Kebakaran, 4 Rumah di Ngunut Ludes
Empat rumah di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, ludes terbakar. Kejadian berlangsung cukup cepat dengan cuaca tengah panas dengan hembusan angin lumayan kencang, Senin (20/2/2017).
Empat rumah di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, ludes terbakar. Kejadian berlangsung cukup cepat dengan cuaca tengah panas dengan hembusan angin lumayan kencang, Senin (20/2/2017).
Hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Bojonegoro tadi malam merobohkan sebuah rumah di Desa Semenkidul RT.01/RW.01, Kecamatan Sukosewu.
Bencana puting beliung selain merusak rumah hunian, juga tempat usaha maupun tanaman masyarakat di Kabupaten Bojonegoro. Namun jumlah kejadian dan kerugian dalam dua tahun belakangan ini menurun.
Setiap tahunnya puting beliung mengancam Kabupaten Bojonegoro, karena hampir setiap tahun terjadi bencana alam yang disebabkan angin tersebut. Namun, Kecamatan Sumberejo dan Dander menjadi daerah paling rawan terjadi puting beliung.
Pemahaman tentang kebencanaan perlu dipahami masyarakat, terutama penanaman sejak dini pada para siswa. Sehingga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro akan melakukan sosilasisasi ke sekolah-sekolah terkait kebencanaan.
Hujan yang disertai angin kencang, Selasa (17/1/2017) menerjang Kota Bojonegoro. Bahkan, beberapa pohon tampak tumbang, termasuk pohon yang sampai akarnya tercerabut di Jalan Veteran, Kota Bojonegoro.
Korban kebakaran Minggu (15/1/2017), di Dusun Ngrandu RT.12/RW.05, Desa/Kecamatan Baureno, Bojonegoro sampai saat ini masih tampak syokk. Korban masih belum percaya rumah yang biasa ditempati puluhan tahun harus hangus diamuk si jago merah.
Kebakaran yang terjadi di rumah padat penduduk RT.12/RW.05 Dusun Ngrandu, Desa/Kecamatan Baureno, Bojonegoro sekitar pukul 23.00 WIB tadi malam, total mengakibatkan dua rumah yang terbakar.
Kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk RT.12/RW.05 Dusun Ngrandu, Desa/Kecamatan Baureno, Bojonegoro dini hari tadi. Empat unit damkar dikerahkan untuk menjinakkan api.
Meski naik harga, perumahan bersubsidi dipastikan masih banyak peminat. Pasalnya, program rumah bersubsidi mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat. Sejumlah developer mengungkapkan meski harga naik, dipastikan penjualan masih memiliki trend bagus.