07:00 . Gejala Serangan Jantung, Ini Perbedaannya pada Wanita dan Pria   |   03:01 . Tawarkan Suasana Baru, Go Fun Buka Kembali Hari Ini   |   19:00 . Serap Aspirasi, Komisi B Peduli Nasib Petani   |   16:00 . Gaji Buruh Tertunda Disnaker Bojonegoro Turun Tangan   |   15:00 . SMKN 5 Bojonegoro Berbagi Takjil   |   14:00 . Layani Penumpang Non Mudik, Bus di Terminal Rajekwesi Mulai Beroperasi   |   13:00 . Komisi C Akan Selidiki Masalah Demo Karyawan PT Shou Fong Lastindo   |   12:00 . Disinyalir THR Kecil, Karyawan PT Shou Fong Lastindo Mogok Kerja   |   11:00 . Larangan Mudik, Tinggal Dua Kereta yang Tetap Jalan   |   09:00 . Jelang Lebaran, Diana Hargianti Rutin Berbagi Kepada Sesama   |   08:00 . PWI Bojonegoro dan Pertamina EP Cepu Berbagi Bersama Yatim   |   07:00 . Alami Diabetes Selama Kehamilan, Waspada 4 Efek Berikut pada Janin   |   19:00 . Bus AKDP Masih Diperbolehkan Operasi, Begini Persyaratannya   |   18:00 . DKR Balen Berikan Santunan Anak Yatim   |   17:00 . Terminal Sepi, Bus Tidak Ada yang Beroperasi   |  
Sat, 08 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Ciptakan Potensi Agrowisata dengan Program Agroforestry PEPC

blokbojonegoro.com | Wednesday, 28 April 2021 08:00

Ciptakan Potensi Agrowisata dengan Program Agroforestry PEPC

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - PT Pertamina EP Cepu (PEPC) menserahterimakan Program agroforestry berbasis kawasan hutan bersama masyarakat kepada para petani penggarap lahan hutan yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutran (LMDH) RimbaTani Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

Program yang diinisiasi oleh PEPC sejak 2019 bekerja sama dengan LSM IDFoS Indonesia ini merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat dari PEPC yang telah disetujui oleh SKK Migas.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarkat Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro, Machmuddin yang hadir pada acara evaluasi dan serah terima program agroforestry ini juga turut memberikan masukan dan arahan.

"Penguatan kelembagaan LMDH adalah salah satu aspek yang juga sangat penting, agar LMDH memiliki kemampuan sebagai pendorong ekonomi masyarakat desa di sekitar hutan. Mengingat hampir 60% lahan pertanian di Bojonegoro adalah di wilayah hutan,” kata Macmuddin.

Program ini memiliki potensi Agrowisata yang bagus. "Terlebih lagi jika program agroforestry ini dapat terkoneksi dengan potensi lain yang ada di sekitarnya," pungkasnya.

Camat Ngasem, Waji menyampaikan, dengan diserahterimakannya program agroforestry ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif peningkatan ekonomi bagi masyarakat desa hutan di masa mendatang, "Sebab jika dikelola dengan benar budidaya buah kelengkeng ini memiliki potensi ekonomi yang sangat menjanjikan," pesannya.

Waji mengharapkan agar para pesanggem memiliki rasa “andarbeni” atau rasa memiliki terhadap program ini. "Sejumlah 2.200 pohon kelengkeng yang telah tertanam ini apabila dikelola dengan baik hingga dapat menghasilkan buah secara maksimal," ungkap Waji.

Program Agroforestry tahap ke-2 ini berlangsung sejak 2020 hingga awal 2021, fokus program adalah pada perawatan dan penambahan tanaman. Sedangkan pada tahap pertama yang dilaksanakan pada tahun 2019 telah tertanam 1.500 pohon kelengkeng. Hingga pada 2021 ini terdapat 2.200 pohon kelengkeng yang telah berhasil ditanam dan tumbuh di lahan kawasan perlindungan setempat (KPS) Perhutani BKPH Clangap Petak 53,54,50 dan 42.

Officer Community Relation & CSR PEPC, Edi Arto yang menyampaikan acara serah terima program ini menyebutkan bahwa program agroforestry merupakan program yang memiliki multipotensi dalam jangka panjang, selain produktivitas pohon yang jelas memberikan hasil ekonomi, program agroforestry memiliki manfaat lain yang mendukung pelestarian ekosistem bagi lingkungan sekitar.

"Pohon ini selain berpotensi menghasilkan buah juga memberikan dampak yang sangat baik bagi pemeliharaan lingkungan kita, akar dari pohon tegakan ini akan mampu melindungi badan sungai di sepanjang lahan KPS dari erosi dan longsor," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil kepala Administratur KPH Bojonegoro, Juwanto yang hadir dalam acara serah terima program agroforestry ini menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap PEPC. Karena ini sebuah program yang sangat luar biasa yang disupport oleh PEPC.

"Program seperti ini sangat bermanfaat bagi lingkungan yang jika dikonversikan dengan angka ekonomis sebenarnya sangat tinggi nilainya, karena secara nyata memberikan manfaat terpeliharanya lingkungan alam dari kerusakan. Ini luar biasa" ulasnya.

Pada acara evalusi para pihak dan serah terima program agroforestry ini berbagai pihak yang hadir seperti perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Cabang Dinas Kehutanan (CDK) dan Bappeda, BKPH turut serta dalam diskusi aktif dengan para pesanggem serta memberikan tanggapan dan masukan positif agar tujuan dari program ini benar-benar dapat tercapai sesuai dengan yang telah direncanakan.

 

Tag : Serah terima, program, pepc, jabatan, Bojonegoro

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat