10:00 . LIVE: CERDAS DAN BIJAK DALAM BERMEDIA SOSIAL   |   07:00 . Jangan Panik, Ini Sebab Bayi Cegukan dan Cara Menghentikannya   |   20:00 . Pelaksana Desa Dander dan Ngunut Gelar FGD Program Penataan Sumber Air Bagi Masyarakat   |   19:00 . HJB ke-344, Nakes Puskesmas Temayang Terima Penghargaan   |   15:00 . Capaian Kinerja Pemkab Bojonegoro Terus Meningkat   |   14:00 . Beda Indikator, Penilaian Level Covid-19 di Bojonegoro Berbeda   |   12:00 . Hari Jadi Bojonegoro, Kejaksaan Negeri Terima Penghargaan dari Pemkab   |   10:00 . Bupati Beri Penghargaan Instansi, OPD Hingga Instansi Terbaik di Hari Jadi Bojonegoro 343   |   09:00 . Meski Zona Kuning, Petugas Terus Ingatkan Prokes Kepada Masyarakat   |   07:00 . Studi Buktikan Lingkungan Hijau dapat Meningkatkan Kesehatan Mental Anak   |   06:00 . 5 Wilayah di Jatim Level 1, ini Aturan Baru dalam PPKM   |   21:00 . Resmikan Wisata Religi, Gus Ali Berziarah ke Makam Yek Ali di Sumberejo   |   20:00 . Peringkat Hasil SKD Pemkab Bojonegoro Masih Tunggu Instruksi BKN Pusat   |   19:00 . KADIN Bojonegoro Goes to Campus, Podcast di 2 Tempat   |   18:00 . Yuk...! Ikuti Webinar Cerdas dan Bijak dalam Bermedia Sosial   |  
Thu, 21 October 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Diduga Akibat Limbah, Udang di Bengawan Solo Mabuk

blokbojonegoro.com | Monday, 20 September 2021 10:00

Diduga Akibat Limbah, Udang di Bengawan Solo Mabuk

Reporter: Muharrom

blokBojonegoro.com - Sejak beberapa waktu belakangan ini, warna air di Bengawan Solo berubah seperti teh dan bahkan cenderung ke hitam-hitaman. Dugaan kuat karena ada pencemaran limbah dari wilayah hulu.

Akibatnya, dinihari sampai pagi, banyak udang "mabuk" dan menempel di bibir bengawan. Tepatnya disekitar bantaran turut Kecamatan Balen dan Kanor.

Salah satu warga, Lina, asal Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Bojonegoro, Senin (20/9/2021) mengatakan, jika sejak pagi banyak warga mencari udang di bengawan.

"Udang pada mabuk dan di tepian. Warga menyebut munggut atau pladu. Tapi warna air bengawan hitam," jelasnya

Senada dikatakan Makruf, asal Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Bojonegoro. Menurutnya, jika udang tampak mabuk dinihari. Sebab, ia biasanya tengah malam di sungai terpanjang di Pulau Jawa itu belum melihat udah menepi.

"Setelah salat Subuh mau melihat pancing yang ditinggal di bengawan, ternyata banyak udang di tepian," pungkasnya. [mu/ito]

Tag : udang, bengawan, solo, bojonegoro, pilanggede, balen, kanor



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat