11:00 . Inovatif, Pria Ini Sulap Kelengkeng Jadi Minuman Herbal Hingga Shampo   |   08:00 . Tahanan Polres Nikah, Prosesi Ijab Kabul Dikawal Polisi   |   07:00 . Mengenal Karakter Anak Berdasarkan Hari Lahirnya   |   22:00 . Terpilih Jadi Kades, Pria Ini Diarak Keliling Kampung   |   21:00 . Terpilih Jadi Kades Bangilan, M Safii Diarak dengan Lantunan Salawat   |   20:00 . Pasangan Pasutri Ini Jadi Kades di Kecamatan Kalitidu   |   19:00 . Warga Kalirejo Antusias Tunggu Hasil Rekapitulasi Pilkades   |   18:00 . Pilkades Kalitidu Berundian Motor Hingga Perkakas Elektronik   |   16:00 . Perhitungan Suara di Bangilan Mundur, Suasana Sempat Memanas   |   15:00 . Demi Datang ke TPS Warga Harus Lewati Dua Kecamatan   |   14:00 . Warga Pancur Meninggal Mendadak Saat Ikut Nyoblos   |   13:00 . Tak Mau Masuk Bilik Suara, Kakek di Pohbogo Takut Akan Disuntik   |   12:00 . Panitia Pilkades Bangilan Jemput Bola ke Rumah Warga yang Sakit   |   11:00 . Sempat Terisolasi di Asrama Selama Dua Minggu   |   10:00 . Lanjut Usia Tetap Semangat Salurkan Hak Suara   |  
Thu, 20 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 21 January 2020 14:00

Diduga Beda Pilihan Pilkades, Kakek 80 Tahun Diusir dari Rumah

Diduga Beda Pilihan Pilkades, Kakek 80 Tahun Diusir dari Rumah

Reporter : Muhammad Qomarudin
 
blokBojonegoro.com - Dul Ngali hanya bisa menghela nafas. Kakek berusia 80 tahun ini hanya bisa pasrah, saat diusir dari rumah oleh keponakannya lantaran diduga beda pilihan pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kumpulrejo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro yang akan digelar pada 19 Februari 2020 mendatang.
 
Selama ini, Dul Ngali tinggal sebatang karang ditanah milik keponakanya yang bernama SW yang merupakan pemilik lahan.
 
Saat dikonfirmasi Dul Ngali mengaku dirinya didatangi SW dan diusir. Sebab kedapatan mendukung salah satu calon yang notabenya beda pilihan dengan keponakanya dengan memasang gambar dukunganya.
 
Sebelumnya keponakanya juga sempat bertanya berat mana antara keponakan dengan Calon Kepala Desa yang ia pilih. Dul Ngali mengaku berat keduanya, sehingga keponakan yang menurut Mbah Dul Ngali seorang guru ini langsung mengusirnya.
 
"Kenapa saya harus diusir kalau masalahnya hanya seperti ini,” ucap Dul Ngali, Selasa (21/1/2020).
 
Akibat kejadian ini, warga sekitar membantu dan bergotong royong memindahkan perabotan rumah tangga ke rumah anaknya yang tak jauh dari kakek tersebut tinggal. Akibatanya Dul Ngali harus meninggalkan rumah yang ditempatinya sejak 7 tahun lalu.
 
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro, Djuwana Poerwiyanto menyesalkan insiden yang terjadi pada pagi tadi. Pasalnya terkait permasalahan seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi dan bisa diselesaikan baik-baik.
 
"Masalah seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi dan ketika ada masalah seperti ini harus diselesaikan secara bersama dan kekeluargaan," pungkasnya.[din/ito]
 

Tag : pilkades, kumpulrejo, kapas, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat