19:00 . Diduga Terpeleset di Sungai, Bocah asal Sumberrejo Meninggal Dunia   |   18:00 . RSUD Sumberrejo Top Finalis Kovablik Jatim 2022   |   15:00 . Pertamina EP Sukowati Field Bangun Sinergi Forkopimda Bojonegoro Melalui Kegiatan Menembak   |   13:00 . Polisi dan Suporter Bojonegoro Gelar Salat Ghoib dan Doa Bersama   |   22:00 . Ratusan Supporter di Bojonegoro Gelar Doa Bersama Atas Tragedi Kanjuruhan   |   21:00 . Berduka Atas Tragedi Kanjuruhan, Ratusan Supporter di Bojonegoro Doa Bersama   |   18:00 . Santri Al Manshur Bulu Dilatih Menulis Artikel   |   17:00 . 2.195 PJU Bakal Dipasang Tahun Ini   |   16:00 . PEPC Sosialisasikan Keamanan dan Keselamatan Jalur Pipa JTB   |   15:00 . Bupati Anna Lantik 37 Pejabat di Lingkungan Pemkab Bojonegoro   |   14:00 . Polres Bojonegoro Gelar Apel Pasukan Operasi Zebra 2022   |   13:00 . Hingga Kini, Polisi Belum Temukan Titik Terang   |   11:00 . Salut dengan PDKB, Ketua Asosiasi Kartini Mandiri Akan Gandeng untuk Bidang Usaha   |   09:00 . Bupati Bojonegoro Berangkatkan Kirab Pataka "Jer Basuki Mawa Beya" Menuju Tuban   |   08:00 . Tragedi Kanjuruhan, GPK Minta Reformasi Total Penyelenggaraan Sepakbola Indonesia   |  
Wed, 05 October 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Lebaran Ketupat, Begini Makna Filosofinya

blokbojonegoro.com | Saturday, 07 May 2022 12:00

Lebaran Ketupat, Begini Makna Filosofinya Ketupat. (Foto: .net)

Reporter : Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Begitu besarnya makna ketupat, bahkan saat momen Hari Raya Idul Fitri. Ketupat juga dijadikan sebuah ikon atau lambang yang bersanding dengan gambar Masjid.

Kupatan alias riaya kupat atau Lebaran Ketupat, dilaksanakan oleh masyarakat Muslim Jawa setelah 5 hari dari hari raya Idul Fitri. Dalam kurun waktu ini adalah sepasar atau 5 Petung (perhitungan hari). Atau hari ke-5 dari Idul Fitri.

"Kupat dan lepet merupakan satu paket, dua nama dari jenis makanan yang dibungkus dengan janur atau daun kelapa muda. Makna kupat sendiri merupakan akronim dari kata NGAKU LEPAT," tegas Budayawan asal Bojonegoro, Suyanto.

Atau sebuah ketulusan hati untuk pebuatan yang selama ini banyak kesalahan. Baik diperbuat secara sengaja atau tidak disengaja. Maka sebagai penegasan dihaturkan dengan simbolik ketupat, dalam hal ini juga berharap agar dimaafkan semua kesalahannya.

"Serta simbol kebesaran hati mau mengakui kesalahan dan saling berebut merasa memiliki salah. Sedangkan bahan baku dari kupat berupa beras, tanpa tambahan bahan apapun. Direbus hingga matang, dengan bentuk wadah anyaman berupa jajaran genjang," ungkap Pakde Yanto Munyuk sapaan akrabnya.

Selanjutnya, dalam bahasa jawa genjang yaitu bentuk segi empat hampir tak simetris. Dari situlah makna kekurangan yaitu kekurangan yang diperbuat untuk dimaafkan.

Adapun lepet terbuat dari bahan baku berupa beras ketan yang dicampur dengan santan kelapa, garam dan dibungkus janur serta direbus bersamaan dengan ketupat.

"Lepet sendiri berasal dari kata silep rapet atau makna rapet yang dimaksudkan dipendam rapat-rapat. Agar kesalahan bisa hilang serta tidak terulang lagi," tuturnya.

Biasanya setelah dimasak ketupat dibagikan kepada sanak saudara, tetangga dengan sajian lauk sayur lodeh, ayam hingga sambel cos sebagai pelengkap sajian. Uniknya lagi kupat dan lepet, biasanya juga dipasang di atas gawangan/kusen pintu.

"Serta simbol permintaan maaf terhadap leluhur yang sudah meninggal dunia. Hampir rata paham jawa masih memaknai dan melaksanakan riaya kupat atau kupatan. Semua hanya makna simbolik, begitu indahnya budaya kupatan dan nilai sosialnya sangat tinggi serta penuh makna," tutup Pakde Yanto Munyuk.  [liz/ito]

Tag : ketupat, lebaran, makna, filosofi



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 03 October 2022 18:00

    Santri Al Manshur Bulu Dilatih Menulis Artikel

    Santri Al Manshur Bulu Dilatih Menulis Artikel Guna menyiapkan santri terampil menulis, Pondok Pesantren (PonPes) Al-Manshur yang beralamat di Jalan Masjid Nomor 1, Dukuh Bangle Rt. 01 Rw 11, Desa Bulu, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro mengadakan pelatihan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat