20:00 . Pengurus Perkumpulan Jamaah Tahlil Perempuan di Bojonegoro Resmi Dilantik   |   19:00 . Gandeng Lakpesdam NU, Kominfo Dorong Masyarakat Cakap Literasi Digital   |   18:00 . Buruh Aksi di Gubernuran, Ini Hasil Audiensi RTMM SPSI dengan Para Stakeholder Pemprov Jatim   |   17:00 . Makam Diduga untuk Ritual Pesugihan Dibongkar, Isinya Mengejutkan   |   16:00 . 295 WBP Diusulkan Dapat Remisi Kemerdekaan, 6 Napi Langsung Bebas   |   15:00 . DWP Kemenag Bojonegoro Gelar Deteksi Dini IVA Test dan Sadanis Gratis   |   13:00 . 49 SMA di Bojonegoro Mulai Terapkan Kurikulum Merdeka   |   09:00 . Penemuan Makam di Tengah Hutan   |   08:00 . Hilang STNK NoPol S-3124-DG   |   07:00 . Orangtua Harus Tahu! Ini 7 Tips Habiskan Waktu Bersama dengan Anak   |   20:00 . Merdeka Cup 2022 dalam Kemeriahan Kemerdekaan RI ke-77   |   19:00 . Ratusan Masyarakat Bojonegoro dan Tuban Deklarasikan LaNyalla Capres 2024   |   18:00 . Fenomena Fashion Week, Budayawan Berharap Bisa Tampilkan Produk Batik Lokal   |   17:00 . Kader Berpretasi Asal Bojonegoro, Mantapkan Maju Caketum PP IPPNU   |   16:00 . Profil Coach Persibo Masdra Nurriza, Awali Karir dari Bangku SMP   |  
Thu, 11 August 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Waspada Corona, Jangan Panik

Muncul Klaster Baru di Bojonegoro, Pemkab dan Pemprov Rapat Terbatas

blokbojonegoro.com | Saturday, 09 May 2020 14:00

Muncul Klaster Baru di Bojonegoro, Pemkab dan Pemprov Rapat Terbatas

Reporter: Muhammad Qomarudi

blokBojonegoro.com - Pemkab Bojonegoro bersama Pemprov Jawa Timur menggelar rapat terbatas di Pendopo Malowopati Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (9/5/2020) siang. Rapat ini membahas tentang munculnya klaster baru penyebaran virus corono di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Bojonegoro yang bermula dari pedagang sayur keliling (Rengkek).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro tersebut, dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan ProvinsiJawa Timur, Kapolres, Dandim 0813, Sekda Bojonegoro beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam hal itu, Bupati Kabupaten Bojonegoro Anna Mu'awannah menyampaikan, munculnya kalster baru di Bojonegoro berawal dari salah satu pedagang sayur keliling yang dinyatakan positif covid-19 dan meninggal dunia. Akhirnya Pemkab Bojonegoro mengambil langkah cepat dengan menseterilkan Pasar Kota dan menggelar Rapid Test kepada para pedagang di Pasar Kota Bojonegoro.

Dari 269 pedagang yang di Rapid Test ada 86 pedagang dinyatakan reaktif covid-19, 75 pedagang berasal dari Bojonegoro dan 11 pedagang berasal dari Kabupaten Tuban. Melihat hasil Rapid test yang mengejutkan, Pemkab Bojonegoro kembali menggelar Rapid Test di 2 Pasar di Kabupaten Bojonegoro, yaitu Pasar Banjarejo dan Pasar Dander.

"Dari dua pasar itu ditemukan ada sebanyak 82 pedagang baru yang reaktif, jadi total ada 168 pedagang yang reaktif covid-19," ujar Bupati Bojonegoro.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Bojonegoro meminta bantuan kepada Pemprov Jawa Timur untuk mempercepat hasil rapid test yang dikirim oleh Pemkab Bojonegoro. Sebab, hasil swab test yang terlalu lama keluarnya menjadikan kesulitan tersendiri bagi Pemkab Bojonegoro untuk menindaklanjutinya.

Tak hanya itu, Pemkab Bojonegoro juga meminta bantuan Pemprov agar membantu rapid test tambahan jika kuota masih ada, yang rencananya akan dilakukan kepada pedagang diseluruh Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya, sampai saat ini Pemkab Bojonegoro masih kesulitan untuk menggelar rapid test secara masal, lantaran ketersediaan alat yang ada.

"Kami minta bantuanya ibu, agar hasil swab test dari pada pedagang ini agar bisa dipercepat atau diutamakan dahulu, sebab kondisinya sudah menghawatirkan dan saya juga meminta bantuan jika masih ada kuota lebih di provinsi untuk dilakukan rapid test di Bojonegoro," imbuh Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Herlin Ferliana mengatakan, sangat mengapresiasi langkah cepat yang diambil dari Pemkab Bojonegoro untuk mendeteksi dan memotong rantai penyebaran Covid-19 di Jawa Timur. 

Terkait hasil rapid test yang dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro di tiga pasar, dirinya menjelaskan bahwa hasil reaktif rapid test tidak bisa menjadi tolak ukur bahwa seseorang positif corona. Akan tetapi, jika melihat kejadian sebelumnya biasanya dari jumlah total hasil reaktif rapid test, setengahnya dinyatakan positif corona berdasarkan swab test.

"Rapid test tidak bisa menjadi tolak ukur, tetapi juga harus benar-benar diwaspada dan terkait pengajuan swab test untuk dioercepat, saya akan sampaikan kepada Gubernur Jawa Timur," pungkasnya.

Dalam rapat tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi juga menyampaikan pesan dari Gubernur Jawa Timur untuk segera menutup sementara pasar Kota Bojonegoro minimal selama 7 hari. Sebab, hal tersebut harus dilakukan guna memutus rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Bojonegoro. [din/mu]

Tag : Corona, covid, kkuster baru



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat