17:00 . Awal Tahun 2022, Ada 164 Kasus DBD dan DD Masuk Dinkes Bojonegoro   |   16:00 . Harga Cetakan Antam Turun, UBS Justru Naik   |   15:00 . 1 Jiwa Melayang, Pemdes Kandangan Imbau Tetap Waspada DBD   |   14:00 . Sepanjang 2021, Dinas Damkar Tangani 445 Sarang Tawon   |   13:00 . Era Baru Perdagangan Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka Dimulai   |   12:00 . Bupati Anna Siapkan 4000 Beasiswa untuk Mahasiswa Tugas Akhir   |   11:00 . Kecelakaan Bus Margo Djoyo, 1 Orang Meninggal 5 Luka-luka   |   10:00 . Video Proses Evakusi Badan Bus Terguling di Jalur Bojonegoro Surabaya   |   09:00 . Video Kecelakaan Bus Terguling di Jalan Bojonegoro Surabaya   |   08:00 . Bus Terguling di Jalan Bojonegoro - Surabaya   |   07:30 . Hindari Truk, Bus Terguling di Mojodeso   |   07:00 . Jangan Langsung Dimarahi Jika Nilai Sekolah Anak Menurun, Bisa Jadi Gejala Stres Belajar   |   19:00 . Pelajar Bojonegoro Ikuti Virtual Zoom Meeting Himabo Goes To Campus   |   18:00 . Sinergi TNI-Polri Bersama Wartawan Bojonegoro   |   16:00 . Dinkes Bojonegoro Catat 112 Kasus DBD, 2 Orang Meninggal   |  
Tue, 18 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Waspada Corona, Jangan Panik

Pedagang Pasar Kota Keluhkan Pemberitaan Hasil Rapid Test

blokbojonegoro.com | Saturday, 09 May 2020 10:30

Pedagang Pasar Kota Keluhkan Pemberitaan Hasil Rapid Test

Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com – Sejumlah pedagang menyesalkan pemberitaan hasil rapid test Pasar Kota Bojonegoro beberapa waktu lalu. Pemberitaan tersebut dikawatirkan menyebabkan pembeli takut pergi ke pasar. Apalagi pesan berantai whatapps telah beredar luas dengan menyebutkan identitas pedagang tersebut.

"Pasti merugikan untuk pedagang, karena ada berita itu orang jadi takut ke pasar,” kata salah seorang pedagang pracangan di Pasar Kota.

Perempuan berhijab ini awalnya mendukung pelaksanaan rapid test. Tapi belakangan muncul identitas para pedagang lengkap dengan alamatnya. Informasi tersebut cepat tersebar di media sosial dan memunculkan stigma pedagang banyak terpapar corona.

Senada pedagang sayur di luar pasar induk juga mengeluhkan pemberitaaan akhir-akhir ini. Seharusnya data seperti itu tidak mnyebar luas dan membuat warga takut. Pasalnya cap masyarakat lebih ditakutkan dari virusnya itu sendiri.

“Sejak pandemi Covid-19 sudah sepi, sekarang jadi lebih sepi karena efek dari tes itu," ungkapnya.

Ia pribadi merasa cemas dengan keberadaan pedagang yang reaktif terhadap rapid test. Namun, para pedagang lainnya mengaku tidak punya pilihan, selain tetap berjualan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, salah seorang pedagang Pasar Banjarejo mengaku enggan ikut rapid test lantaran kawatir namanya muncul di media. Meskipun virus ini bisa disembuhkan tapi stempel masyarakat lebih berbahaya. “Mau ODP, PDP, atau positif corona, saya justru lebih takut cap masyarakat,” tutur pedagang pakaian di Pasar Banjarejo.

Mengenai rencana perpanjangan penutupan Pasar Kota dari dua hari menjadi 7 hari, sejumlah pedagang memilih menyerahkan yang terbaik kepada pihak berwenang. Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah sebelumnya menyampaikan Pasar Kota ditutup dua hari untuk penyemprotan cairan disinfektan.

“Pasar harus tutup dulu karena hasil pemeriksaan banyak temuan pedagang reaktif positif khususnya pedagang sayur keliling,” tegas Bupati.

Pemeriksaan pedagang di Pasar Kota dilakukan untuk memutus penyebaran virus corona. Dari 269 pedagang yang diperiksa, hasilnya ada 86 pedagang berstatus rapid test positif (reaktif).

Pemeriksaan tersebut diakui untuk memastikan kesehatan para pedagang, sehingga aman bagi para pengunjung. Mereka yang dinyatakan reaktif rapid test selanjutnya diminta melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing untuk sementara. [oel/mu]

Tag : Tes, rapid tes, corona, covid 19



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat