17:00 . Terus Menurun, Total Ada 56 Orang ODP di Bojonegoro   |   16:00 . Masa Belajar di Rumah Siswa Diperpanjang   |   15:00 . Masyarakat Tolak Gedung Pusdiklat Jadi RS Sementara Corona   |   14:00 . Petugas Gabungan Semprot Disinfektan Hingga Pelosok Bojonegoro   |   13:00 . Timsar Perluas Pencarian Korban Hingga Bengawan Solo   |   12:00 . Gugus Tugas Tejo Rutin Semprot Disinfektan   |   11:00 . Selain Masker, Tempat Cuci Tangan Laris Terjual   |   10:00 . Cuci Kendaraan, Gratis Masker dan Handsanitizer   |   09:00 . Biasa Mangkal di Pasar dan Perempatan, 6 Anak Jalanan Diamankan   |   08:00 . Update Grafik Perkembangan Covid-19 di Jawa Timur dan Bojonegoro Per 3 April   |   07:00 . 6 Nasihat Terbaik untuk Sahabatmu yang Sedang Putus Cinta   |   06:00 . EMCL Berikan Alat Pencegahan Penyebaran Virus Corona   |   19:00 . Timsar Hentikan Pencarian Korban Tenggelam di Kedungbondo   |   18:00 . Sisir Sungai, Warga dan Tim SAR Cari Korban   |   17:00 . Total Ada 60 ODP dan 35 Orang Usai Pemantauan   |  
Sat, 04 April 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 06 August 2018 11:00

Tekankan Penurunan AKI dan AKB, ini yang Dilakukan DP3AKB

Tekankan Penurunan AKI dan AKB, ini yang Dilakukan DP3AKB

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Masih tingginya resiko Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Bojonegoro, Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro berupaya menekan AKI dan AKB dengan mendata sejak dini bagi Pasangan Subur Risiko Tinggi (Pusristi) hingga ke setiap desa.

Hal itu, diperuntukkan Pusristi tersebut untuk memasang implan atau alat kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhannya. Dengan begitu nantinya AKI dan AKB di Bojonegoro bisa menurun drastis. Pasalnya Kabupaten Bojonegoro masuk 10 besar AKI dan AKB tertinggi se Jawa Timur.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Permpuan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro, Adie Witjaksono mengungkapkan, pihaknya bersama Dinkes Bojonegoro mengundang bidan dan Kader se Kabupaten untuk mengajak dan menerapkan serta mensosialisasikan 4 terlalu seperti jangan menikah terlalu dini, jangan terlalu dekat jarak melahirkan.

"Selain itu, bidan dan kader desa untuk mendata Pusristi dengan memberikan pengetahuan terhadap Pusristi tersebut," jelas pria yang akrab disapa Adie.

Lanjut dia, dengan pemberian materi, kader dan bidan bisa melakukan pendataan mulai dari tingkat desa dan memetakannya serta mampu mengetahui sejak awal para pasangan yang mempunyai resiko tinggi.

"Sedangkan untuk Ibu Hamil Resiko Tinggi (Bumilristi) penanganannya di Dinkes Bojonegoro," beber Adie Kepada blokBojonegoro.com.

Sebagai program awal Desa Cangaan, Kecamatan Kanor bakal dijadikan desa percontohan untuk melakukan pendataan Pusristi dan Bumilristi. Adapun pemilihan desa itu, pasalnya desa tersebut juga sebagai desa yang berpredikat sebagai Desa Sayang ibu.

"Desa Cangaan hingga kini juga sebagai desa yang tercatat belum ada kasus AKI, sekaligus bidan maupun kader sering langsung terjung ke ibu hamil untuk memantau kesehatan," cakap Adie

Dengan adanya pendataan bagi pusristi maupun Bumilristi nantinya bisa memperoleh penanganan yang tepat sekaligus bisa menekan AKI dan AKB di Bojonegoro ke depannya.[Saf/]

Tag : ibu, hamil, anak


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat