20:00 . Minibus Adu Banteng dengan Truk, Satu Orang Meninggal   |   19:00 . Pintu Air Waduk Pacal Macet, BPBD Terus Berkoordinasi BBWS Cegah Potensi Banjir Susulan   |   18:00 . Bupati Anna Resmikan Pasar Burung Bagi Para Bird Lovers   |   16:00 . Student Agency, Tantangan Guru Masa Kini   |   15:00 . Lagi Turun, Harga Antam Dijual Mulai Rp539.500   |   13:00 . Hujan, Ini Tips Saat Berkendara dengan Motor   |   19:00 . Viral Pengantin Nikah Saat Banjir, Netizen: Doa Mantan Terkabulkan   |   18:00 . Viral, Warga Sukosewu Langsungkan Pernikahan di Tengah Banjir   |   15:00 . Ini Tips Tetap Bugar dan Tingkatkan Imun Ala Tirta Ayu Spa   |   13:00 . Pernikahan Dini Marak, APPA dan PA Bojonegoro Bersinergi Bersama   |   11:00 . Inilah Nama Pemenang Fashion Street Fruit and Veggie Competition   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Insan UPG dari KPK   |   09:00 . Teknologi Informasi dan Komunikasi Berkembang, Jurnalis Harus Adaptasi dengan Tantangan   |   21:00 . Pengunjung BNFF Tumpah Ruah   |   18:00 . STIKES Rajekwesi Bojonegoro Borong Dua Juara   |  
Mon, 28 November 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Diduga Akibat Limbah, Udang di Bengawan Solo Mabuk

blokbojonegoro.com | Monday, 20 September 2021 10:00

Diduga Akibat Limbah, Udang di Bengawan Solo Mabuk

Reporter: Muharrom

blokBojonegoro.com - Sejak beberapa waktu belakangan ini, warna air di Bengawan Solo berubah seperti teh dan bahkan cenderung ke hitam-hitaman. Dugaan kuat karena ada pencemaran limbah dari wilayah hulu.

Akibatnya, dinihari sampai pagi, banyak udang "mabuk" dan menempel di bibir bengawan. Tepatnya disekitar bantaran turut Kecamatan Balen dan Kanor.

Salah satu warga, Lina, asal Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Bojonegoro, Senin (20/9/2021) mengatakan, jika sejak pagi banyak warga mencari udang di bengawan.

"Udang pada mabuk dan di tepian. Warga menyebut munggut atau pladu. Tapi warna air bengawan hitam," jelasnya

Senada dikatakan Makruf, asal Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Bojonegoro. Menurutnya, jika udang tampak mabuk dinihari. Sebab, ia biasanya tengah malam di sungai terpanjang di Pulau Jawa itu belum melihat udah menepi.

"Setelah salat Subuh mau melihat pancing yang ditinggal di bengawan, ternyata banyak udang di tepian," pungkasnya. [mu/ito]

Tag : udang, bengawan, solo, bojonegoro, pilanggede, balen, kanor



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat