Kolom
Merdeka Membaca
Sudah 81 tahun, negara tercinta Indonesia ini merdeka. Namun, ada yang masih menyimpan tanda tanya, apakah kita sudah merdeka dalam membaca?
Sudah 81 tahun, negara tercinta Indonesia ini merdeka. Namun, ada yang masih menyimpan tanda tanya, apakah kita sudah merdeka dalam membaca?
Duta Baca Indonesia Perpusnas Republik Indonesia, Gol A Gong, beri motivasi menulis kepada mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan di Perpustakaan Unugiri Selasa (21/7/26). Program kegiatan bertema “Ketemu Penulis Ke-3” Bedah Buku Nasional berjudul Ledakkan Idemu Agar Kepalamu Tidak Meledak (LIaKTM) karya Gol A Gong, adalah program unggulan Perpustakaan Unugiri yang setiap bulan rutin dilakukan.
Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kabupaten Bojonegoro menghadirkan Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, dalam kegiatan bedah buku "Ledakkan Idemu Agar Kepalamu Tidak Meledak" di Kendalisada Creative Corner, Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, pada Senin (20/7/2026).
Guna menumbuhkan semangat menulis mahasiswa dan membentuk budaya literasi yang kokoh di lingkungan kampus, Perpustakaan Unugiri menggelar kegiatan bertajuk “Ketemu Penulis Batch 1: Kiat Menulis Cerpen Tembus Koran dan Bedah Buku Laraswangi” Rabu (17/12/2025).
Perpustakaan Unugiri menerima hibah buku karya Lembaga Pers Mahasiswa Arusgiri berjudul “Menjadi Persma: Catatan Idealitas dan Realitas” Rabu (03/12/2025) yang diserahkan langsung kepada pustakawan.
Mengajak belajar di hari libur, itulah yang penulis lakukan dengan keponakan pada Ahad (23/11/25). Berbekal buku seri ‘Mewarnai Kreatif Dengan Contoh’ yang murah, keceriaan mereka tampak sekali.
Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan Magang Pendidikan Literasi sekaligus Pelantikan Pengurus Forum TBM Kabupaten Bojonegoro Masa Bakti 2025–2030 pada Jumat (21/11/2025).
Kemarin, Rabu (12/11/25), kita memperingati Hari Gerakan Nasional Membaca (HGNM). Peringatan ini bukan sekadar untuk ‘diingat’ saja, tetapi perlu berefleksi –diri kita masing, apakah membaca sudah menjadi aktivitas keseharian kita?
Minggu pagi di alun-alun Bojonegoro selalu penuh semangat. Warga asyik jogging, bersepeda, atau berjalan santai. Juga ada yang berkelompok melakukan gerak bersama mengikuti irama senam. Di sudut lain, para pedagang sibuk melayani pembeli yang berburu jajanan hangat atau minuman segar. Lebih asyik lagi, di antara keriuhan Car Free Day (CFD), anak-anak asyik membaca buku yang disediakan oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Bojonegoro.
Pernahkah Anda merasa risih saat di minimarket ada orang yang dengan enteng menyerobot antrean? Atau kesal ketika di jalan ada pengendara yang dengan gagah berani melawan arus, seakan-akan lalu lintas dibuat untuk dirinya seorang? Fenomena ini, meski tampak sederhana, seringkali mencerminkan kualitas budaya kita. Budaya antre adalah satu indikator kecil, tapi jelas, bagaimana masyarakat menghargai aturan dan orang lain.