Skip to main content

Category : Tag: Rasa


Siswa SMP di Bojonegoro Jadi Korban Kekerasan Kakak Kelas, Orang Tua Lapor Polisi

Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sukosewu, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, DDP (12) diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan kakak kelasnya, yakni B (14). Akibat kejadian itu, DDP mengalami pendarahan di area hidung hingga dilarikan ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.

5 Siswa Madrasah Bojonegoro Tembus OMI Nasional, Kemenag Matangkan Persiapan

Prestasi siswa madrasah Kabupaten Bojonegoro dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Jawa Timur menjadi modal untuk bersaing di tingkat nasional. Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro kini mendorong siswa dan guru pembimbing meningkatkan persiapan agar mampu meraih hasil terbaik pada kompetisi berikutnya.

PC Lembaga Falakiyah NU Bojonegoro

Madrasah Falakiyah PC LF NU Bojonegoro, Tuntaskan Dua Kitab Populer Ulama Nusantara

Pertemuan kelima Madrasah Falakiyah sukses mengkaji dua kitab populer karya ulama nusantara. Agenda rutin Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro tersebut dilaksanakan di Smart Class  Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sunan Giri Bojonegoro pada Minggu (20/9/2026).

MGMP PJOK Kemenag Bojonegoro Gelar Turnamen Futsal, 28 Tim Berebut Tiket Porseni 2027

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro menggelar Turnamen Futsal Kemenag Cup 2026. Kompetisi yang mempertemukan tim Madrasah Aliyah (MA) negeri maupun swasta se-Kabupaten Bojonegoro tersebut berlangsung pada 8–11 September 2026.

1.686 Siswa Adu Prestasi di OMI 2026 Kabupaten Bojonegoro

Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Bojonegoro tahun 2026 resmi digelar mulai hari ini, Senin 7 September 2026. Ajang kompetisi akademik tersebut diikuti sebanyak 1.686 peserta dari jenjang MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA.

AKBP Yenni Tegaskan Tak Akan Ada Intimidasi untuk Jurnalis Bojonegoro

Dugaan pengancaman pembunuhan terhadap dua jurnalis Tuban oleh salah satu perwira Polri di Polresta Tuban menjadi preseden buruk bagi kebebasan pers. Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga profesionalitas dan independensi jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistik.