11:00 . HUT ke-38, SMP Negeri Kapas Tonjolkan Rakitan Sepeda Energi Listrik   |   07:00 . Jangan Cukur Bulu Kemaluan Saat Vagina Sedang Dalam Kondisi Begini   |   18:00 . Persibo Bojonegoro Melaju ke Babak 16 Besar   |   17:00 . Program Rantang Kasih Moe Tingkatkan Gizi Lansia   |   16:00 . Awal Bulan Harga Emas 24 Karat Antam Terjun   |   15:00 . Full Time, Persibo Taklukkan 1-0 Mitra Surabaya   |   14:30 . Half Time, Persibo Unggul 1-0 dari Mitra Surabaya   |   14:00 . Transparansi Pemdes Tlogorejo Raih Tiga Kategori KIP Se - Jawa Timur   |   13:45 . Menit 31 Persibo Berhasil Mencetak Gol Pertama ke Gawang Mitra Surabaya   |   13:00 . Persibo Tiba di Gresik, Kondisi Siap Tempur   |   12:00 . Harga Cabai di Pasar Bojonegoro Meroket Jelang Natal dan Tahun Baru   |   11:00 . Pemkab Bojonegoro Terima Penghargaan Kategori Tertinggi Komisi Informasi Jatim   |   10:00 . Program Aladin Bangun 7.041 Rumah Tak Layak Huni   |   08:00 . Musnahkan Barang Bukti dan Lelang   |   07:00 . Ketahui 5 Tanda ASI Kekurangan Nutrisi, Bisa Berdampak pada Kesehatan Bayi   |  
Fri, 03 December 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

#TokohBojonegoro (8)

Mayjen TNI (Purn.) Basofi Sudirman, Penyanyi Dangdut dan Gubernur

blokbojonegoro.com | Friday, 19 June 2020 12:00

Mayjen TNI (Purn.) Basofi Sudirman, Penyanyi Dangdut dan Gubernur

Reporter: Parto Sasmito

Tidak Semua Laki-Laki Bersalah Padamu
Contohnya Aku Mau Mencintaimu
Tapi Mengapa Engkau Masih Ragu...

Bagi pecinta musik dangdut, terutama di era tahun 90-an, pasti tidak asing dengan penggalan lirik lagu tersebut. Lagu yang berjudul Tidak Semua Laki-laki itu diciptakan oleh pencipta lagu dangdut senior Leo Waldy dan dinyanyikan oleh Basofi Sudirman.

Tak hanya lagunya yang populer dan fenomenal, penyanyinya, Basofi Sudirman juga sangat dikenal oleh masyarakat. Sebab, Jenderal bintang dua ini menjadi pimpinan daerah di dua provinsi.

Mayor Jenderal TNI (Purn.) Moch. Basofi Sudirman (Alm) ini lahir di Kabupaten Bojonegoro, 20 Desember 1940. Pendidikannya mulai dari Sekolah Rakyat (SR) hingga lulus SMA ditempuh di Surabaya. Setelah lulus SMA, tepatnya tahun 1960, Basofi mulai mengikuti jejak ayahnya, Letjen H. Soedirman, dengan melanjutkan ke Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang, Jawa Tengah, yang kemudian diselesaikannya pada tahun 1963.

[Baca juga: Letjen H. Soedirman Pahlawan Nasional Namanya Diabadikan Menjadi Stadion ]

Lulus dari AMN, karier militernya tergolong lancar, berbagai pengalaman tempur pernah dilakukannya. Di antaranya, pengalaman memimpin pasukan yang pernah dilaluinya adalah Komandan Detasemen Tempur Kopasandha (1971-1972), Komandan Batalyon 412 Brawijaya (1973-1974), Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 18/Kostrad (1981-1983).

Tak hanya itu, putra dari pasangan Soedirman dan Masrikah binti Syakur ini, juga mempunyai pengalaman teritorial. Beberapa di antaranya, pernah menjadi Komandan Kodim 0824/Jember (1977-1978), Asisten Teritorial Kodam IV/Brawijaya (1983-1984), Komandan Korem 083/Baladhika Malang (1984-1986), dan Kasdam Kodam I/Bukit Barisan (1986-1987), sebelum akhirnya ditarik ke Mabes ABRI. Selain itu, Basofi juga pernah menjadi Dosen Seskoad, tahun 1979-1981. Sedangkan dirinya sendiri mengikuti Seskoad pada tahun 1978, dan Seskogab tahun 1979.

Karir Basofi di bidang militer dengan pangkat Mayor Jenderal TNI sampai di usia 47 tahun, setelah dirinya memutuskan untuk pensiun dini dengan terjun ke dunia politik di Partai Golongan Karya (Golkar). Padahal dirinya masih punya waktu sekitar 8 atau 9 tahun untuk menjadi jenderal penuh atau menyamai jabatan ayahnya yang berpangkat Letnan Jenderal. Bahkan ayahnya juga sempat protes. Namun baginya, di di Golkar dan di ABRI sama saja.

Keputusannya terjun di dunia politik berjalan gemilang. Basofi pernah menjabat Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, dan pada 1987 diangkat menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Kemudian menjadi Gubernur Jawa Timur periode 1993-1998.

Salah satu program yang diwariskan Basofi Sudirman, adalah "Kembali ke Desa". Program tersebut mengandung semangat pemerataan pembangunan, yakni embangunan tidak hanya dilakukan di kota-kota besar saja, tapi juga dilakukan di desa-desa sampai pelosok paling terpencil. Basofi wafat pada usia 76 tahun, pada Senin 7 Agustus 2017 silam di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, dan dimakamkan di San Diego Hills di Karawang, Jawa Barat.


Data diri:
Nama: Mayor Jenderal TNI (Purn.) Moch. Basofi Sudirman
Tempat dan Tanggal Lahir: Bojonegoro, 20 Desember 1940
Wafat: Jakarta, 7 Agustus 2017
Bapak: Letjen H. Soedirman
Ibu: Masrikah binti Syakur

Karir dan Jabatan:
- Pemimpin Pasukan Komandan Detasemen Tempur Kopasandha (1971-1972)
- Komandan Batalyon 412 Brawijaya (1973-1974)
- Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 18/Kostrad (1981-1983)
- Komandan Kodim 0824/Jember (1977-1978)
- Dosen Seskoad, tahun (1979-1981)
- Asisten Teritorial Kodam IV/Brawijaya (1983-1984)
- Komandan Korem 083/Baladhika Malang (1984-1986)
- Kasdam Kodam I/Bukit Barisan (1986-1987)
- Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Pemerintahan 1987
- Gubuernur Jawa Timur (1993–1998)

Tag : basofi, sudirman, gubernur, jatim, bojonegoro, makam



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 22 November 2021 14:00

    Resensi

    Dibalik Buku 00.00

    Dibalik Buku 00.00 Buku judul 00.00 merupakan karya kedua dari Anugrah Ameylia Falensia atau yang kerap dikenal dengan panggilan Amey atau cumi oleh teman-teman maupun para teman pembacanya....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 10 November 2021 10:00

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter...

    read more