Hingga Agustus 2018, Ada 3 Kasus Pembuangan Anak
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro mencatat setidaknya ada sekitar 3 kasus pembuangan anak di bawah umur. Kasus tersebut selama kurun waktu Januari hingga Agustus 2018.
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro mencatat setidaknya ada sekitar 3 kasus pembuangan anak di bawah umur. Kasus tersebut selama kurun waktu Januari hingga Agustus 2018.
Fenomena pembuangan bayi di Kabupaten Bojonegoro, rupanya hampir setiap tahun terjadi. Seperti yang terjadi penemuan bayi perempuan di warung tepatnya Jalan Raya Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (2/8/2018).
Setelah ditemukan, polisi masih mencari pelaku pembuangan bayi perempuan di warung yang terletak di Jalan Letda Sutjipto RT.37/RW.06 Dusun Brangkal Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupeten Bojonegoro, Kamis (2/8/2018) pagi.
Ketika menyusun rencana liburan, kita pasti memasukkan agenda wisata kuliner di daerah yang akan dikunjungi tersebut. Tapi, ada satu hal yang sering dirasakan saat traveling: hilangnya nafsu makan. Alih-alih menikmati kuliner, beberapa dari kira justru merasa mual disertai rasa lelah Konstipasi pengaruh liburan atau Vacation-Induced Constipation (VIC) bukanlah satu-satunya masalah pencernaan yang dialami saat berlibur. Sejumlah orang merasa sulit makan ketika bepergian. Hal itu membawa dampak serius pada liburan mereka.
sebanyak 4.752 tenaga pendidik sertifikasi Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, bulan Juli ini segera menerima Tunjangan Profesi Pendidik (TPP). Untuk saat ini penerima TPP tersebut masih dalam tahap validasi data. Tak tangung-tanggung anggaran yang dikucurkan untuk TPP mencapai sekitar 52 miliar.
Bung Karno pemimpin yang menang. Figurnya komplit. Ia membakar kesadaran politik massa, penggali Pancasila, memerdekakan bangsa. Ia berhasil mendirikan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dengan segenap daya dan upaya ia pimpin Republik untuk mempertahankan kemerdekaan.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, jasa penukaran uang baru menjamur di sekitar alun-alun Kabupaten Bojonegoro. Uang baru dengan nilai tukar pecahan Rp2 ribu, Rp5 ribu, Rp10 ribu dan Rp20 ribu diburu warga, lantaran untuk tukar di bank dibatasi.
Melihat pengemis atau gepeng yang semakin menjamur di Kabupaten Bojonegoro, Kepala Satpol PP Bojonegoro mengingatkan warga masyarakat untuk tidak lagi memberikan uang kepada para gepeng dan pengemis saat berada di jalanan. Kebiasaan masyarakat memberikan sedekah kepada gepeng, telah mengundang dampak negatif, yakni keberadaan mereka yang kian hari terus merebak saat menjelang Lebaran.
Setiap harinya para jasa penukar uang recehan bisa menukarkan uang pecahan baru hingga mencapai Rp10 juta. Angka ini bisa terus bertambah apalagi saat mendekati hari raya, masih banyak orang yang ingin menukar uang dengan pecahan baru.
Mendekati hari raya, jasa penukaran uang recehan mulai bermunculan di sekitar alun-alun kota Bojonegoro. Hal itu sudah menjadi tradisi bagi para jasa penukaran uang untuk membantu masyarakat Bojonegoro yang ingin memiliki uang baru.