegoro, M. Imron Nasir Salasa atau akrab disapa Impong Nasir terpilih menjadi Relawan Literasi Masyarakat setelah melalui proses seleksi oleh Tim Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
"Medayoh ke Perpustakaan", itulah tema diskusi kecil penulis dengan Pimred blokBojonegoro.com (bB), di ruang baca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dis Perpus Sip), Rabu (14/05/25). Tujuannya, ya ingin membangun gemar membaca saja.
Kick Off Program Digital Branding Sekolah (DBS) tahun 2025 yang diinisiasi Blok Media Group (BMG) melalui anak usahanya blokBojonegoro.com dan LPKS STIKOMA, mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono.
Raden Ajeng Kartini lahir di Mayong Jepara, pada 21 April 1879. Ayahnya Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat adalah seorang bupati di Jepara. Kartini dikenal sebagai pribadi yang supel, menghormati orangtua, dan berjiwa sosial. Sebagai keturunan bangsawan tidak membuatnya merasa sombong dan membeda-bedakan status sosial. Kartini berteman baik dengan siapapun. Kartini juga sangat menghormati orang tua. Ada gejolak di dalam hati saat ia harus menjalani pingitan. Namun, berbekal rasa hormat dan patuhnya terhadap keluarga dan tradisi, beliau tetap mengikuti aturan tersebut. Demikian juga ketika sang ibu, Ngasirah, menolak mentah-mentah pemikiran Kartini untuk mengubah nasib perempuan. Hubungan antar ibu dan anak itu pun sempat renggang. Meskipun timbul rasa kecewa, perlahan RA Kartini kembali memperbaiki hubungan dengan sang ibu, seperti dituturkan Salsabila Nanda.