Skip to main content

Category : Tag: Psi


Kolom

Koruptor dan UU Perampasan Aset

Suatu hari para koruptor bangun tidur, lalu mendengar berita: “Semua harta hasil korupsi, termasuk yang dititipkan ke keluarga, rekan, atau bahkan dibungkus dalam bentuk rumah mewah dan mobil antik, bisa langsung disita negara.” Apa reaksi mereka? Bisa jadi langsung sakit perut mendadak, bukan karena maag, tapi karena ketakutan akut. Inilah inti kegelisahan para koruptor ketika mendengar soal Undang-Undang Perampasan Aset.

Horee...!!! Bantuan Keuangan Khusus Desa Segera Cair Total Rp600 M Lebih

Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 senilai lebih dari Rp600 miliar segera dicairkan ke desa. Namun, menjelang cairnya uang yang bersumber dari APBD Bojonegoro ini, diduga tak sedikit oknum kontraktor yang gerilya menawarkan fee tinggi kepada para Kepala Desa (Kades).

Info BKK Desa

BKKD Bojonegoro Kerap Dikorupsi, Pemkab Terjunkan Jaksa dan Polisi

Program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro rupanya kerap digunakan untuk "bancaan" korupsi di kalangan pemerintah desa. Setidaknya, sudah terdapat 7 kepala desa (Kades) yang terseret kasus korupsi dalam pengelolaan BKKD.

Bojonegoro Adem

Hati-Hati, Pernyataan Pejabat Bisa Picu Polemik, Pentingnya Komunikasi Publik

Menanggapi isu yang tengah ramai di masyarakat terkait pernyataan seorang pejabat publik yang bisa memantik kemarahan, akademisi sekaligus Dosen Psikologi Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bojonegoro (UNIGORO), Rio Candra Pratama, S.Psi., M.Psi., menekankan pentingnya keterampilan komunikasi publik yang harus dimiliki oleh setiap pejabat.

IPSI Bojonegoro

Endro Setyo Kembali Jabat Ketua IPSI Bojonegoro

Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bojonegoro menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) tahun 2025, bertempat di Baresta Cafe & Resto, Sabtu (6/9/2025) kemarin.

Ricuh di Lapas Bojonegoro

Overload dan Butuh Relokasi, Lapas Bojonegoro Rawan Jebol

Kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bojonegoro semakin memprihatinkan. Sebab, jumlah narapidana (Napi) di gedung tahanan yang berada di Jalan Diponegoro, Kota Bojonegoro itu melebihi kapasitas. Bahkan, beberapa titik bangunan juga rawan jebol.