17:00 . Akibat Luapan Kali Pacal, Jembatan Penghubung di Sidobandung Ambruk   |   16:00 . BKC Bersama Pemuda Tlogohaji, dan Babinsa Sinergi Perbaiki Rumah Mbah Urip   |   07:00 . Para Orang Tua Wajib Paham, Ini 4 Tanda Anak Cerdas   |   18:00 . Bupati Anna dan Kajari Imbau Pengelolaan Dana Bos Prioritaskan Integritas   |   17:00 . BMKG: Waspada Cuaca 3 Hari Mendatang   |   15:00 . 5 Organisasi Profesi Kesehatan Tolak RUU Kesehatan   |   13:00 . Putra Asal Bojonegoro, Belasan Tahun Mengabdi di Luar Jawa   |   10:00 . Diduga Pecah Ban, Truk Box Oleng Tabrak Pagar Koramil 0813-06 Bojonegoro   |   07:00 . Psikolog Ungkap Kesalahan Orangtua yang Bisa Hambat Potensi Anak, Pelajari Yuk Bun!   |   19:00 . Inilah Nama-Nama Mutasi Pejabat Pemkab Bojonegoro   |   18:00 . Sinergi Dinas PMD dan Bapenda Dampingi Desa Deteksi Dini Objek Pajak Terkendala   |   16:00 . Ini Spek Lengkap Toyota Rush, Kendaraan Camat se-Kabupaten Bojonegoro   |   15:00 . Stigma Buruk Menjadi Kendala dalam Penanggulangan HIV/AIDS   |   14:00 . Kasus HIV di Bojonegoro Mencapai 217 kasus, 2 Persen di Atarannya Anak-anak   |   13:00 . Kasus Persetubuhan Terhadap Anak di Bawah Umur Meningkat   |  
Sat, 03 December 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Napak Tilas Makam Kiai Tameng Jati, Tertua di Bojonegoro

blokbojonegoro.com | Sunday, 17 April 2022 19:00

Napak Tilas Makam Kiai Tameng Jati, Tertua di Bojonegoro Kegiatan tahlil rutin di Makam Kiai Tameng Jati. (Lizza/blokbojonegoro)

 

Reporter: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Bila kita mendengar nama Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, tentu dalam benak masyarakat akan berpikir beberapa destinasi wisata religi, salah satunya Makam Kiai Tameng Jati alias Abdurrahman Hadi.

Terletak sekitar 1.5 kilometer dari Balai Desa Sudah, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, terdapat Makam Kiai Tameng Jati di sekitar tepi Bengawan Solo.

Dalam sejarah disebutkan, Kiai Tameng Jati memiliki nama asli Abdur Rohman Hadi. Beliau datang ke Tanah Jawa ada dua versi penyebutan, yakni tahun 1230 dan 1330. Namun versi yang terkuat yaitu pada tahun 1230.

Juru Kunci Makam Koai Tameng Jati, Fathul Muin, menceritakan bersumber dari Ki Ageng Sukma Jati alias Gus Aris ahli spiritual asal Kota Surabaya, menyebutkan saat itu Gus Aris tengah mendapatkan amanah bertemu langsung dengan Angling Darma melalui ilmunya.

"Setelah Gus Aris berargumen dengan Angling Darma yang menceritakan terdapat lima makam tertua di Kabupaten Bojonegoro yaitu Makam Kiai Tameng Jati, Makam Mbah Wali Kidangan, Makam Mbah Zakaria, Makam Mbah Sunan Blongsong dan Makam Mbah Arya Dalem," tegas Juru Kunci Makam Kiai Tameng Jati, Fathul Muin.

Namun, saat ruh Gus Aris ingin kembali ke alam nyata. Beliau justru didatangi langsung oleh Ki Tameng Jati atau Abdurrahman Hadi. Kiai Tameng kemudian memperkenalkan diri dan menceritakan sejarahnya kepada Gus Aris.

Lalu Gus Aris diberikan amanah oleh Kiai Tameng Jati untuk menyampaikan sejarahnya kepada sang Juru Kunci atau perawat makam, tak lain ialah Fathul Muin.

"Dalam percakapan spiritual tersebut. Menyebutkan jika orang-orang Bojonegoro mau memelihara makam tersebut. Maka Bojonegoro akan menjadi Negeri Baldatun Thayyibatun Wa Robbun Ghofur," ungkapnya.

Menurut sejarah yang ada, Kiai Tameng Jati berasal dari Negeri Syam dan datang ke Tanah Jawa karena menghindari Perang Salib ke-4 yang terjadi di negerinya saat itu.

"Beliau datang membawa beberapa rombongan. Salah satunya sang istri dan kedua murid Kiai Tameng Jati," tuturnya.

Hingga kini, setiap malam Jumat Pahing tiba, Makam Kiai Tameng Jati selalu ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai penjuru daerah. Ada juga tahlil rutinan di area makam tersebut.

"Dari buku tamu yang ada, peziarah tersebut datang dari wilayah Jawa Tengah mayoritas. Meski sebagian ada juga Jawa Timur dan Sumatera, pada umumnya peziarah mengaji dan berdoa," ucap Fathul Muin.

Konon, di sekitar Makam juga terdapat sumur Ki Ronggolo yang sampai sekarang masih digunakan. Dan dipercaya jika air tersebut dapat menyembuhkan sakit kulit dan gatal-gatal.

"Dari penuturan warga secara turun-temurun, pada jaman kolonial makam tersebut juga dijadikan tempat persembunyian para pejuang kemerdekaan. Karena tak terlihat oleh musuh secara gaib," imbuh sang Juru Kunci.

Menariknya, di desa Sudah juga ditemukan beberapa benda-benda kuno berupa bokor guci, benda-benda pusaka karena memang desa sudah dikenal sejak Zaman Majapahit.

"Desa Sudah, Kecamatan Malo juga tercatat dalam prasati Canggu di era Raja Hayam Wuruk tahun 1350-1389 Masehi. Yang menyatakan bahwa desa ini, ditetapkan oleh Kerajaan Majapahit sebagai desa pelabuhan besar Sungai Bengawan Solo," pungkasnya. [liz/lis]

 

Tag : Napak tilas, makam, kiai



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat