07:00 . Sangat Berharga bagi Penderita Depresi, Begini Cara Membantu Penyintas Gangguan Mental   |   20:00 . Sinergi Energi 2022, AAPG UGM -SC Belajar Industri Hulu Migas dengan EMCL   |   19:00 . PAC ISNU Balen Gembira Bersama Yatim-Piatu   |   17:00 . Ada Makam di Tengah Hutan Temayang, Diduga untuk Ritual Pesugihan   |   15:00 . Iseng Main Game, Pria Kepohbaru Dapat Rp100 Juta, Kok Bisa?   |   14:00 . Pertamina Komit Jaga Ketahanan Energi Nasional dengan Optimalisasi Produksi   |   13:00 . Jembatan Penghubung Dua Desa di Balen Nyaris Ambruk, Begini Kondisinya   |   10:00 . Diatas Rata-Rata Nasional, Kinerja Ekonomi Jatim Triwulan II 2022 Tertinggi Se-Pulau Jawa   |   09:00 . KKN-Tematik Unigoro Perkuat Usaha Mikro Kecil Lewat Pendampingan   |   08:00 . Forecasting Pendidikan di Bojonegoro Mampu Lompat Level Tinggi   |   07:00 . Dokter Ungkap 9 Tumbuhan yang Bantu Luruhkan Batu Ginjal, Gampang Ditemukan di Rumah!   |   20:00 . Tingkatkan Jiwa Kewirausahaan, KKN Unigoro Wadahi Pemberdayaan SDM Wukirhajo   |   16:00 . Porsadin Ke-5 Tingkat Kabupaten Resmi Dibuka   |   15:00 . Harga Jual Umbi Porang di Bojonegoro Anjlok, Begini Siasat Petani   |   12:00 . Pemuda Bojonegoro Manfaatkan Zebra Cross Mastrip Bak Citayam Fashion Week   |  
Tue, 09 August 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Olah Limbah Batik, Pria Ini Ciptakan Cat Daur Ulang

blokbojonegoro.com | Monday, 20 September 2021 19:00

Olah Limbah Batik, Pria Ini Ciptakan Cat Daur Ulang

Reporter: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Sejak ditetapkannya batik sebagai warisan budaya oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009, popularitas batik semakin meningkat. Meningkatnya popularitas berbanding lurus dengan banyaknya produsen batik yang bermunculan untuk memenuhi permintaan.

Para produsen batik pun terus berupaya berinovasi, salah satunya dengan memanfaatkan limbah kain batik untuk kerajinan sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.

Seperti yang dilakukan oleh Adib Nurdiyanto, asal Desa Mojodeso, awalnya dia menyadari perlu adanya pengolahan limbah dari produksi batik agar tidak dibuang begitu saja ke saluran air. Sebab limbah cair dari proses produksi bewarna hitam pekat, apabila terkena kulit mampu menyebabkan efek berupa gatal-gatal. Bahkan jika disiramkan ke rumput, rumput pun bisa mati dalam waktu 3 hari.

"Usai mempelajari limbah tersebut, saya pun yakin untuk memanfaatkan limbah batik tersebut menjadi produk turunan berupa cat tembok," ungkap Adib.

Adib bersama beberapa rekannya menampung limbah bekas membatik tersebut dalam jiriken yang kemudian dipadukan dengan 3 bahan lain yang mudah dijumpai di toko-toko bangunan dan harganya pun relatif murah.

Usai diolah sedemikian rupa, cat tembok ini pun diberi nama Cat Tembok Dalang (Daur Ulang) dengan kemasan 1.000 mililiter. Uji coba penggunaan cat tembok pun mulai dilakukan pada dinding tembok, paving dan kayu.

"Cat daur ulang ini efektif untuk menutup pori-pori pada kayu. Ketika diaplikasikan untuk tembok saat diujikan ke bahan logam seperti seng, daya lengketnya tinggi serta daya tahan tidak kalah dengan cat buatan pabrik," ujar pria asal Mojodeso.

Dengan adanya produk olahan cat ini, Adib berharap nantinya bisa mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah yang dihasilkan dari produksi batik. "Serta memberikan peluang usaha baru atau terus berinovasi bagi pengrajin batik," pungkasnya. [liz/lis]

 

 

Tag : Olah, limbah, lingkungan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat