07:00 . Sangat Berharga bagi Penderita Depresi, Begini Cara Membantu Penyintas Gangguan Mental   |   20:00 . Sinergi Energi 2022, AAPG UGM -SC Belajar Industri Hulu Migas dengan EMCL   |   19:00 . PAC ISNU Balen Gembira Bersama Yatim-Piatu   |   17:00 . Ada Makam di Tengah Hutan Temayang, Diduga untuk Ritual Pesugihan   |   15:00 . Iseng Main Game, Pria Kepohbaru Dapat Rp100 Juta, Kok Bisa?   |   14:00 . Pertamina Komit Jaga Ketahanan Energi Nasional dengan Optimalisasi Produksi   |   13:00 . Jembatan Penghubung Dua Desa di Balen Nyaris Ambruk, Begini Kondisinya   |   10:00 . Diatas Rata-Rata Nasional, Kinerja Ekonomi Jatim Triwulan II 2022 Tertinggi Se-Pulau Jawa   |   09:00 . KKN-Tematik Unigoro Perkuat Usaha Mikro Kecil Lewat Pendampingan   |   08:00 . Forecasting Pendidikan di Bojonegoro Mampu Lompat Level Tinggi   |   07:00 . Dokter Ungkap 9 Tumbuhan yang Bantu Luruhkan Batu Ginjal, Gampang Ditemukan di Rumah!   |   20:00 . Tingkatkan Jiwa Kewirausahaan, KKN Unigoro Wadahi Pemberdayaan SDM Wukirhajo   |   16:00 . Porsadin Ke-5 Tingkat Kabupaten Resmi Dibuka   |   15:00 . Harga Jual Umbi Porang di Bojonegoro Anjlok, Begini Siasat Petani   |   12:00 . Pemuda Bojonegoro Manfaatkan Zebra Cross Mastrip Bak Citayam Fashion Week   |  
Tue, 09 August 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Safari Ramadan Gubernur Jatim

Khofifah Fokuskan Penurunan Kemiskinan di Jawa Timur

blokbojonegoro.com | Friday, 24 May 2019 18:00

Khofifah Fokuskan Penurunan Kemiskinan di Jawa Timur

Kontributor : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Penurunan angka kemiskinan di Jawa Timur menjadi fokus perhatian Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa lima tahun ke depan. Fokus itu menjadi prioritas khusunya di pedesaan, lantaran dibanding perkotaan kemiskinan paling banyak berada di pedesaan.

Gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini menarget, dalam lima tahun ke depan di masa kepemimpinannya bersama Emil Elestianto Dardak, keduanya bisa menurunkan kemiskinan pedesaan hingga empat persen.

"Sekarang kemiskinan di Jawa Timur itu 10,85, kemiskinan di pedesaan 15,2 persen. Sedangkan di perkotaan 6,9 persen," jelas Khofifah.

Menurutnya, angka kemiskinan di pedesaan harus diturunkan dengan memeratakan kesejahteraan. Pihaknya sudah merumuskan dan menyusun strategi dan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) melalui APBD 2019 melalui PKH Plus agar bisa menurunkan kemiskinan pedesaan secara siginfikan.

"Menurut data BPS Maret tahun lalu, kemiskinan di Jawa Tengah Bisa turun 350 ribu, Jawa Barat 158 dan Jawa Timur hanya 72 ribu," Jelas Khofifah.

Dengan angka penurunan kemiskinan yang sangat signifikan, Khofifah langsung menanyakan kepada Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah untuk menanyakan penurunan kemiskinan tersebut. "Saya langsung mengontak beliau, dan katanya meniru cara mbak mensos dahulu dalam ini adalah (Khofifah)," ungkapnya sambil tertawa kecil.

Ditegaskan melambat kemiskinan di Jawa Timur disebabkan beban keluarga miskin hususnya lansia. Sehingga Pemprov Jawa Timur, melakukan penyisiran lansia khususnya yang berumur 70 tahun keatas dan termasuk dalam keluarga tidak mampu yang kemudian dicocokan dengan APBD masing masing.

"Dari APBD tersebut kita bisa memberi santunan berupa PKH Plus cukup untuk 50 ribu orang," lanjut Khofifah.

Dengan Progam PKH Plus sendiri, setiap lansia akan mendapat 1 juta dalam satu tahun dengan empat kali pencairan dalam satu tahun. Pencairan tersebut sistemnya sama dengan pencairan penerima PKH dan di Kabupaten Bojonegoro penerima PKH Plus ada sebanyak 9650 orang.

"Harapan kami tentunya bisa mengurangi beban lansi yang kurang mampu dan menurunkan angka kemiskinan dipedesaan," tutup Khodifah.[din/ito]

Tag : angka, kemiskinan, jatim, bojonegoro



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat