20:00 . Minibus Adu Banteng dengan Truk, Satu Orang Meninggal   |   19:00 . Pintu Air Waduk Pacal Macet, BPBD Terus Berkoordinasi BBWS Cegah Potensi Banjir Susulan   |   18:00 . Bupati Anna Resmikan Pasar Burung Bagi Para Bird Lovers   |   16:00 . Student Agency, Tantangan Guru Masa Kini   |   15:00 . Lagi Turun, Harga Antam Dijual Mulai Rp539.500   |   13:00 . Hujan, Ini Tips Saat Berkendara dengan Motor   |   19:00 . Viral Pengantin Nikah Saat Banjir, Netizen: Doa Mantan Terkabulkan   |   18:00 . Viral, Warga Sukosewu Langsungkan Pernikahan di Tengah Banjir   |   15:00 . Ini Tips Tetap Bugar dan Tingkatkan Imun Ala Tirta Ayu Spa   |   13:00 . Pernikahan Dini Marak, APPA dan PA Bojonegoro Bersinergi Bersama   |   11:00 . Inilah Nama Pemenang Fashion Street Fruit and Veggie Competition   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Insan UPG dari KPK   |   09:00 . Teknologi Informasi dan Komunikasi Berkembang, Jurnalis Harus Adaptasi dengan Tantangan   |   21:00 . Pengunjung BNFF Tumpah Ruah   |   18:00 . STIKES Rajekwesi Bojonegoro Borong Dua Juara   |  
Mon, 28 November 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kisah Ipda Riki, Anak Petani Bojonegoro Lulus Akpol 2022 Tanpa Uang

blokbojonegoro.com | Sunday, 17 July 2022 16:00

Kisah Ipda Riki, Anak Petani Bojonegoro Lulus Akpol 2022 Tanpa Uang

 

Kontributor: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Mungkin hingga saat ini, masyarakat masih memiliki stigma untuk menjadi Polisi harus mengeluarkan uang puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Namun, hal tersebut salah. Pasalnya, anak petani dari Desa Sumberrejo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro ini bisa daftar Akademi Kepolisian (Akpol) hingga lulus menjadi perwira pertama Polri tanpa mengeluarkan uang banyak. 

Dia adalah Ahmad Farichin Abdul Hafiz, ia merupakan anak dari pasangan Suwito (60) dan Siti Suryati. Awalnya, pasutri tersebut tidak percaya bahwa anak bungsunya ini bisa lolos dan lulus menjadi seorang perwira di Institusi Polri. Pasalnya, untuk awal daftar dia hanya memberanikan diri tanpa memiliki uang hingga puluhan atau ratusan juta.

“Awal mula mendaftar taruna sedikit takut, dikarenakan bapak saya hanya seorang petani dan ibu saya penjahit. Seperti yang sering terdengar dari orang orang, masuk polisi harus bayar,” ungkap Ipda Riki sapaan akrabnya, yang sekarang dinas di Polda Maluku sebagai Perwira Pertama (Pama).

Ia mengaku, awal pendaftaran dia didukung oleh kakak perempuannya, yang sekarang menjadi bidan dan dinas di Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, dia mendapat dorongan dari kakaknya karena dirasa Ipda Riki adalah orang yang pintar dan mampu.

“Namun pada saat itu ada dorongan dari Kakak perempuan saya untuk tetap mendaftar di akpol, dikatakannya jika saya pinter dan mampu,” jelas pria lulusan SMAN 1 Bojonegoro tahun 2018 ini.

Ipda Riki menjelaskan, saat awal pendaftaran dia merasakan dilema yang sangat berat. Pasalnya, pada saat itu dirinya diterima kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur undangan. Sehingga, ia harus melepaskan salah satu untuk meraih impiannya.

“Waktu itu saya masih dilema pribadi, dikarenakan sudah diterima kuliah di IPB Jalur undangan, sehingga jika saya daftar Akpol harus melepaskannya, itu yang menjadi berat saat saya mendaftar Akpol,” tuturnya, Minggu (17/7/2022).

Menurutnya, waktu pendaftaran dulu dia bersama dengan 11 orang. Namun, hanya dua yang bisa lolos hingga saat ini, dan dia salah satunya. Sedangkan, teman satunya baru bisa lulus tahun depan, karena ditunda kelulusannya.

Sementara itu, disinggung mengenai keinginannya kedepan, pria kelahiran tahun 2000 ini mengungkapkan, bahwa dirinya ingin menjadi Kapolsek. Karena hal tersebut sesuai dengan keinginan kedua orang tuanya yakni menjadi Kapolsek.

“Ingin menemui harapan orang tua saya, semoga saya segera bisa menjadi Kapolsek,” paparnya.

Sementara, Ibu dari Ipda Riki, Siti Suryati mengungkapkan rasa syukur yang setinggi-tingginya. Pasalnya, anaknya telah lulus dan sekarang telah menjadi Perwira Polri, padahal dulunya saat mendaftar ia agak ragu untuk mengizinkan Ipda Riki mendaftar Akpol.

“Alhamdulillah, anak saya bisa menjadi Polisi. Semoga kedepan menjadi pemimpin yang amanah, sekarang dia ditempatkan di Polda Maluku,” ungkap perempuan yang juga menjabat sebagai Bendahara LPBINU Cabang Bojonegoro.

Sekadar diketahui, Ipda Riki melaksanakan Upacara Prasetya Perwira (Praspa) yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta pada Kamis (14/7/2022) kemarin. Dalam upacara tersebut terdapat sebanyak 246 orang, terdiri atas 215 taruna dan 31 taruni yang dinyatakan lulus dari Akademi Kepolisian tahun 2022. [riz/lis]

Baca berita selengkapnya di Google News

 

 

Tag : Akpol, polisi, uang



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat