22:00 . Suhu Tubuh Satu Santri Tambakberas Tinggi   |   21:00 . Cegah Penyebaran Covid-19, Nasdem Tergerak Semprot Desinfektan   |   20:00 . Tekan Penyebaran Corona, Jam Buka Pasar Tradisional Dibatasi   |   19:30 . Anggota DPRRI Apresiasi Pemuda Desa Tanggungan   |   19:00 . Warga Bojonegoro Bekerja di Daerah Zona Merah, Ikuti Aturan ini   |   18:00 . Update Hari ini, ODP di Bojonegoro Bertambah 8 Orang   |   17:00 . Jalan Diponegoro Jadi Kawasan Tertib Physical Distancing   |   16:30 . PD DMI Bojonegoro Himbau Takmir Lakukan ini di Tempat Ibadah   |   16:00 . Kreatif, Pemuda Tanggungan Buat Bilik Sterilisasi   |   15:30 . Bilik Sterilisasi Karya Pemuda Ngori-Ngraho   |   15:00 . Tanpa Pelayat, Jenazah PDP Balen Dimakamkan   |   14:00 . Dinkes Tunggu Hasil Lab PDP Asal Balen yang Meninggal   |   13:00 . Tiba di Bojonegoro, Satu Santri Tambakberas Suhu Tubuh Tinggi   |   12:00 . Lagi 126 Santri Putra Tambakberas Sampai di Bojonegoro   |   11:00 . 1 PDP Asal Balen Meninggal di RSUD Bojonegoro   |  
Sat, 28 March 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 02 March 2019 10:00

Jadi Hobi, Dua Siswa ini Tampilkan Barongan Tanpa Persiapan

Jadi Hobi, Dua Siswa ini Tampilkan Barongan Tanpa Persiapan

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Acara praktek seni budaya sudah digelar selama dua hari, mulai Jum'at lalu hingga hari ini, Sabtu (02/03/2019). Seluruh siswa-siswi kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pendidikan Guru Republik Indonesia (PGRI) 2  Bojonegoro dari semua jurusan diwajibkan untuk menampilkan bakatnya.

Semua siswa mempersiapkan diri untuk menampilkan bakatnya di praktek seni budaya tersebut sejak satu minggu yang lalu. Namun hal serupa tidak terjadi pada Deni dan Rahman, dua siswa yang menampilkan pertunjukan barongan.

Pasalnya, mereka berdua sudah terbiasa melakukan pertunjukan tersebut, seperti yang di katakan Deni, bahwa Ia dan Rahman sudah sering diundang untuk mengisi berbagai acara.

"Tanggapan di acara-acara sangat banyak, tapi kita yang penting hadir, tidak mementingkan upah yang akan kita dapatkan, karena ini hobi," beber siswa kelas XII administrasi perkantoran tersebut.

Mereka berdua berlatih sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga saat ini, mereka tetap menekuni hobi tersebut.

"Awalnya kita belajar dari teman bermain, dan belajar bermain jaranan, hingga kelas tiga SMP baru bermain barongan, karena berat barongan tersebut 9 hingga 12 kilogram," jelas Rahman.

Meskipun sudah lihai memainkan barongan tersebut, Deni dan Rahman jarang mengikuti even lomba. Sebab menurut mereka biaya lomba cukup mahal.

"Kalau ikut even lomba sepertinya mikir dua kali di ongkos," pungkas deni mengakhiri percakapan dengan awak bB. [aim/ito]

Tag : praktek, seni, budaya, barong, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 25 March 2020 23:00

    Waspada Corona, Jangan Panik

    Swadaya, MKP dan Warga Cangaan Semprot Disinfektan

    Swadaya, MKP dan Warga Cangaan Semprot Disinfektan Kelompok Pemuda Desa Canga'an "Muda Karya Perkasa" (MKP) Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro bersama masyarakat setempat melakukan penyemprotan disinfektan guna pencegahan virus Corona (Covid-19), Selasa (25/03/2020)...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat