19:00 . Lembaga Pelatihan Kerja dan Sertifikasi Unugiri Gelar Webinar Santri Wirausahawan   |   18:00 . Kadin Bojonegoro Goes to Campus STEBI Al-Rosyid   |   15:00 . Jelang Tutup Bulan, Harga Emas Melesat Naik   |   14:00 . Hari Jadi Provinsi Jatim, Pelaku UMKM Di Bojonegoro Raih Penghargaan Economy Hybrid   |   13:00 . Capaian Vaksinasi Belum Sampai 50%, Bojonegoro Masih pada PPKM Level 3   |   12:00 . Malam ini Grand Final Pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur   |   09:00 . Tunggu Burung Emprit, Warga Dander Disambar Petir   |   21:00 . Otodidak, Pemuda Warga Deru Ini Buka Usaha Gitar Custom   |   20:00 . Kadin Goes To Campus STIE Permata dan STIE Cendekia   |   19:00 . Bupati Bojonegoro Berharap BPD Turut Aktif dalam Abpednas   |   15:00 . Tingkatkan Mitigasi Bencana, Bupati Bojonegoro Pimpin Gelar Apel Siaga Pasukan   |   14:00 . Cuaca Panas Ekstrem Diprediksi Akan Menurun Bulan November Mendatang   |   13:00 . Harga Cabai Rawit Alami Penurunan 35%   |   08:00 . Tak Lelah Edukasi Pentingnya Vaksinasi Covid-19   |   07:00 . Tanaman Obat, Ini 7 Manfaat Daun Ketumbar   |  
Wed, 27 October 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Hingga Akhir September, Perceraian di Bojonegoro Capai 240 Perkara

blokbojonegoro.com | Sunday, 10 October 2021 15:00

Hingga Akhir September, Perceraian di Bojonegoro Capai 240 Perkara Ketua Penitera Pengadilan Agama Bojonegoro, Sholikin Jami'. (Foto; Uul Lyatin)

 

Kontributor : Uul Lyatin

 

blokBojonegoro.com - Kasus perceraian di Kabupaten Bojonegoro meningkat selama PPKM dilonggarkan. Selama satu bulan September lalu peningkatan perceraian mencapai 240 perkara yang diterima di Pengadilan Agama Bojonegoro.

 

Menurut Ketua Penitera Pengadilan Agama Bojonegoro, Sholikin Jamik mengatakan bahwa peningkatan perceraian ini dikarenakan faktor ekonomi yang semakin melemah di tengah pandemi. Menurut data yang terkumpul, sebanyak 74 perkara cerai talak dan 166 di antaranya ialah cerai gugat.

 

"Dulu waktu awal PPKM banyak masyarakat yang menunda melapor perkara di pengadilan agama, dan setelah PPKM saat ini dilonggarkan akhirnya beberapa perkara kembali meludak," ujarnya.

 

Pihaknya menurut kan bahwa selama PPKM darurat awal berlangsung banyak masyarakat yang takut untuk datang secara langsung ke kantor. Serta banyak masyarakat yang menunda melaporkan perkaranya. Sehingga hal tersebut berimbas saat ini setelah PPKM dilonggarkan. Ditambah lagi selama PPKM darurat berlangsung pengajuan perkara di PA dibatasi. 

 

"Waktu awal PPKM itu masyarakat takut berkerumun, selain itu juga dari pihak PA memberikan batasan tatap muka untuk pengaduan perkara, jadi banyak dari masyarakat yang baru melakukannya saat ini," imbuhnya.

 

Selain itu pihak Pengadilan Agama telah melakukan pembinaan kepada pemohon agar tidak melanjutkan perkaranya. Namun hal tersebut dirasa kurang berpengaruh bagi masyarakat, sehingga mereka tetap mengajukan permohonan perceraian.

 

"Pastinya dari pihak pengadilan agama telah melakukan mediasi kepada pemohon untuk memikirkan lebih lanjut sebelum terjadi perceraian, namun hal tersebut selalu gagal dan pemohon tetap mengajukan perceraian," pungkas Sholikin Jamik. [uul/lis]

 

Tag : Kasus, cerai, meningkat, ppkm



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat