19:00 . Lini Depan Kurang Tajam, Pelatih Persibo Terus Berburu Striker   |   18:00 . 352.567 Rokok Ilegal Dimushakan   |   17:00 . DPMD Pastikan Seluruh Desa Sudah Terima Dana Oprasional Pilkades   |   16:00 . Persiapkan Kondisi Fisik, Tim Futsal Porprov Bojonegoro Check Up Kesehatan   |   15:00 . Tingginya Pengangguran Pencaker Kurang Manfaatkan Media Informasi   |   14:00 . Kurangi Penggangguran Pasca Kelulusan Sekolah, UPT BLK Gelar Job Market Fair 2019   |   13:00 . PU Fraksi DPRD Dijawab Pemkab   |   12:00 . Sejarah Pilkades dari Masa ke Masa   |   11:00 . Bea Cukai Bojonegoro Musnahkan 352.567 Batang Rokok   |   10:00 . Suporter Persibo Sambut Mantan Pemain Persipura di Juanda Surabaya   |   09:00 . Festival Tari Thengul Internasional, ini Rangkaian Acaranya...   |   08:00 . Juli, di Bojonegoro ada Acara Berskala Internasional   |   07:00 . 8 Cara Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan untuk Anak   |   06:00 . Terima Kasih atas Dukungannya   |   23:00 . Intip Personil blokMedia Group   |  
Tue, 25 June 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 04 April 2019 10:00

Workshop Seni Pergaulan Tayub dan IPSI Digelar di Bojonegoro

Workshop Seni Pergaulan Tayub dan IPSI Digelar di Bojonegoro

Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Disbudpar Bojonegoro mengadakan Worshop Seni Pergaulan Tayub dan IPSI pada 4 April 2019 di Hotel Dewarna Jalan Veteran.

Kabid Kebudayaan Disbudpar Jatim, Handoyo mengungkapkan, seminar ini merupakan kegiatan yang bertujuan menggali nilai, pelestarian, dan pengembangan seni tayub sebagai bentuk keragaman seni budaya nusantara.

“Workshop festival seni tayub dan pencak silat ini merupakan agenda tahunan Disbudpar Jatim," ungkapnya.

Sebagai narasumber, diantaranya Parso Adiyanto, Yayuk Padmi Rahayu selaku pemerhati seni IPSi dan Sukatno (mantan Kepala Taman Budaya Jatim).

Seni tayub pada awalnya berasal dari ekspresi budaya tinggi di masyarakat untuk mendongkrak semangat berperang para pejuang dalam melawan kolonial Belanda pada masa perang Raden Mas Said, dan masih terus hidup sampai sekarang.

Sayang, menurut Sukatno, stigma masyarakat soal tayub masih miring. Seni tayub dianggap lekat dengan mabuk-mabukan atau pelecehan seksual. Oleh karena itu, melalui workshop yang digelar di sejumlah daerah diharapkan mendapatkan gambaran yang sesungguhnya tayub itu bermula dari ide yang baik.

Sementara turut memeriahkan workshop ditampilkan juga seni karawitan "Laras Arum" dari Desa Sumberarum Kecamatan Dander, Bojonegoro pimpinan Supoyo. Para peserta ikut larut dalam alunan gending dan suara merdu para pesinden. [oel/mu]

Tag : tayub, seni tayub

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 24 June 2019 13:00

    Komunitas KBM Gelar Halal Bihalal dan Kopdar

    Komunitas KBM Gelar Halal Bihalal dan Kopdar omunitas Kita Belajar Menulis (KBM) Bojonegoro menggelar halal bihalal sekaligus kopi darat keempat. Acara tersebut dilaksanakan di kediaman salah satu rumah Anggota KBM, Roni Hardiawan, di Dusun Bakalan, Kepohbaru Bojonegoro....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat