07:00 . Alih-alih Menyehatkan, Peneliti Temukan Jus Buah Berkaitan dengan Risiko Kanker!   |   19:00 . BAZNAS Bojonegoro Gelar Tes Skill untuk Calon Penerima Beasiswa Genius S1   |   18:00 . Pemkab Bojonegoro Akan Membangun Frontage Road dan Flyover   |   17:00 . Pelajar SMKN 2 Antusias Ikuti Program Goes To School oleh PWI Bojonegoro   |   16:00 . Antisipasi Gagal Panen, 2472,73 Hektare Sawah di Baureno Terdaftar Asuransi   |   15:00 . Aklamasi, Rokhim Nahkodai GP Ansor Tanjungharjo   |   14:00 . Dukung Kemudahan Berwirausaha, Ademos dan Sampoerna Luncurkan Klinik UMKM   |   13:00 . Dandim 0813, Apresiasi Pembangunan di Bojonegoro   |   07:00 . 3 Jenis Trauma yang Bisa Dialami Anak Akibat Pola Asuh yang Keliru   |   20:00 . 103 Desa Berstatus Mandiri Di Bojonegoro, Disiapkan Menjadi Pilot Project   |   19:00 . Hari Gizi Nasional, CEC Gelar Bazar Minyak Goreng dan Gula Murah   |   18:00 . PMI Bantu Bangunkan Huntara Bagi Pengungsi Gunung Semeru   |   17:00 . Calon Jemaah Haji Muda di Bojonegoro Meningkat   |   16:00 . Dinsos Bojonegoro Buka Suara Terkait Saldo Bansos Rp0   |   15:00 . Naik Lagi, Harga Emas Antam 25 Januari Rp947.000 per Gram   |  
Thu, 27 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Waspada Corona, Jangan Panik

Muncul Klaster Baru di Bojonegoro, Pemkab dan Pemprov Rapat Terbatas

blokbojonegoro.com | Saturday, 09 May 2020 14:00

Muncul Klaster Baru di Bojonegoro, Pemkab dan Pemprov Rapat Terbatas

Reporter: Muhammad Qomarudi

blokBojonegoro.com - Pemkab Bojonegoro bersama Pemprov Jawa Timur menggelar rapat terbatas di Pendopo Malowopati Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (9/5/2020) siang. Rapat ini membahas tentang munculnya klaster baru penyebaran virus corono di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Bojonegoro yang bermula dari pedagang sayur keliling (Rengkek).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro tersebut, dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan ProvinsiJawa Timur, Kapolres, Dandim 0813, Sekda Bojonegoro beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam hal itu, Bupati Kabupaten Bojonegoro Anna Mu'awannah menyampaikan, munculnya kalster baru di Bojonegoro berawal dari salah satu pedagang sayur keliling yang dinyatakan positif covid-19 dan meninggal dunia. Akhirnya Pemkab Bojonegoro mengambil langkah cepat dengan menseterilkan Pasar Kota dan menggelar Rapid Test kepada para pedagang di Pasar Kota Bojonegoro.

Dari 269 pedagang yang di Rapid Test ada 86 pedagang dinyatakan reaktif covid-19, 75 pedagang berasal dari Bojonegoro dan 11 pedagang berasal dari Kabupaten Tuban. Melihat hasil Rapid test yang mengejutkan, Pemkab Bojonegoro kembali menggelar Rapid Test di 2 Pasar di Kabupaten Bojonegoro, yaitu Pasar Banjarejo dan Pasar Dander.

"Dari dua pasar itu ditemukan ada sebanyak 82 pedagang baru yang reaktif, jadi total ada 168 pedagang yang reaktif covid-19," ujar Bupati Bojonegoro.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Bojonegoro meminta bantuan kepada Pemprov Jawa Timur untuk mempercepat hasil rapid test yang dikirim oleh Pemkab Bojonegoro. Sebab, hasil swab test yang terlalu lama keluarnya menjadikan kesulitan tersendiri bagi Pemkab Bojonegoro untuk menindaklanjutinya.

Tak hanya itu, Pemkab Bojonegoro juga meminta bantuan Pemprov agar membantu rapid test tambahan jika kuota masih ada, yang rencananya akan dilakukan kepada pedagang diseluruh Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya, sampai saat ini Pemkab Bojonegoro masih kesulitan untuk menggelar rapid test secara masal, lantaran ketersediaan alat yang ada.

"Kami minta bantuanya ibu, agar hasil swab test dari pada pedagang ini agar bisa dipercepat atau diutamakan dahulu, sebab kondisinya sudah menghawatirkan dan saya juga meminta bantuan jika masih ada kuota lebih di provinsi untuk dilakukan rapid test di Bojonegoro," imbuh Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Herlin Ferliana mengatakan, sangat mengapresiasi langkah cepat yang diambil dari Pemkab Bojonegoro untuk mendeteksi dan memotong rantai penyebaran Covid-19 di Jawa Timur. 

Terkait hasil rapid test yang dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro di tiga pasar, dirinya menjelaskan bahwa hasil reaktif rapid test tidak bisa menjadi tolak ukur bahwa seseorang positif corona. Akan tetapi, jika melihat kejadian sebelumnya biasanya dari jumlah total hasil reaktif rapid test, setengahnya dinyatakan positif corona berdasarkan swab test.

"Rapid test tidak bisa menjadi tolak ukur, tetapi juga harus benar-benar diwaspada dan terkait pengajuan swab test untuk dioercepat, saya akan sampaikan kepada Gubernur Jawa Timur," pungkasnya.

Dalam rapat tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi juga menyampaikan pesan dari Gubernur Jawa Timur untuk segera menutup sementara pasar Kota Bojonegoro minimal selama 7 hari. Sebab, hal tersebut harus dilakukan guna memutus rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Bojonegoro. [din/mu]

Tag : Corona, covid, kkuster baru



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Tuesday, 25 January 2022 12:00

    bB Salurkan Donasi Peduli untuk Mahameru

    bB Salurkan Donasi Peduli untuk Mahameru Setelah membuka donasi 'Peduli untuk Mahameru' sejak Senin (6/12/2021) lalu, blokBojonegoro.com (bB) menyalurkan hasil donasi melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro, Selasa (25/1/2022)....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat