16:00 . Vaksin Sinovac Didistribusikan ke 48 Faskes   |   15:00 . Sempat Naik, Harga Telur Ayam Turun   |   14:00 . Vaksinasi Covid-19 di Bojonegoro Dimulai   |   13:00 . Ansor Sekar Bedah Rumah Korban Banjir Bandang   |   11:00 . Pertama Divaksin Sinovac, Begini Kata Bupati Bojonegoro   |   10:00 . Lolos Screening, Bupati bersama Pejabat yang Ada di Bojonegoro Awali Vaksinasi   |   09:00 . PMII Unugiri Galang Dana Bantu Korban Bencana Alam   |   08:00 . Januari 2021, Kantor Pos Selesai Cairkan BST   |   07:00 . Ketahui 5 Manfaat Sinar Matahari Pagi untuk Bayi   |   06:00 . Presiden Jokowi Terima Dosis Kedua Vaksin Covid-19   |   23:00 . Gejala Covid-19 Ini Sering Tak Disadari   |   22:00 . Persiapan Donor Plasma di Bojonegoro   |   21:00 . Mahasiswa IKIP Bojonegoro Ciptakan Aplikasi Android untuk Media Pembelajaran   |   20:00 . BPJS Kesehatan Gelar Media Gathering Bersama Awak Media   |   18:00 . Jabat Sebagai Rektor UNUGIRI, Gus Arif Prioritaskan Konsolidasi Internal   |  
Thu, 28 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Pembangunan Jembatan Kanor-Rengel (KaRe)

Masih Ada 2 Lahan Warga Belum Dilepas

blokbojonegoro.com | Wednesday, 02 September 2020 20:00

Masih Ada 2 Lahan Warga Belum Dilepas

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com - Hingga saat ini, pembangunan jembatan Kanor - Rengel (Ka-Re) yang merupakan jembatan penghubung 2 Kabupaten yakni Bojonegoro dengan Tuban belum bisa dibangun. Belum dilakukanya pembangunan jembatan penghubung itu karena masih terkendala pembebasan lahan milik warga desa setempat yang belum mau melepas tanahnya.

"Dari 23 lahan pembebasan tanah itu, hingga saat ini masih ada 2 lahan tanah milik warga yang belum menerima harga yang ditawarkan oleh Pemkab Bojonegoro," ungkap Kabag Umum Pemkab Bojonegoro, Heri W.

Heri mengatakan, semestinya rencana pembangunan jembatan Ka-Re ini bisa dimulai pada pertengahan tahun 2020 itu, dalam perjalanannya masih tersendat perkara pembebasan lahan milik warga, padahal Pemkab Bojonegoro, sebelumnya telah menggandeng KJPP guna menghitung ganti untung lahan warga yang terkena dampak pembangunan jembatan penghubung 2 kabupaten tersebut.

"Awalnya ada 7 lahan milik warga yang enggan, namun saat ini masih ada 2 lahan warga yang masih belum mau melepasnya," cakap Heri kepada blokBojonegoro.com, Rabu (2/9/2020).

Heri mengungkapkan, rata-rata warga yang belum rela melepaskan lahannya lantaran masih menunggu harga yang pas dan sesuai yang diinginkannya. Meski begitu, Pemkab Bojonegoro, dalam pembelian pembebasan lahan tersebut, tetap sesuai usulan yang ditentukan KJPP.

Masih adanya lahan pembebasan tanah itu, diharapkan agar warga rela melepas lahannya untuk pembangunan jembatan. "Pembangunan jembatan itu toh, juga untuk kepentingan semua masyarakat Bojonegoro," pungkasnya.[saf/lis]

Tag : Jembatan, kanor, rengel


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat