Disperta Bojonegoro Maksimalkan Program Pertanian
Progran pertanian diharapkan tepat sasaran dan maksimal dalam pelaksanaannya. Sehingga tahun ini sektor pertanian di Kabupaten Bojonegoro semakin menguntungkan petani.
Progran pertanian diharapkan tepat sasaran dan maksimal dalam pelaksanaannya. Sehingga tahun ini sektor pertanian di Kabupaten Bojonegoro semakin menguntungkan petani.
Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro mengklaim, bahwa Kartu Petani (Kartani) di Bojonegoro hampir seluruhnya sudah dimiliki oleh petani. Walaupun begitu, manfaat kartani sendiri belum bisa sepenuhnya dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Sebagian petani di Desa/Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro merasa senang dengan tanaman padi yang hampir panen. Mereka yang hendak panen tak lain adalah para petani yang menanam jenis padi kumis dengan masa tanam 85 hari.
Meski beberapa kali hujan melanda di Kabupaten Bojonegoro, namun, volume air yang ada di Waduk Pacal di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, Jawa Timur, dirasa masih belum bisa memenuhi kebutuhan air untuk mengairi tanaman padi di sepanjang daerah irigasi.
ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Universitas Bojonegoro (Unigoro) melaksanakan sosialisasi Program Sekolah Lapang Pertanian di Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Rabu (2/1/2019).
Sekarang petani Bojonegoro sudah mulai memasuki Musim Hujan (MH) kususnya yang berpengairan tehnis ataupun sawah tadah hujan. Dasarian II bulan Desember kemarin intensitas hujan sudah sering turun dan deras. Bahkan beberapa tempat hari ini (25/12/2018) sudah ada banyak yang tandur. Tetapi sebagian besar sawah masih berproses di pengolahan tanah.
Keberadaan mesin panen padi (Combine Harvester) dianggap menggusur tenaga manusia saat musim panen padi tiba. Pasalnya, mesin panen padi tersebut tidak terlalu banyak membutuhkan tenanga manusia.
Dulu, saat memanen padi, petani menggunakan alat perontok gabah manual.Banyak tenaga manusia terserap untuk bekerja. Mulai untuk memotong, memancal pedal dos, sebutan alat tradisional itu, sampai memanggul ke jalan raya.
Saat masa panen tiba, buruh tani dengan alat perontok padi tradisional makin tersingkir. Mereka kalah dengan jenis blower dan mesin Combine Harvester. Dulu, alat tradisional bisa menyerap belasan hingga puluhan buruh, sekarang tinggal beberapa orang saja.
Petani bawang di Dusun Tadahan, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang kian resah. Pasalnya, selama seminggu terakhir ini hujan hampir setiap hari turun.