23:00 . Ibu-ibu di Lokasi TMMD Imbangan Diberikan Pelatihan Pembuatan Jamu   |   22:00 . 8 Orang Dinyatakan Sembuh dari Covid-19   |   21:30 . Pemkab Bojonegoro Kembali Berikan Layanan Rapid Tes Gratis   |   21:00 . PMI Bojonegoro Edukasi Santri Cara Hindari Covid   |   20:30 . Sakit Jantung, Seminggu Lalu Dirujuk ke Surabaya   |   20:00 . Agar Berjalan Sesuai Target, 3 Hal ini Tidak Sampai Terulang   |   19:30 . Turut Berduka, Ramai Ucapan Pak Santoso Wafat   |   19:00 . Warga di Kota ini Gunakan Pertalite, ini Alasannnya...   |   18:00 . Danrem 082/CPYJ Bersama Wartawan Komitmen Perangi Hoax   |   17:00 . Kemenag Jadwalkan Rukyatul Hilal 21 Juli, Guna Tentukan 1 Zulhijjah 1441 H   |   16:00 . Masih Kurang Pagu, Disdik Bojonegoro Belum Tentukan Buka PPDB Lagi   |   15:30 . Media Pop-up dan Movable Book Dikenalkan ke Guru dengan Aplikasi Zoom   |   15:00 . Bupati: Perlu Evaluasi Penekanan Pengendalian AKI AKB di Bojonegoro   |   14:00 . EMCL Serahkan Peralatan Pendukung untuk 36 Posyandu   |   13:00 . Potensi Ikan Tawar Terbesar, Bojonegoro Ditarget Mencapai 5.000 Ton   |  
Thu, 09 July 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 04 April 2019 10:00

Workshop Seni Pergaulan Tayub dan IPSI Digelar di Bojonegoro

Workshop Seni Pergaulan Tayub dan IPSI Digelar di Bojonegoro

Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Disbudpar Bojonegoro mengadakan Worshop Seni Pergaulan Tayub dan IPSI pada 4 April 2019 di Hotel Dewarna Jalan Veteran.

Kabid Kebudayaan Disbudpar Jatim, Handoyo mengungkapkan, seminar ini merupakan kegiatan yang bertujuan menggali nilai, pelestarian, dan pengembangan seni tayub sebagai bentuk keragaman seni budaya nusantara.

“Workshop festival seni tayub dan pencak silat ini merupakan agenda tahunan Disbudpar Jatim," ungkapnya.

Sebagai narasumber, diantaranya Parso Adiyanto, Yayuk Padmi Rahayu selaku pemerhati seni IPSi dan Sukatno (mantan Kepala Taman Budaya Jatim).

Seni tayub pada awalnya berasal dari ekspresi budaya tinggi di masyarakat untuk mendongkrak semangat berperang para pejuang dalam melawan kolonial Belanda pada masa perang Raden Mas Said, dan masih terus hidup sampai sekarang.

Sayang, menurut Sukatno, stigma masyarakat soal tayub masih miring. Seni tayub dianggap lekat dengan mabuk-mabukan atau pelecehan seksual. Oleh karena itu, melalui workshop yang digelar di sejumlah daerah diharapkan mendapatkan gambaran yang sesungguhnya tayub itu bermula dari ide yang baik.

Sementara turut memeriahkan workshop ditampilkan juga seni karawitan "Laras Arum" dari Desa Sumberarum Kecamatan Dander, Bojonegoro pimpinan Supoyo. Para peserta ikut larut dalam alunan gending dan suara merdu para pesinden. [oel/mu]

Tag : tayub, seni tayub


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat