16:00 . Dekopinda Bojonegoro Ikuti Unjuk Rasa Tolak OJK Awasi Koperasi   |   15:00 . Pemkab Bojonegoro Raih 17 Besar Kovablik Lewat Inovasi SMASH RSUD Sumberrejo   |   13:00 . Komunitas Ibu Profesional Akan Gelar Tour the Talent   |   20:00 . Jelang Pemilu, 749 Calon PPK Ikuti Tes CAT   |   19:00 . Curah Hujan Tinggi, TPT Jembatan Jetak Bojonegoro Longsor   |   18:00 . Waspada Penipuan Digital, Masyarakat Perlu Bijak Bermedsos   |   17:00 . Cegah Longsor dan Banjir, Pemkab Bojonegoro Bangun Tebing Penahan   |   16:00 . Polisi Terus Selidiki Laporan Dugaan Sertifikat Tanah Palsu di Kasiman   |   15:00 . Tips Hemat Hadapi Godaan Diskon Belanja Akhir Tahun   |   14:00 . Kejari Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi APBDes Deling   |   13:00 . UINSA Terima Anugerah Top 45 Publik Inovasi Terbaik   |   12:00 . Diduga Kurang Konsentrasi, Remaja Meninggal Dunia Usai Menabrak Pemotor di Dander   |   08:00 . Pemkab Bojonegoro Masih Tunggu Juknis Inpres Pengadaan Kendaraan Listrik Kedinasan   |   07:00 . Bayi Rewel Saat Tidur Malam, Apa Bisa karena Ruam Popok?   |   19:30 . Oknum BPN Bojonegoro Dilaporkan Atas Dugaan Sertifikat Tanah Palsu   |  
Wed, 07 December 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Mengenal Dalang Cilik Bojonegoro, Mulai Senang Wayang Sejak Masih Merangkak

blokbojonegoro.com | Saturday, 19 November 2022 20:00

Mengenal Dalang Cilik Bojonegoro, Mulai Senang Wayang Sejak Masih Merangkak

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Alkhalifi Naufal Zulfadhli Nizam (10) dalang cilik asal Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Seorang anak yang masih menduduki bangku Sekolah Dasar (SD) itu menyukai wayang sejak masih berusia sekitar 10 bulan, pada waktu itu ia masih belum bisa berjalan atau masih merangkak.

Putra kedua dari pasangan Puthut Wahyu Murtiawan dan Isnawati Rofiatin itu, memang sudah berdarah kebudayaan dari kakek neneknya. Neneknya yang bernama Siti Wahyuni itu merupakan sinden pada era 80 an. Bukan hal yang lazim jika Naufal memiliki jiwa kesenian sejak ia balita.

“Sejak Naufal lahir pada 2012 lalu, neneknya sering melantunkan lagu-lagu Jawa atau gending saat menggendong cucunya ini. Sehingga ketika Naufal berusia satu tahun itu sudah mulai peka terhadap gending-gending jawa,” ungkap Isnawati seorang perawat di salah satu Rumah Sakit Swasta di Bojonegoro itu.

Bahkan, lanjut Isna, ketika Naufal hendak tidur pun selalu diputarkan atau dinyanyikan gending-gending jawa oleh kakek dan neneknya. Hingga beberapa tahun, ketika putra kedua dari tiga bersaudara itu sudah melewati balita, ia dibuatkan wayang-wayangan dari karton, dan mulai mempelajari karakter dari peran perwayangan.

Lebih lanjut, ketika Naufal telah hampir menguasai cerita dan peran dari masing-masing wayang. Ia mulai dikenal dan sudah diundang ke sebuah acara di salah satu hotel di Bojonegoro untuk mengisi acara tersebut, sebagai dalang. Dan pada waktu itu, Naufal masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK).

“Setelah itu, ketika mulai sudah memahami, Mas Naufal saya belikan wayang yang ada di salah satu toko di Bojonegoro. Kemudian pada tahun 2020 lalu, Naufal saya gabungkan di salah satu sanggar tua di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah,” bebernya.

Saat latihan, papar Isma, dirinya rela menghantarkan anaknya ini pulang pergi (PP) dari Bojonegoro ke Karanganyar. Dalam satu bulan, ia menempuh perjalanan selama empat kali dari Bojonegoro ke Tempat Latihannya. Bahkan, jika akan pentas, bisa satu minggu tiga sampai empat kali untuk pulang-pergi ke Karanganyar.

Lambat laun, Isnawati menambahkan, ia bersyukur Naufal mulai sering di undang untuk mengisi acara di beberapa hotel di Bojonegoro, dan pada beberapa hari lalu, Naufal berkesempatan untuk mewakili dari Bojonegoro untuk tampil di Pekan Wayang Jawa Timur bersama puluhan Dalang Cilik dari berbagai daerah, yang digelar oleh UPT Taman Budaya Jawa Timur dan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur.

“Saya akan terus mendukung anak saya ini untuk menjadi dalang. Karena saya rasa unik, jadi kalau teman-temannya seusia gini itu kan sepertinya jarang sekali kan yang sehobi dengannya. Apalagi di Bojonegoro sini, sepertinya kok saya belum pernah tahu,” tuturnya.

Ia berharap kedepan semoga Naufal semakin sukses, dan bisa menjadikan wayang ini sebagai media dakwah. Selain itu, antara hobi dan pendidikan akademiknya tetap berimbang, dan tidak meninggalkan salah satu diantaranya.

Sementara itu, Naufal mengaku bahwa, dirinya memang bercita-cita untuk menjadi dalang. Hingga kini, ia sendiri sudah mengoleksi sebanyak 200 karakter wayang. Dan hampir setiap hari ia memainkannya di rumah.

“Yang paling saya sukai yaitu cerita dari Gathut Koco Jedhi. Dan cerita tersebut yang saya bawa ketika tampil di Taman Budaya Jawa Timur minggu lalu,” pungkasnya. [riz/ito]

Tag : dalang, cilik, bojonegoro, naufal



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat