14:00 . Malam, Jembatan Sosrodilogo Makin Ramai   |   13:00 . Pagi, Bupati Gowes di Wisata TPG   |   12:00 . 1 Unit Rumah Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp80 Juta   |   11:00 . Forel PMI Bojonegoro Gelar Latgab Kesiapsiagaan Bencana   |   10:00 . Longsor Masih Jadi Ancaman Warga Bantaran Bengawan   |   09:00 . Tradisi Gumbregan di Selatan Bojonegoro yang Masih Terjaga   |   08:00 . Relawan TIK Diskusi Bareng Ismail Fahmi   |   07:00 . 7 Kebiasaan 'Baik' Orang Tua yang Membuat Anak Tidak Percaya Diri   |   21:00 . Disdikda Wacanakan Peningkatan SDM Guru di Bidang IT   |   18:00 . Bulan K3, Pertamina Ajak Utamakan Keselamatan dan Kesehatan dalam Bekerja   |   17:00 . Ngopi, Pemuda di Sugihwaras Jadi Korban Pencurian   |   16:00 . BKPP Buka Pendaftaran Lowongan Kepala Dinas Kosong   |   15:00 . Cerdas Bagi Waktu Kuliah S3, Dosen dan Ibu Rumah Tangga   |   13:00 . Pertamina Tanggapi Kabar LPG 3 Kg Dicabut   |   12:00 . 3 Alat Sampai, Tersisa 3 Alat Jumbo JTB Siap Dikirim   |  
Sat, 18 January 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 04 April 2019 10:00

Workshop Seni Pergaulan Tayub dan IPSI Digelar di Bojonegoro

Workshop Seni Pergaulan Tayub dan IPSI Digelar di Bojonegoro

Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Disbudpar Bojonegoro mengadakan Worshop Seni Pergaulan Tayub dan IPSI pada 4 April 2019 di Hotel Dewarna Jalan Veteran.

Kabid Kebudayaan Disbudpar Jatim, Handoyo mengungkapkan, seminar ini merupakan kegiatan yang bertujuan menggali nilai, pelestarian, dan pengembangan seni tayub sebagai bentuk keragaman seni budaya nusantara.

“Workshop festival seni tayub dan pencak silat ini merupakan agenda tahunan Disbudpar Jatim," ungkapnya.

Sebagai narasumber, diantaranya Parso Adiyanto, Yayuk Padmi Rahayu selaku pemerhati seni IPSi dan Sukatno (mantan Kepala Taman Budaya Jatim).

Seni tayub pada awalnya berasal dari ekspresi budaya tinggi di masyarakat untuk mendongkrak semangat berperang para pejuang dalam melawan kolonial Belanda pada masa perang Raden Mas Said, dan masih terus hidup sampai sekarang.

Sayang, menurut Sukatno, stigma masyarakat soal tayub masih miring. Seni tayub dianggap lekat dengan mabuk-mabukan atau pelecehan seksual. Oleh karena itu, melalui workshop yang digelar di sejumlah daerah diharapkan mendapatkan gambaran yang sesungguhnya tayub itu bermula dari ide yang baik.

Sementara turut memeriahkan workshop ditampilkan juga seni karawitan "Laras Arum" dari Desa Sumberarum Kecamatan Dander, Bojonegoro pimpinan Supoyo. Para peserta ikut larut dalam alunan gending dan suara merdu para pesinden. [oel/mu]

Tag : tayub, seni tayub


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 14 January 2020 16:00

    HUT YPPRT Ke-44 Balen

    Peduli Lingkungan, Tanam Pohon Bersama Masyarakat

    Peduli Lingkungan, Tanam Pohon Bersama Masyarakat Dalam rangka memperingati hari kelahiranya yang ke-44 tahun Yayasan Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin (YPPRT) Balen mengadakan gerakan tanam pohon serentak di 3 desa, yakni Desa Pilanggede, Sobontoro, dan Balenrejo, semua...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat