20:58 . Keplas SKK Migas Jabanusa Buka Lokakarya Media   |   20:00 . Sukur: Saya Hanya Sampaikan Keluhan Saksi   |   19:00 . Adu Argumen dan Tegang di PPK Kota   |   18:00 . Sempat Berhenti, Rekap di PPK Kota Berlanjut   |   17:00 . Ha..! Rekapitulasi Suara Di PPK Kota Dihentikan   |   16:00 . Penuhi Target APBN, EMCL Fokus Optimalkan Sumur Produksi   |   15:00 . UKW PWI ke 26 Ditunda, ini Sebabnya...   |   14:00 . Lapor Lebih dari 7 Hari, Bawaslu Anggap Hangus   |   13:00 . Ditanya Prediksi Perolehan Kursi, Ini Jawaban Petinggi Partai   |   12:00 . Rekapitulasi Suara Kecamatan Kepohbaru Pindah Lokasi   |   11:00 . Pengangguran di Bojonegoro Capai 23.818 Lebih   |   10:00 . Lagi, Puluhan Kader Gayam Belajar Public Speaking   |   09:00 . 35 Wartawan Ikuti Lokakarya SKK Migas dan KKKS   |   08:00 . Dua Kecamatan Ini Selesai Rekapitulasi Perhitungan Suara   |   06:00 . 17.765 Pelajar SMP di Bojonegoro Ikuti UNBK   |  
Mon, 22 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 04 April 2019 10:00

Workshop Seni Pergaulan Tayub dan IPSI Digelar di Bojonegoro

Workshop Seni Pergaulan Tayub dan IPSI Digelar di Bojonegoro

Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Disbudpar Bojonegoro mengadakan Worshop Seni Pergaulan Tayub dan IPSI pada 4 April 2019 di Hotel Dewarna Jalan Veteran.

Kabid Kebudayaan Disbudpar Jatim, Handoyo mengungkapkan, seminar ini merupakan kegiatan yang bertujuan menggali nilai, pelestarian, dan pengembangan seni tayub sebagai bentuk keragaman seni budaya nusantara.

“Workshop festival seni tayub dan pencak silat ini merupakan agenda tahunan Disbudpar Jatim," ungkapnya.

Sebagai narasumber, diantaranya Parso Adiyanto, Yayuk Padmi Rahayu selaku pemerhati seni IPSi dan Sukatno (mantan Kepala Taman Budaya Jatim).

Seni tayub pada awalnya berasal dari ekspresi budaya tinggi di masyarakat untuk mendongkrak semangat berperang para pejuang dalam melawan kolonial Belanda pada masa perang Raden Mas Said, dan masih terus hidup sampai sekarang.

Sayang, menurut Sukatno, stigma masyarakat soal tayub masih miring. Seni tayub dianggap lekat dengan mabuk-mabukan atau pelecehan seksual. Oleh karena itu, melalui workshop yang digelar di sejumlah daerah diharapkan mendapatkan gambaran yang sesungguhnya tayub itu bermula dari ide yang baik.

Sementara turut memeriahkan workshop ditampilkan juga seni karawitan "Laras Arum" dari Desa Sumberarum Kecamatan Dander, Bojonegoro pimpinan Supoyo. Para peserta ikut larut dalam alunan gending dan suara merdu para pesinden. [oel/mu]

Tag : tayub, seni tayub

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more