19:00 . Gandeng Lakpesdam NU, Kominfo Dorong Masyarakat Cakap Literasi Digital   |   18:00 . Buruh Aksi di Gubernuran, Ini Hasil Audiensi RTMM SPSI dengan Para Stakeholder Pemprov Jatim   |   17:00 . Makam Diduga untuk Ritual Pesugihan Dibongkar, Isinya Mengejutkan   |   16:00 . 295 WBP Diusulkan Dapat Remisi Kemerdekaan, 6 Napi Langsung Bebas   |   15:00 . DWP Kemenag Bojonegoro Gelar Deteksi Dini IVA Test dan Sadanis Gratis   |   13:00 . 49 SMA di Bojonegoro Mulai Terapkan Kurikulum Merdeka   |   09:00 . Penemuan Makam di Tengah Hutan   |   08:00 . Hilang STNK NoPol S-3124-DG   |   07:00 . Orangtua Harus Tahu! Ini 7 Tips Habiskan Waktu Bersama dengan Anak   |   20:00 . Merdeka Cup 2022 dalam Kemeriahan Kemerdekaan RI ke-77   |   19:00 . Ratusan Masyarakat Bojonegoro dan Tuban Deklarasikan LaNyalla Capres 2024   |   18:00 . Fenomena Fashion Week, Budayawan Berharap Bisa Tampilkan Produk Batik Lokal   |   17:00 . Kader Berpretasi Asal Bojonegoro, Mantapkan Maju Caketum PP IPPNU   |   16:00 . Profil Coach Persibo Masdra Nurriza, Awali Karir dari Bangku SMP   |   15:00 . Harga Antam Turun Tajam, Berikut Daftar Harganya   |  
Wed, 10 August 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kisah Ipda Riki, Anak Petani Bojonegoro Lulus Akpol 2022 Tanpa Uang

blokbojonegoro.com | Sunday, 17 July 2022 16:00

Kisah Ipda Riki, Anak Petani Bojonegoro Lulus Akpol 2022 Tanpa Uang

 

Kontributor: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Mungkin hingga saat ini, masyarakat masih memiliki stigma untuk menjadi Polisi harus mengeluarkan uang puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Namun, hal tersebut salah. Pasalnya, anak petani dari Desa Sumberrejo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro ini bisa daftar Akademi Kepolisian (Akpol) hingga lulus menjadi perwira pertama Polri tanpa mengeluarkan uang banyak. 

Dia adalah Ahmad Farichin Abdul Hafiz, ia merupakan anak dari pasangan Suwito (60) dan Siti Suryati. Awalnya, pasutri tersebut tidak percaya bahwa anak bungsunya ini bisa lolos dan lulus menjadi seorang perwira di Institusi Polri. Pasalnya, untuk awal daftar dia hanya memberanikan diri tanpa memiliki uang hingga puluhan atau ratusan juta.

“Awal mula mendaftar taruna sedikit takut, dikarenakan bapak saya hanya seorang petani dan ibu saya penjahit. Seperti yang sering terdengar dari orang orang, masuk polisi harus bayar,” ungkap Ipda Riki sapaan akrabnya, yang sekarang dinas di Polda Maluku sebagai Perwira Pertama (Pama).

Ia mengaku, awal pendaftaran dia didukung oleh kakak perempuannya, yang sekarang menjadi bidan dan dinas di Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, dia mendapat dorongan dari kakaknya karena dirasa Ipda Riki adalah orang yang pintar dan mampu.

“Namun pada saat itu ada dorongan dari Kakak perempuan saya untuk tetap mendaftar di akpol, dikatakannya jika saya pinter dan mampu,” jelas pria lulusan SMAN 1 Bojonegoro tahun 2018 ini.

Ipda Riki menjelaskan, saat awal pendaftaran dia merasakan dilema yang sangat berat. Pasalnya, pada saat itu dirinya diterima kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur undangan. Sehingga, ia harus melepaskan salah satu untuk meraih impiannya.

“Waktu itu saya masih dilema pribadi, dikarenakan sudah diterima kuliah di IPB Jalur undangan, sehingga jika saya daftar Akpol harus melepaskannya, itu yang menjadi berat saat saya mendaftar Akpol,” tuturnya, Minggu (17/7/2022).

Menurutnya, waktu pendaftaran dulu dia bersama dengan 11 orang. Namun, hanya dua yang bisa lolos hingga saat ini, dan dia salah satunya. Sedangkan, teman satunya baru bisa lulus tahun depan, karena ditunda kelulusannya.

Sementara itu, disinggung mengenai keinginannya kedepan, pria kelahiran tahun 2000 ini mengungkapkan, bahwa dirinya ingin menjadi Kapolsek. Karena hal tersebut sesuai dengan keinginan kedua orang tuanya yakni menjadi Kapolsek.

“Ingin menemui harapan orang tua saya, semoga saya segera bisa menjadi Kapolsek,” paparnya.

Sementara, Ibu dari Ipda Riki, Siti Suryati mengungkapkan rasa syukur yang setinggi-tingginya. Pasalnya, anaknya telah lulus dan sekarang telah menjadi Perwira Polri, padahal dulunya saat mendaftar ia agak ragu untuk mengizinkan Ipda Riki mendaftar Akpol.

“Alhamdulillah, anak saya bisa menjadi Polisi. Semoga kedepan menjadi pemimpin yang amanah, sekarang dia ditempatkan di Polda Maluku,” ungkap perempuan yang juga menjabat sebagai Bendahara LPBINU Cabang Bojonegoro.

Sekadar diketahui, Ipda Riki melaksanakan Upacara Prasetya Perwira (Praspa) yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta pada Kamis (14/7/2022) kemarin. Dalam upacara tersebut terdapat sebanyak 246 orang, terdiri atas 215 taruna dan 31 taruni yang dinyatakan lulus dari Akademi Kepolisian tahun 2022. [riz/lis]

Baca berita selengkapnya di Google News

 

 

Tag : Akpol, polisi, uang



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat