16:00 . Rumah Akikah di Desa ini, Satu Bulan Sembelih Kambing Sampai 170 Ekor   |   15:00 . Usulkan 1000 Formasi, 615 untuk CPNS dan 385 PPPK   |   14:00 . Tahun 2021, Pemkab Bojonegoro Anggarkan 18 Milyar untuk Santunan Kematian   |   13:00 . Warga Ngumpakdalem Gotong Royong Bangunkan Rumah untuk Disabilitas   |   12:00 . BUMDES Lohjinawe Sarangan Perkuat Ekonomi Desa Melalui UMKM   |   11:00 . 190 KM Jalan Cor dan 20 KM Jalan Aspal Bakal Dibangun Tahun Ini   |   10:00 . Santunan Korban Catat Tetap Jasa Raharja 2020 Menurun   |   09:00 . Tingkatkan Layanan Masyarakat, Kesra Gunakan Aplikasi SANDUK   |   07:00 . Penyebab dan Cara Mencegah Bau Badan, Biar Nggak Minder Saat Bergaul!   |   06:00 . Manfaat Vaksin COVID-19   |   05:00 . 21 Sembuh, Tambahan 23 Kasus di Bojonegoro dan 1 Meninggal   |   23:00 . Gandeng Kantor Pos, RSUD Bojonegoro Luncurkan Layanan Antar Obat   |   22:00 . Inilah Susunan Kepengurusan DPC Partai Gerindra Bojonegoro   |   21:00 . Warga Ngrejeng Purwosari Hilang, Diduga Tenggelam di Sungai Gandong   |   20:00 . 30 Pasangan Mesum Terjaring Razia, 1 Pelajar Hamil 2 Bulan   |  
Tue, 19 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kasus Dugaan Pungli PTSL

Masalah PTSL, Begini Kata Mantan Kades Kedungrejo

blokbojonegoro.com | Saturday, 07 March 2020 10:00

Masalah PTSL, Begini Kata Mantan Kades Kedungrejo

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Mantan Kepala Desa (Kades) Kedungrejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro,  Moh Hari Wahyudi angkat bicara terkait pembayaran Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang menyangkut dirinya. Ia menjelaskan terkait PTSL sudah selesai dan tidak perlu diperdebatkan lagi.

[Baca juga: Belasan Warga Kedungrejo Laporkan Panitia PTSL ke Kajari ]

Menurut Wahyudi, terkait pembayarat PTSL yang mencapai Rp 700 ribu per bidangnya sudah melalui musyawarah bersama dan ditetapkan sebesar nominal tersebut. Bahkan dirinya juga mempertanyakan beberapa masyarakat yang melaporkan dirinya ke Kejaksaan Negri (Kejari) Kabupaten Bojonegoro beberapa hari yang lalu.

"Kenapa setelah sertifikat sudah jadi dan sudah diserahkan semua ke masyarakat baru ada yang komplain," ungkap Wahyudi.

Terkait masalah pelaporannya, Wahyudi menganggap ada provokator yang mendalanginya, lantaran dari awal sudah disepakati dengan nominal Rp 700 ribu per bidang. Ia juga mengungkapkan, terkait kasus ini, dikaitkan dengan Pemilihan Kepada Desa (Pilkades) Kedungrejo pada 19 Februrari 2020 yang lalu.

"Padahal kita juga sudah menerima kekalahan ini, terus apa maksud dari semua ini," sambungnya kepada blokBojonegoro.com.

Terkait PTSL di Desa Kedungrejo sendiri Wahyudi mengungkapkan, awal pendaftaran PTSL dimulai pada Januari 2018 dengan total pendaftar sebanyak 1.843 bidang dan dibagikan kepada warga pada Januari 2020. Bahkan ada sejumlah 400 bidang sisanya yang belum dibayar sama sekali, langsung diambil di kantor BPN tanpa sepengatahuan panitia.

"Terkait PTSL sebenarnya sudah selasai," lanjut Wahyudi.

Jika memang nantinya ia bakal dipanggil ke Kejari terkait permasalahan ini, Wahyudi menyatakan bakal memenuhinya dan ia juga bakal menyiapkan berkas bukti terkait dugaan pungli yang diarahkan kepadanya oleh para pelapor.[din/ito]

Tag : pungli, ptsl, kedungrejo, kedungadem, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat