17:00 . Geger! Warga Bojonegoro Temukan Ular Sanca 3,5 Meter Makan Kucing   |   16:00 . ODGJ di Bojonegoro Ngamuk di Jalan Veteran, Sejumlah Orang Dipukul Pakai Kayu   |   14:00 . KPPN Bojonegoro Sebut Realisasi Pendapatan Negara Masih Defisit, Begini Rinciannya   |   12:00 . Total Anak yang Divaksin Polio di Bojonegoro Capai 27,7 Persen   |   11:00 . Dorong Terwujudnya Peningkatan Pelayanan Publik Lewat Orientasi PPPK Angkatan I-IX   |   10:00 . Kapolres Bojonegoro: Sebelum Dikeroyok Korban Sempat Acungkan Gear Motor   |   09:00 . Lengkap! Pengakuan Saksi, Orang Tua, dan Polisi Soal Pengeroyokan Pelajar di Bojonegoro   |   08:00 . Pj Adriyanto Pimpin Apel Peringatan HUT Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran   |   20:00 . PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG   |   19:00 . 5 Desa/Kelurahan di Kecamatan Bojonegoro Rekap Hasil Penghitungan Perolehan Suara   |   18:00 . Enam Pelaku Pengeroyokan Pelajar SMA di Bojonegoro Masih Buronan   |   17:00 . Caleg di Bojonegoro Perebutkan 50 Kursi Legislatif   |   16:00 . UDD PMI Bojonegoro Kuatkan Kapasitas Koordinator Donor Darah   |   15:00 . Ini Peran 9 Tersangka Pengeroyokan Pelajar SMA di Bojonegoro hingga Meninggal   |   13:00 . Tersangka Pengeroyokan Pelajar SMA di Bojonegoro Diancam 12 Tahun Penjara   |  
Wed, 21 February 2024
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Bahaya Gaslighting, Kekerasan Verbal yang Bisa Berdampak Negatif Bagi Kesehatan Mental Seseorang

blokbojonegoro.com | Thursday, 03 February 2022 07:00

Bahaya Gaslighting, Kekerasan Verbal yang Bisa Berdampak Negatif Bagi Kesehatan Mental Seseorang

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Gaslighting merupakan istilah yang tak asing dalam kosa kata anak muda, khususnya generasi Milenial dan generasi Z. Gaslighting sendiri merupakan salah satu bentuk kekerasan verbal dan emosional dalam suatu relasi, yang sengaja dilakukan untuk memanipulasi kebenaran.

Bentuk manipulasi ini kerap dilakukan seseorang agar bisa mengendalikan situasi maupun mental korban gaslighting. Pelaku biasanya memiliki tujuan untuk membuat orang lain tidak percaya diri dan meragukan persepsinya sendiri, sehingga korban lebih mudah dikendalikan.

"Sebenarnya istilah gaslighting ini tidak hanya terjadi di hubungan suami istri saja, tapi di berbagai macam relasi. Baik itu keluarga, saudara, orangtua dan anak, kemudian pacar, teman, dan rekan kerja," ungkap Psikolog Yayasan Cintai Diri, Eunike Setiawati M.Psi, dalam acara Gaslighting: Mengapa Aku Selalu Merasa Bersalah, beberapa waktu lalu.

"Manipulasi sendiri adalah bentuk kekerasan verbal dan emosional. Kenapa verbal? Karena biasanya gaslighting muncul dalam percakapan, sehingga menimbulkan efek negatif pada psikologis korban," ungkap Eunike lagi.

Lebih lanjut, Eunike mengatakan ada beberapa dampak negatif yang terjadi pada korban gaslighting. Berikut paparannya:

1. Dampak Fisik

Korban yang mengalami gaslighting bisa berdampak negatif secara fisik, di mana tubuh menunjukkan respons stres seperti jantung berdetak kencang, gangguan pencernaan, sakit kepala, lesu, gangguan pola tidur dan pola makan.

"Jadi ketika di-gaslight, biasanya respons pertama itu respons tubuh alias stres dan tertekan. Ketika tubuh stres, maka otak menginstruksi pada seluruh organ tubuh untuk bertahan. Dan respons yang keluar adalah melawan, menghindar, mematung dan membeku."

"Biasanya korban yang mengalami gaslighting itu di bagian freeze. Jadi dia gak bisa melawan dan mematung di situ, jadi memang dimanipulasi sesuai kemauan si pelaku," lanjutnya.

2. Dampak Psikologis

Selanjutnya adalah korban yang mengalami gaslighting akan berdampak pada psikologisnya. Mulai dari meragukan diri sendiri, perasaan, pikiran, cemas berlebihan, depresi, dan menimbulkan tindakan untuk menyakiti diri sendiri.

"Karena ini menyangkut emosional, jadi korban akan meragukan keberhargaan diri sendiri. Kayak ‘Aku ini bener apa gak ya?'" lanjut Eunike.

3. Dampak Pada Relasi dengan Orang Lain

Eunike mengatakan, korban yang terjebak kasus gaslighting bisa memicu adanya efek trust issues, di mana korban akan sulit percaya dengan orang lain dan mempertanyakan motif tindakan orang lain.

"Dan ini akan sulit membuka diri, dan sulit membangun relasi dengan orang lain. Karena kita sudah terbiasa dimanipulasi, kita jadi membatasi diri dan takut. Soalnya ada perasaan takut di sana," pungkasnya.

*Sumber: suara.com

Tag : pendidikan, kesehatan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 19 February 2024 20:00

    PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG

    PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG Perwakilan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina mengunjungi kantor redaksi blokBojonegoro.com (Blok Media Group/BMG), di BMG CoWorking Space, Jalan Semanding-Sambiroto, Desa Sambiroto, Kecamatan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat